Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Bahari ialah museum yang menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa.
Museum Bahari merupakan salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.
Museum Bahari memberikan edukasi dan informasi tentang sejarah dunia maritim dan pengaruhnya ke ekonomi di Indonesia.
Mulai dari zaman kerajaan, zaman perkembangan Islam, zaman penjajahan hingga zaman sekarang.
Koleksi Musuem Bahari mencapai 126 yang meliputi 19 perahui asli dan 107 miniatur biota laut dan beberapa fot. (1)
Baca: Kampung Akuarium
Baca: 17 AGUSTUS - Seri Tempat Sejarah: Kota Tua Jakarta
Sejarah #
Museum Bahari memiliki sejarah perjalanan panjang, mulai dari zaman VOC bangunannya itu sempat dijadikan gudang rempah, hingga kini memuat berbagai koleksi kemaritiman dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Kepala Museum Bahari Husnison Nizar, bagian tertua dari museum ini mulai dibangun pada 1652 semasa akhir kepemimpinan Gubernur Jendral Christoffel van Swoll. Pembangunannya pun dilaksanakan bertahap hingga 1774.
Pada masa VOC, gedung ini berfungsi sebagai gudang penyimpanan, pemilihan, penjemuran, dan pengepakan rempah-rempah.
Selain itu, sisi barat Museum Bahari dulunya dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat, juga kerap digunakan untuk penyimpanan sejumlah komoditi berharga yang dijual di Nusantara, seperti tembaga, timah hingga tekstil milik VOC.
Beralih ke masa pendudukan Jepang, bangunan ini hanya dijadikan sebagai tempat menyimpan logistik tentara Jepang, seperti menyimpan persenjataan dan bahan pangan.
Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang.
Masih dalam bangunan yang sama sejak VOC, barulah Museum Bahari diresmikan pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, lengkap dengan menara-menara kawal VOC di dalamnya.
Banyak sekali kelebihan museum ini yang tercatat dalam sejarah.
Diantaranya menjadi tembok warisan VOC terakhir di Nusantara, juga karena ragam koleksinya yang paling lengkap perihal kemaritiman di nusantara. (2)
Interior #
Awal berdirinya bangunan ini ketika masa pendudukan Belanda dengan dilakukan peletakan batu pertama sebagai simbol akan dibangunnya gedung, yaitu pada tahun 1652.
Gedung A selesai pada tahun 1719, Gedung B tahun 1774, dan Gedung C tahun 1773, kemudian disahkan sebagai museum pada 7 juli 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.
Pintunya terbilang unik karena berbentuk setengah lingkaran.
Hal ini karena pada zaman dahulu bangunan tersebut adalah gedung untuk menyimpan rempah-rempah oleh VOC.
Selain pintu, bangunan ini juga dihiasi oleh banyak jendela pada sisi kanan dan kiri dengan tujuan untuk menjaga kelembapan dan keawetan, serta untuk keluar masuknya sirkulasi udara agar rempah-rempah yang ada dapat terjaga dengan baik.
Bangunan ini memiliki langit-langit bangunan dengan tiang penyangga yang terbuat dari kayu tebal, sehingga tidak mudah lapuk.
Bahkan hingga kini, kayu tebal tersebut masih terjaga dengan baik keasliannya.
Museum Bahari memiliki tiga bangunan yang berbeda dengan dua lantai, yakni Gedung A, Gedung B, dan Gedung C.
Pada lantai satu Gedung A terdapat dua ruangan, yakni ruang awal perkembangan pelayaran nusantara dan ruang temporer yang memiliki tema berbeda setiap bulannya, serta pada lantai dua berisi perpustakaan, ruang diorama bangsa yang ada di Sunda Kelapa, dan ruang diorama penjelajah asing yang singgah di Batavia.
Beralih ke Gedung B, terdapat ruang auditorium, souvenir shop berbagai miniatur kapal, cafe, dan ruang rapat.
Kemudian pada Gedung C terdapat satu ruangan besar berisi perahu-perahu asli yang dibawa langsung dari berbagai daerah nusantara.
Pada lantai dua terdapat aneka biota laut yang sudah diawetkan dengan diletakan pada sebuah etalase kaca.
Pada area Museum Bahari, terdapat pula bangunan Menara Syahbandar yang pada zaman dahulu digunakan sebagai Menara pengawas dan pengatur lalu lintas kapal yang ada di Pelabuhan Batavia. (3)
Koleksi #
Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri dari berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC.
Selain itu terdapat juga berbagai model dan miniatur kapal modern serta perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran.
Disana juga terdapat peralatan yang digunakan oleh pelaut pada zaman dahulu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.
Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia serta aneka perlengkapan, cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara.
Museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam. (4)
Baca: Taman Mekarsari
Baca: Monumen Nasional (Monas)
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Alamat | Jl. Ps. Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kec. Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440 |
|---|
Sumber :
1. sejarahlengkap.com
2. travel.kompas.com
3. www.goodnewsfromindonesia.id
4. id.wikipedia.org