Hadi mengatakan, mekanisme ataupun proses seleksi yang dilakukan Polri itu terbuka, transparan, bersih, tidak ada permainan.
"Keduanya ini bekerja setiap item seleksi itu, mereka mengawasi. Makanya kejadian ini, karena kejelian panitia ini yang melihat adanya indikasi kecurangan oleh peserta,"
"Ini tindakan sudah cepat dan tepat. Intinya masyarakat tidak usah tergiur dari apapun, tetap percaya diri. Tidak ada yang instan," sebutnya.
Hadi juga membeberkan bahwa setiap item memerlukan waktu, dimana semua peserta harus siap menghadapinya, baik dari sisi fisik, jasmani, akademis, psiklogisnya.
"Jika sekali dua kali gagal, maka harus introspeksi diri, di mana kegagalan itu, sehingga di seleksi mendatang bisa lulus,"
"Setiap nilai peserta setelah selesai, maka nilai langsung terpampang, jadi tidak adalagi bermain. Itu wujud transparannya kita ingin memberikan edukasi dan ingin menghasilkan anggota-anggota polri yang berkualitas," ucapnya.
Berkaitan dengan Bripka LA, rumor berkembang bahwa yang bersangkutan sempat bertugas di Polsek Percut Seituan.
Namun kabar ini masih belum dijawab petinggi di Polrestabes Medan, khususnya Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko.
Baca: Oknum Kasat Polrestabes Surabaya Digerebek Saat Pesta Narkoba, Petugas Sita Koper Berisi Senpi
Baca: PSMS Medan
(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunMedan.com/Victory Arrival)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sosok Bripka LA, Calo Casis Bintara Polri dan Update Kasusnya di Polda Sumut