Revolusi Nasional Indonesia

Revolusi Nasional Indonesia merupakan sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia dengan Kerajaan Belanda.


zoom-inlihat foto
Perjuangan-rakyat-untuk-kemerdekaan-Indonesia.jpg
(Kemidkbud via Kompas.com)
Perjuangan rakyat untuk kemerdekaan Indonesia.

Revolusi Nasional Indonesia merupakan sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia dengan Kerajaan Belanda.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Revolusi Nasional Indonesia merupakan sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia yang baru lahir melawan Kerajaan Belanda yang dibantu pihak Sekutu, yaitu Inggris.

Berbagai peristiwa terjadi, mulai dari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Belanda pada 29 Desember 1949.

Wakaupun demikian, gerakan revolusi ini sendiri telah dimulai sejak tahun 1908, yang sekarang diperingati sebagai tahun dimulainya kebangkitan nasional Indonesia.

Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, beberapa peristiwa berdarah terjadi secara sporadis.

Selain itu, ada juga pertikaian politik serta dua intervensi internasional.

Dalam peristiwa ini, pasukan Belanda hanya mampu menguasai kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatra, tetapi gagal mengambil alih kendali di desa dan daerah pinggiran.

Letkol Untung, Komandan Gerakan 30 September / Dewan Revolusi Indonesia
Letkol Untung, Komandan Gerakan 30 September / Dewan Revolusi Indonesia ((Wikimedia Commons))

Karena sengitnya perlawanan bersenjata serta perjuangan diplomatik, Belanda berhasil ditekan agar mengakui kemerdekaan Indonesia.

Revolusi ini berujung dengan berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan berubahnya struktur sosial di Indonesia; kekuasaan raja-raja mulai dikurangi atau dihilangkan.

  • Latar Belakang


Pergerakan nasionalis dalam mendukung kemerdekaan Indonesia dari Kerajaan Belanda, seperti Budi Utomo, Partai Nasional Indonesia, Sarekat Islam, dan Partai Komunis Indonesia tumbuh dengan cepat di pertengahan abad ke-20.

Budi Utomo, Sarekat Islam, dan gerakan nasional lainnya memprakarsai strategi kerja sama dengan mengirim wakil mereka ke Volksraad (dewan rakyat) dengan tujuan agar Indonesia diberikan hak memerintah diri sendiri tanpa campur tangan Kerajaan Belanda.

Sementara gerakan nasionalis lainnya memilih cara nonkooperatif dengan menuntut kebebasan pemerintahan Indonesia sendiri dari Belanda.

Pemimpin gerakan nonkooperatif ini ialah Soekarno dan Mohammad Hatta, dua orang mahasiswa nasionalis yang nantinya menjadi presiden dan wakil presiden pertama.

Pergerakan ini menjadi lebih mudah dengan adanya kebijakan Politik Etis yang dijalankan oleh Belanda.

Pendudukan Indonesia oleh Jepang selama tiga setengah tahun masa Perang Dunia II merupakan faktor penting untuk revolusi berikutnya.

Belanda hanya memiliki sedikit kemampuan untuk mempertahankan penjajahan di Hindia Belanda, sehingga hanya dalam waktu tiga bulan, Jepang berhasil menguasai Sumatra.

Jepang kemudian berupaya membujuk kaum nasionalis dengan menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia dan mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Ini menimbulkan lahirnya organisasi-organisasi perjuangan di seluruh negeri.

Di saat Jepang berada di ambang kekalahan perang, sekutu termasuk Belanda membentuk suatu badan komando militer bernama Allied Forces for Netherland Indies (AFNEI) untuk merebut kembali kekuasaan di Indonesia.

Pada 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia, walaupun tidak menetapkan tanggal resminya.

Baca: 17 AGUSTUS - Budi Utomo

Baca: Partai Nasional Indonesia (PNI)

Partai Nasional Indonesia (PNI)
Partai Nasional Indonesia (PNI) (Historia)

Baca: KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger)

Baca: Komisi Tiga Negara (KTN)

  • Upaya Diplomasi


10 - 15 November 1945

Terjadinya Perundingan Linggarjati.

Baca: 17 AGUSTUS - Perundingan Linggarjati (11-13 November 1946)

21 Juli 1947

Belanda meluncurkan serangan militer pada tengah malam tanggal 20 Juli 1947, sebagai bentuk Agresi Militer Belanda I dengan tujuan utama untuk menghancurkan kekuatan republikan.

Wilayah yang diserangnya yaitu Jawa dan Sumatera.

Aksi militer ini dianggap melanggar perjanjian Linggarjati, di mana dalam perjanjian itu disebutkan bahwa Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara RIS.

17 Januari 1948

Terjadi sebuah perundingan yang disebut Perundingan Renville.

Namun Belanda kembali berkhianat dengan melangsungkan baku tembak terhadap Indonesia yang terjadi di kawasan antara Karawang dan Bekasi.

Baca: 17 AGUSTUS - Perjanjian Renville (17 Januari 1948)

19 Desember 1948

Agresi Militer Belanda II terjadi, di mana Belanda memperluas daerah serangan mereka, hingga ke Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota.

Baca: Agresi Militer Belanda II

14 April 1949

Terjadi Perundingan Roem-Royen untuk menyelesaikan konflik di awal kemerdekaan.

23 Agustus - 2 November 1949

Diadakan Konferensi Meja Bundar yang mengeluarkan hasil bahwa Belanda bersedia mengakui kedaulatan Indonesia.

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Konferensi Meja Bundar

Konferensi meja Bundar
Konferensi meja Bundar (nationaalarchief.nl)

  • Konflik


Pemberontakan Komunis

Pada tanggal 18 September 1948, Republik Soviet Indonesia diproklamasikan di Indonesia oleh anggota PKI yang berniat melakukan pembangkangan atas kepemimpinan Moh. Hatta.

Pertempuran terjadi antara TNI dan PKI.

Kemenangan pun diraih oleh TNI, di mana pemimpin PKI, Musso, berhasil ditangkap dan dibunuh di tempat.

Pemberontakan Darul Islam

Pemerintah berniat untuk membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS).

Sang pemimpin, Kahar Muzakkar, menuntut agar KGSS dan kesatuan gerilya lainnya digabungkan dalam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinannya.

Tetapi, tuntutannya itu ditolak, sebab dianggap tidak memenuhi syarat untuk dinas militer.

Ketika akan dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar bersama kelompoknya melarikan diri ke hutan dengan membawa senjata lengkap.

Ia lalu mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia serta menyatakan menjadi bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1953.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 19 September 1939, Perang Dunia ke II - Pertempuran Kępa Oksywska

DN Aidit dalam Kongres Nasional V Partai Komunis Indonesia. (HISTORIA.ID)
DN Aidit dalam Kongres Nasional V Partai Komunis Indonesia. (HISTORIA.ID) (HISTORIA.ID)

  • Dampak


Meskipun tidak diketahui pasti mengenai perhitungan dari berapa banyak penduduk Indonesia yang meninggal dalam gerakan revolusi Indonesia.

Namun diperkirakan mereka yang meninggal dalam peperangan untuk kemerdekaan Indonesia berkisar dari 45.000 sampai 100.000 jiwa, dan rakyat sipil diperkirakan meninggal dalam kisaran 25.000 hingga 100.000 jiwa.

Selain itu, tentara Inggris yang berjumlah 1200 diperkirakan dibunuh dan hilang di Jawa dan Sumatra antara tahun 1945-1946, yang kebanyakan merupakan prajurit India.

Sementara untuk Belanda lebih dari 5000 tentaranya kehilangan nyawanya di Indonesia.

Di Bandung tentara Jepang yang meninggal dalam peperangan sebanyak 1057 jiwa, dalam faktanya hanya setengahnya yang gugur dalam peperangan, sementara yang lainnya tewas diamuk oleh rakyat Indonesia lainnya.

Selain berdampak pada hilangnya nyawa, gerakan revolusi nasional Indonesia ini memberikan efek langsung pada kondisi ekonomi, sosial dan budaya Indonesia sendiri, di antaranya kekurangan bahan makanan, dan bahan bakar.

Terdapat dua efek dalam ekonomi yang ditimbulkan oleh gerakan nasional Indonesia yang berdampak langsung dengan ekonomi Kerajaan Belanda dan Indonesia.

Keduanya kembali membangun ekonomi mereka secara berkelanjutan setelah berakhirnya Perang Dunia II dan gerakan revolusi Indonesia.

Republik Indonesia mengatur kembali setiap hal yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia yang mulanya diblokade oleh Belanda.

Baca: APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)

Baca: Perang Asia Pasifik

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Revolusi Nasional Indonesia
Tanggal 17 Agustus 1945 – 27 Desember 1949
Hasil Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved