Hasil Studi: Vaksin Covid-19 Novavax 90 Persen Efektif dan Bisa Lawan Berbagai Varian Corona

Dengan tingkat kemanjuran seperti ini, vaksin Novavax dapat dikatakan setara dengan vaksin Pfizer dan Moderna dalam hal efektivitas.


zoom-inlihat foto
Novavax-2.jpg
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
Dr. Nita Patel, Direktur Penemuan Antibodi dan Pengembangan vaksin, mengangkat sebuah botol berisi vaksin yang dikembangkan di laboratorium Novavax di Gaithersburg, Maryland, pada 20 Maret 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Novavax pada hari Senin, (14/5/2021), menyatakan vaksin buatannya sangat efektif melawan Covid-19.

Tak hanya itu, vaksin buatannya juga disebut bisa melawan berbagai varian virus corona. Ini didasarkan pada studi besar di Amerika Serikat (AS) dan Meksiko.

Dengan demikian, vaksin ini dianggap menjadi senjata lain yang potensial untuk melawan virus mematikan itu kala negara-negara berkembang benar-benar membutuhkan dosis vaksin.

Dikutip dari Associated Press, dua suntikan vaksin Novavax mencapai tingkat kemanjuran 90 persen. Perusahaan farmasi Amerika itu juga mengklaim vaksin buatannya aman.

Dengan tingkat kemanjuran seperti itu, vaksin Novavax dapat dikatakan setara dengan vaksin Pfizer dan Moderna dalam hal efektivitas.

Permintaan akan vaksin di AS sudah jauh menurun dan negara pimpinan Joe Biden itu juga memiliki vaksin yang jumlahnya lebih dari cukup.

Baca: 400.000 Vaksin AstraZeneca di DKI Jakarta Akan Kedaluwarsa Akhir Juni

Dr. Nita Patel, Direktur Penemuan Antibodi dan Pengembangan vaksin, mengangkat sebuah botol berisi vaksin yang dikembangkan di laboratorium Novavax di Gaithersburg, Maryland, pada 20 Maret 2020.
Dr. Nita Patel, Direktur Penemuan Antibodi dan Pengembangan vaksin, mengangkat sebuah botol berisi vaksin yang dikembangkan di laboratorium Novavax di Gaithersburg, Maryland, pada 20 Maret 2020. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Meski demikian, dunia masih sangat membutuhkan vaksin untuk melawan Covid-19.

Karena mudah disimpan dan dikirim, vaksin Novavax diharapkan dapat menampah jumlah vaksin di negara-negara berkembang.

Namun, Novavax masih memerlukan waktu beberapa bulan karena mengalami kelangkaan material yang mengganggu produksi.

Selain itu, Novavax juga harus mendapatkan izin penggunaan di AS, Eropa, dan di tempat lain pada akhir bulan September.

Setelah kedua hal ini tercapai, perusahaan itu akan mampu memproduksi hingga 100 juta dosisi per bulan.

"Banyak dari dosis vaksin pertama kita akan dikirim ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata CEO Novavax Stanley Erck.

Baca: Trio Fauqi Meninggal Setelah Divaksin AstraZeneca, Anies Baswean Langsung Koordinasi dengan Kemenkes

Menurut dari dari Universitas Oxford, Lebih dari setengah penduduk AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Namun, hanya ada kurang dari 1 persen penduduk di kawasan negara-negara berkembang yang telah menerima satu suntikan.

Vaksin Novavax menjadi vaksin Covid-19 kelima buatan barat yang mendapat izin.

Vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson sudah mendapat izin penggunaan di AS dan Eropa. Eropa menggunakan vaksin AsraZeneca.

Studi tersebut melibatkan hampir 30.000 orang dari umur 18 dan di atasnya.

Baca: Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Pfizer Sukses di Israel, Pasien Positif Usia 60-an Turun hingga 60%

Dua pertiga menerima dua dosis, dengan selang tiga pekan, dan lainnya mendapat suntikan yang bukan berisi vaksin.

Hampir setengah dari relawan adalah orang kulit hitam, Hispanik, Amerika Asia, atau pribumi Amerika. Sebanyak 6 persen dari relawan berada di Meksiko.

Sebanyak 37 persen dari mereka memiliki masalah kesehatan yang membuat mereka berisiko tingga. Selain itu, ada sebanyak 13 persen yang berusia 65 tahun atau lebih.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved