Bali Shell Museum

Bali Shell Museum merupakan museum kerang pertama di Indonesia.


zoom-inlihat foto
Bali-Shell-Museum.jpg
Pinterest
Bali Shell Museum

Bali Shell Museum merupakan museum kerang pertama di Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bali Shell Museum adalah salah satu museum di Bali dan merupakan museum kerang pertama di Indonesia.

Museum yang yang terletak di di Jalan Sunset Road, Kuta, Bali, ini didirikan pada tahun 2009 oleh seorang kolektor dari Surabaya yang bernama Oentoeng Sutanto.

Di museum ini pengunjung bisa melihat aneka jenis kerang dan fosil sekitar 10 ribu jenis dari berbagai belahan dunia yang terdiri atas kerang dan fosil yang sudah berumur ratusan juta tahun.

Bali Shell Museum berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.500 m2 dengan koleksinya mencapai ribuan jenis kerang.

Selain menjadi objek wisata budaya, museum ini juga memenuhi aspek pendidikan.

Pemilik museum ini bernama Stephen dan ia sudah sejak kecil tertarik dengan dunia kerang.

Selama puluhan tahun ia mengumpulkan kerang, serta berkeliling ke seluruh dunia untuk mengoleksi fosil kerang langka.

koleksi di Bali Shell Museum
koleksi di Bali Shell Museum (Pinterest)

Baca: Museum Blanco Renaissance Bali

Baca: Museum Affandi

  • Sarana


Bali Shell Museum memiliki 3 lantai yang berfungsi sebagai tempat pemajangan aneka jenis kerang dan fosil dari seluruh dunia.

Lantai satu digunakan sebagai artshop yang menjual berbagai suvenir kerajinan kerang.

Pengunjung akan menyaksikan galeri indah berisi aneka aksesori berbahan kerang, seperti lampu, pajangan dinding, hingga pernak-pernik yang ditata apik.

Perjalanan menyusuri museum bermula di lantai 2, diawali dengan pemutaran film dokumenter mengenai kehidupan biota laut yang akan membuka pengetahuan pengunjung tentang berbagai spesies unik di laut.

Setelah selesai menonton film dokumenter, pengunjung akan melihat berbagai koleksi kerang dengan ukuran dan umur yang beragam. 

Kemudian di lantai 3, pengunjung akan diperlihatkan pada museum biota laut, dimana di lantai ini tersimpan koleksi yang tak kalah uniknya, seperti Cypraea moneta yang konon dulu kerang jenis ini pernah dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah.

Selain itu, di lantai tiga juga terdapat berbagai fosil jenis bintang laut, hiu, bulu babi, dan lain sebagainya.

Salah satu fasilitas yang disediakan di museum ini adalah home theater, yang berisi mengenai proses pencarian dan penemuan fosil-fosil yang ada di museum ini.

Dengan demikian, selain bisa melihat bentuk dan wujud benda-benda purba itu, pengunjung juga berkesempatan untuk melihat di balik kesusahan prosesi penemuan dan pencarian kerang-kerang ini.

  • Koleksi


Aneka fosil yang dipamerkan di Bali Shell Museum tidak hanya dari spesies binatang laut saja, melainkan juga binatang dari daerah gurun, pegunungan maupun perbukitan.

Beberapa jenis kerang yang dipajang di museum ini di antaranya  sebagai berikut.

Cypraea moneta adalah fosil kerang yang pada zaman dahulu digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, atau sebagai pengganti uang

Crinions adalah fosil kerang terbesar di Asia yang memiliki lebar 1,4 meter dengan berat 170 kilogram

Crinoid adalah fosil kerang yang mirip dengan tumbuhan bunga yang berumur sekitar 440 juta tahun

• Fosil kerang yang memiliki bentuk seperti cumi-cumi yang berusia sekitar 400 juta tahun

• Fosil kerang Orthoceras yang berumur sekitar 395 juta tahun

Baca: Museum Bahari

Baca: Neka Art Museum

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Jenis Museum Fosil
Jam Buka 09.30 - 21.00 WITA
Tiket Masuk Rp 30.000-50.000
Alamat Jl. Made Lebah No.36, Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
   


Sumber :


1. ksmtour.com
2. www.kintamani.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved