Puluhan Nakes di RS dan Puskesmas di Depok Positif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok mengonfirmasi jumlah nakes yang terkena Covid-19 mencapai puluhan.


zoom-inlihat foto
Satgas-Covid-19-melakukan-tracing-dengan-swab-PCR-kepada-warga-sekitar-Jakarta-Timur.jpg
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Satgas Covid-19 kembali melakukan penelusuran atau tracing dengan swab PCR kepada warga sekitar Taman Pintar Kayu Putih, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Sebelumnya satgas sudah melakukan tracing kepada 48 warga dengan hasil negatif, pihak Polsek Pulogadung juga telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga. Tracing terus ditingkatkan oleh pemerintah untuk mengetahui penyebaran Covid diantara warga dan antisipasi Covid-19 varian baru. TRIBUNNEWS/HERUDIN


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tingginya angka penyebaran covid-19 di Depok turut membuat puluhan tenaga kesehatan (nakes) ikut terpapar.

Dinas Kesehatan Kota Depok, Jawa Barat, menyatakan bahwa membeludaknya pasien Covid-19 saat ini berdampak pada penularan terhadap nakes di rumah sakit dan puskesmas.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, mengonfirmasi bahwa jumlah tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya yang terpapar Covid-19 saat ini mencapai puluhan.

Meski demikian, hingga kini belum ada data yang resmi mencatat berapa nakes yang terpapar covid-19.

"Banyak informasi dari rumah sakit, puskesmas, banyak nakes yang kena. Berapanya saya belum didata, saya belum dapat datanya," kata Novarita pada Jumat (25/6/2021).

"Ada yang isolasi mandiri di rumah, ada yang dirawat," ujar dia.

Novarita mengakui situasi ini secara otomatis menyebabkan berkurangnya kemampuan pelayanan terhadap pasien Covid-19.

Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis.
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. (SHUTTERSTOCK/ELDAR NURKOVIC)

Para nakes yang sehat terpaksa bekerja dengan sif kerja lebih panjang untuk menggantikan posisi nakes yang sedang isolasi dan dirawat.

Para nakes yang terpapar Covid-19 sejauh ini, kata Novarita, dalam kondisi yang "masih bisa tertanggulangi".

Ia berharap Kota Depok bisa segera memperoleh tambahan nakes dari Pemprov Jawa Barat.

Sementara itu, untuk puskesmas, Pemerintah Kota Depok tengah membahas rencana merekrut relawan untuk membantu kerja puskesmas yang sangat berat belakangan ini karena lonjakan kasus Covid-19 yang begitu tinggi.

"Sekarang lagi proses minta ke provinsi karena provinsi kan buka rekrutmen lewat pikobar. Mudah-mudahan bisa dapat," ungkap dia.

Baca: Covid-19 Varian Alpha

Baca: FILM - 211 (2018)

"Sementara ya dengan sumber daya yang ada, diatur sif-sifnya, jam kerjanya," kata Novarita.

Ia memohon kepada warga Depok agar memahami bahwa kesulitan yang melanda saat ini merupakan masalah bersama.

"Mohon juga masyarakat memahami keadaan seperti ini. Jadinya tuntutannya juga jangan terlalu. Kayaknya banyak keluhan, ini lambat. Harusnya kita sama-sama, karena permasalahan ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita bersama," ujar Novarita.

RS Penuh

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Jawa Barat, mengatakan tingkat keterisian rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 di Depok sudah hampir penuh.

Itulah adalah alasan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) meskipun secara zonasi wilayah, Depok masih masuk kategori zona oranye (risiko sedang).

"Coba kita sama-sama berpikir. Untuk hari ini, BOR (bed occupancy rate/keterisian tempat tidur) ICU sudah mencapai 101,82 persen dan BOR isolasi 93,24 persen," kata Juru Bicara Satgas, Dadang Wihana, Kamis (24/6/2021), dikutip dari Kompas.com.

"Kondisi di hilir ini sudah sangat berat, maka di hulu harus kami intervensi secara extraordinary," lanjut dia.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved