Menkes Minta Ruang IGD RS Rujukan Pasien Covid-19 di Jakarta Dipindah ke Tenda

Menkes Budi mengatakan ruang IGD diubah menjadi ruang isolasi pasien covid-19.


zoom-inlihat foto
Tenda-darurat-yang-dipasang-di-halaman-RSUD-Kramat-Jati.jpg
instagram.com/aniesbaswedan
Tenda darurat yang dipasang di halaman RSUD Kramat Jati. Beberapa rumah sakit di DKI Jakarta sudah penuh, bahkan lobinya difungsikan sebagai tempat rawat inap.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta rumah sakit rujuan Covid-19 DKI Jakarta memindah layanan instalasi gawat darurat (IGD) ke tenda yang didirikan di halaman rumah sakit.

Sementara itu, ruang IGD diubah menjadi ruang isolasi pasien Covid-19.

"Untuk layanan IGD-nya kita sudah memutuskan membangun tenda di luar RS supaya yang ingin dicek, masuknya ke sana. Tidak masuk ke ruangan IGD karena ini akan dipakai sebagai tambahan tempat tidur," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Kapasitas Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sudah naik hingga 7.000 tempat tidur.

Baca: Covid-19 di Ibu Kota Makin Tinggi, Anies Baswedan: Jakarta Memang Sedang Tidak Baik-baik Saja

Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, Tempat Wisata di DKI Jakarta Tutup hingga 5 Juli 2021

Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin (ist)

Akan tetapi, kasus baru Covid-19 terus meningkat.

Oleh sebab itu, Kemenkes bersama Pemprov DKI akan menempatkan pasien Covid-19 dengan gejala ringan di Rumah Susun Nangrak dan Pasar Rumput.

"Jadi ada 7.000 tempat tidur isolasi tambahan atau dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya yang ada di Wisma Atlet," ujar dia,

DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 sebanyak 7.505 kasus pada Kamis (24/6/2021).

Pemprov DKI telah menambah kapasitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada penambahan sebanyak 34 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta sejak Juni ini.

Baca: Budi Gunadi Sadikin

Baca: Pemerintah Tingkatkan Target Vaksinasi Covid-19 Jadi 1 Juta Dosis per Hari Mulai Juli

Wisma Atlet, tempat penampungan pasien virus Corona.
Wisma Atlet, tempat penampungan pasien virus Corona. (Kompas.com)

“Di awal Juni ada 106 RS rujukan COVID-19 di Jakarta, sekarang ditambah jadi 140 RS. Dari 6694 tempat tidur utk isolasi, ditambah jadi 8524,” kata Anies.

Namun, menurut Anies hal itu tidak cukup lantaran saat ini rumah sakit hampir semua penuh menampung pasien positif terinfeksi virus corona.

Terlebih kini muncul berbagai varian Covid-19 yang penularannya jauh lebih cepat.

Sementara itu, jumlah tenaga kesehatan di DKI Jakarta tak sebanding dengan penambahan pasien covid-19.

“Tapi itu semua tak cukup, setelah ditambah pun langsung terisi hingga 90 persen. Dengan adanya varian baru virus corona, laju penularan jauh lebih cepat dari peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan,” katanya.

Baca: Terus Dapat Komentar Negatif dari Warganet, Gofar Hilman Terpikir Tinggalkan Youtube

Baca: M. Qodari Sebut 80 Juta Rakyat Indonesia Setujui Gagasan Jokowi Menjabat 3 Periode 

 

 

Pada Kamis malam, Pemprov Jakarta telah menyiapkan tenda-tenda di RSUD.

Hal ini lantaran rumah sakit sudah tak bisa menampung pasien.

Bahkan, lobi rumah sakit juga difungsikan sebagai rawat inap.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved