Kantongi Bukti, Pengacara Perawat Tuding Para Dokter yang Bunuh Diego Maradona

Baque bersikeras bahwa para dokter yang merawat Maradona yang harus disalahkan atas kematiannya, bukan kliennya.


zoom-inlihat foto
maradona-006.jpg
REUTERS VIA DAILY MAIL
Legenda sepak bola dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona. meninggal dunia dalam usia 60 tahun, Rabu (25/11/2020) waktu setempat


Dalam tayangan ulang, terlihat jelas Maradona menggunakan tangan kirinya untuk membelokkan bola masuk ke gawang.

Namun, wasit tidak menganulirnya sehingga aksi Maradona itu dianggap sah dan kelak dikenang dengan sebutan gol tangan tuhan.

Gol kedua Diego Maradona pada menit ke-55 juga tak kalah luar biasa.

Maradona melakukan aksi individu dari tengah lapangan dan melewati lima sampai enam pemain Inggris, termasuk Peter Shilton, sebelum menceploskan bola masuk ke gawang dengan kaki kanannya.

Dua gol tersebut kembali dikenang setelah Maradona meninggal dunia karena serangan jantung pada usia 60 tahun, Kamis (25/11/2020) waktu setempat.

Baca: Tak Hanya Gol Tangan Tuhan, Piala Dunia 86 Catatkan Rekor Maradona, Belum Dipecahkan Pemain Mana Pun

Salah satu sosok yang ikut bercerita mengenang dua gol Maradona tersebut adalah wasit yang memimpin pertandingan, Ali Bin Nasser.

Ali Bin Nasser masih ingat setiap detil proses terjadinya dua gol Maradona.

Meski menjadi kontroversi, Ali Bin Nasser mengaku sangat bangga karena ikut terlibat dalam momen bersejarah yang diciptakan Maradona.

Gol tersebut dinobatkan sebagai gol abad ini.

Tentang gol pertama Maradona, Ali Bin Nasser mengakui dirinya tidak melihat jelas apa yang terjadi di lapangan.

Namun, Ali Bin Nasser memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut karena asistennya, Bogdan Dochev, tidak menunjukkan tanda-tanda handball.

Hal itulah yang membuat Ali Bin Nasser yakin keputusannya itu tidak salah, dan berdasarkan aturan.

"Saya masih ingat proses terjadinya gol pertama Maradona dengan jelas," kata Ali Bin Nasser dikutip dari situs BBC Sport, Sabtu (28/11/2020).

"Bek Inggris (Steve Hodge) membuat bola ke atas sehingga Maradona dan Peter Shilton berduel di udara. Mereka berdua berada jauh dari pandangan saya," ucap Ali Bin Nasser.

"Maradona dan Peter Shilton menghadap asisten wasit (Dochev). Awalnya saya ragu-ragu. Saya kemudian melihat Dochev yang langsung berlari ke tengah lapangan (tanda gol)," tutur Ali Bin Nasser.

"Dochev tidak memberi isyarat telah terjadi handball. Instruksi yang diberikan FIFA kepada kami sudah jelas. Jika ada orang (asisten wasit) yang memiliki posisi lebih baik, saya harus menghormati pandangannya," ucap Ali Bin Nasser.

"Bagi saya, itu 100 persen gol, dan sesuai dengan instruksi FIFA," tutur Ali Bin Nasser menambahkan.

Diego Maradona saat mencetak gol 'Tangan Tuhan' untuk Argentina melawan Inggris.
Diego Maradona saat mencetak gol 'Tangan Tuhan' untuk Argentina melawan Inggris. (Bongarts/Getty Images via Daily Star)

Ali Bin Nasser juga mengaku sangat terkejut dengan aksi individu Maradona melewati hampir setengah pemain Inggris untuk mencetak gol kedua.

Pada awalnya mengira ia Maradona akan terjatuh karena terus diganggu oleh hampir setengah pemain Inggris.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved