TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rumah Sakit (RS) Wisma Atlet baru-baru ini meminta para pasien positif Covid-19 untuk pulang ke rumah.
Pemulangan pasien positif itu sejalan dengan penuhnya ruangan di Wisma Atlet.
Meskipun pasien yang diminta pulang adalah pasien yang keadaannya sudah cukup membaik.
Kemudian dengan dipulangkannya pasien positif tersebut, dipercaya bisa memberi ruang bagi pasien baru yang kondisinya lebih buruk.
Pemulangan pasien itu kemudian dibenarkan oleh James Andi Parinding, yang juga salah satu pasien di RS Wisma Atlet.
Ia masuk ke RS Wisma Atlet bersama seluruh keluarganya, yakni ibu, bapak, dan dua orang adik.
James mengatakan, satu per satu anggota keluarganya positif Covid-19 sejak 9 Juni lalu dan dikirim ke RS Wisma Atlet.
Namun, kini mereka semua sudah kembali ke rumah meskipun masih ada yang positif Covid-19.
"Sekarang semua keluargaku sudah keluar semua, cuma sebenarnya bokap sama nyokap saya masih positif, tapi disuruh pulang karena RS Wisma Atlet masih mau dimasukin pasien baru," kata Andi dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/6/2021).
James mengatakan, kondisi ayah dan ibunya sudah membaik meski masih positif berdasarkan hasil swab test Polymerase Chain Reaction.
Dokter spesialis paru juga sudah memberi lampu hijau bagi ayah dan ibunya untuk isolasi mandiri di rumah.
"Ya atas arahan dokter paru sih makanya di isoman di rumah," kata James.
Baca: Covid-19 di Ibu Kota Makin Tinggi, Anies Baswedan: Jakarta Memang Sedang Tidak Baik-baik Saja
Baca: Anies Baswedan
James tak mempermasalahkan ibu dan ayahnya sudah dipulangkan meski masih positif Covid-19.
Ia memaklumi bahwa saat ini Covid-19 di Jakarta terus melonjak, sementara kapasitas di RS Wisma Atlet maupun RS rujukan Covid-19 terbatas.
"Pasien tiap hari banyak sekali yang masuk," katanya.
Penjelasan RS Wisma Atlet
Komandan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta Letkol M Arifin mengakui pihaknya memulangkan pasien yang masih positif Covid-19.
Arifin memastikan bahwa para pasien yang dipulangkan itu sudah dalam kondisi baik, meski masih positif Covid-19 berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).
Arifin menegaskan, tak ada yang salah dengan langkah itu.
Menurut dia, hal ini sudah sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan.