Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Lenggang merupakan tarian selamat datang untuk tamu besar yang datang ke Surabaya, Jawa Timur.
Tarian ini adalah hasil dari adaptasi pengembangan dari kesenian sebelumnya yaitu Tari Tanda’an atau Ledek Tayub dan Sandur Madura.
Tarian ini dimainkan oleh beberapa penari wanita yang menari dengan gerakan yang indah dan anggun. (1)
Baca: Tari Keurseus
Sejarah #
Tari Lenggang ini diciptakan oleh Dimas Pramuka Admaji pada tahun 1995.
Pada saat itu dia diminta untuk menciptakan suatu tarian penyambutan untuk memeriahkan hari jadi Surabaya.
Permintaan tersebut disambut baik oleh Dimas Pramuka Admaji dengan memasukan berbagai unsur budaya dan seni yang ada di Surabaya pada tarian kreasinya.
Dalam tarian tersebut dia mengembangkan tarian yang gerak dan penyajiannya mengacu pada kesenian Tanda’an dan Sandur Madura. (2)
Baca: Tari Ronggeng Bugis
Gerakan #
Gerakan Tari Lenggang ini lebih berfokus atau lebih banyak menggunakan gerakan kepala, tangan, dada serta pinggul para penarinya.
Selain itu, Tari Lenggang ini juga didominasi oleh gerakan mengenakan selendang yang biasanya di letakkan di leher sang penari kemudian dimainkan atau digerakkan oleh tangannya dengan lembut.
Dalam pertunjukannya penari menari dengan gerakan yang sangat lemah gemulai dan penuh perasaan sesuai dengan iringan musik yang mengiringinya. (3)
Baca: Tarian Jawa
Musik Pengiring #
Musik pengiring Tari Langgeng yakni menggunakan alat musik gamelan Jawa dan laran slendro yang konon memang menjadi ciri khas Jawa Timur.
Iringan musik ini sendiri harus dipadukan dengan gerakan tarian sehingga memunculkan penyanyi tari yang sejati.
Tak hanya itu, ghending yang digunakan pun adalah ghending asli khas Jawa Timuran seperti walang kakek, jalaran, juka juli dan yang lain sebagainya.
Selain musik, biasanya juga terdapat pengiring musik tambahan seperti gaya vocal “tanjung perak“ yang menjadi identitas asli Kota Surabaya. (4)
Baca: Tari Ronggeng Gunung
Busana #
Busana Tari Lenggang ini merupakan pengembangan dari busana Tari Sandur Madura, Tari Tanda’an, dan juga Ning Surabaya yang dikemas dengan penuh warna.
Para penari dalam tarian ini biasanya menggunakan kebaya dibagian dalam dan juga kemben dibagian luar dengan berbagai macam ornamen garis.
Pada bagian bawah para penari menggunakan kain panjang Batik khas dari Pekalongan atau Batik khas dari Madura dengan aksen berbentuk jarit serta warna sesuai dengan kebaya.
Selain itu juga menggunakan berbagai aksesoris sebagai pemanis seperti bokongan, sampur, sabuk atau ebog, giwang, cundhuk, serta konde pada bagian kepala.
Tak hanya itu, busana pada tarian ini juga didukung dengan tata rias yang disesuaikan dengan warna busana yang digunakan. (5)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
Sumber :
1. www.cintaindonesia.web.id
2. ilmuseni.com
3. gpswisataindonesia.info