Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rukun Iman ialah tiang-tiang fondasi keimanan dari seorang muslim.
Apabila ia memiliki dan mengamalkan rukun iman, ia akan memiliki keimanan yang kuat.
Namun, apabila ia mengabaikan rukun iman dalam hidupnya, ia akan dengan mudah diguncang hatinya dengan berbagai masalah dan kegelisahan dalam keimanan.
Rukun iman telah dicantumkan di dalam Al-Qur’an pada surat Al Baqarah ayat 177 yang artinya: “Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.”
Ayat tersebut menjelaskan bahwa terdapat lima hal yang mampu menjadi dasar keimanan atau sumber kebaikan dalam islam.
Sedangkan dalam surat Al Baqarah ayat 285, menyebutkan : “Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari tuhannya demikian pula orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab Nya, dan rasul-rasul Nya. Kami tidak membeda-bedakan antara seorang rasul dengan yang lainnya.”
Baca: Malam Lailatul Qadar
6 Rukun Iman #
Terdapat enam rukun iman yang didasarkan pada ayat-ayat Jibril pada kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab. Berikut keenam rukun iman tersebut:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada rasul
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada qodho dan qodar (1)
Makna 6 Rukum Iman #
1. Iman kepada Allah SWT
Iman kepada Allah SWT menjadi dasar dari iman, sebab sebagai umat Islam harus mengakui keesaan Allah swt.
Dia merupakan pencipta di alam semesta, penguasa langit maupun bumi, serta Tuhan yang wajib disembah dengan sifat tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Meyakini akan hadirnya Allah tidak hanya dengan kata-kata semata melainkan harus diwujudkan melalui tindakan.
Caranya yaitu dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar, yaitu melakukan segala perintah serta menjauhi larangan yang menghantar ke jurang kesesatan.
2. Iman kepada Malaikat
Malaikat merupakan makhluk Allah yang diciptakan dari nur/cahaya dan tidak diberi nafsu.
Oleh sebab itu, mereka selalu taat kepada segala perintah serta ketetapan.
Meskipun malaikat tidak terlihat, manusia harus meyakini keberadaannya dengan tugas mereka masing-masing.
Makna dari beriman kepada malaikat ialah meyakini bahwa Allah swt. telah menciptakan para malaikat dan meyakini bahwa
1. malaikat bukanlah laki-laki ataupun perempuan;
2. malaikat tidak makan dan minum;
3. malaikat tidak tidur;
4. malaikat tidak menikah dan tidak memiliki nafsu;
5. malaikat adalah makhluk yang mulia.
Jumlah malaikat Allah tidak terhitung banyaknya. Namun, terdapat 10 malaikat yang wajib diketahui oleh seorang muslim, yaitu
1. Jibril (menyampaikan wahyu),
2. Mikail (menyampaikan rezeki),
3. Israfil (peniup sangkakala),
4. Izrail (pencabut nyawa),
5. Munkar dan Nakir (penanya ruh di alam barzah),
6. Raqib dan Atid (pencatat amal manusia),
7. Malik (penjaga pintu neraka), dan
8. Ridwan (penjaga pintu surga).
3. Iman kepada Kitab Allah Swt.
Allah menjelaskan ajaran-Nya melalui kitab yang diturunkan kepada para Rasul melalui perantara malaikat.
Ajaran di dalamnya harus disampaikan kepada umat manusia yang mengimaninya secara utuh tanpa adanya kelalaian.
Kitab-kitab ini sebagai pedoman dan pegangan hidup umat dikala para Rasulullah telah wafat.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kelalaian yang mengakibatkan terpecah belahnya akidah dan keyakinan mereka.
Meskipun demikian terdapat penerusnya yaitu para sahabat dan ulama.
Jumlah kitab yang Allah SWT telah turunkan berjumlah empat kitab. Keempat kitab tersebut yaitu
1. Al-Quran (diturunkan untuk Nabi Muhammad saw),
2. Injil (diturunkan untuk Nabi Isa),
3. Taurat (diturunkan untuk Nabi Musa), dan
4. Zabur (diturunkan untuk Nabi Daud).
4. Iman kepada Nabi dan Rasul Allah Swt.
Iman kepada nabi dan Rasul-Nya artinya setiap muslim meyakini bahwa Allah Swt. telah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu-Nya.
Jumlah keseluruhan nabi menurut satu riwayat adalah 124.000 nabi. Sementara para Rasul keseluruhan berjumlah 313 orang.
Dari sekian banyak Nabi dan Rasul, yang wajib umat muslim ketahui berjumlah 25, yaitu:
1. Adam as
2. Idris as
3. Nuh as
4. Hud as
5. Shaleh as
6. Ibrahim as
7. Luth as
8. Ismail as
9. Ishak as
10. Ya`qub as
11. Yusuf as
12. Ayub as
13. Syu`ib as
14. Musa as
15. Harun as
16. Zulkifli as
17. Daud as
18. Sulaiman as
19. Ilyas as
20. Ilyasa` as
21. Yunus as
22. Zakaria as
23. Yahya as
24. Isa as
25. Muhammad SAW.
5. Iman kepada Hari Akhir (Kiamat)
Seorang muslim wajib mengimani adanya hari akhir untuk menunjang semangat dalam beribadah serta sebagai bukti bahwa hari pembalasan benar adanya dan seluruh manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Peristiwa hari kiamat akan membinasakan seluruh semesta berserta isinya yang terjadi dalam dua fase, yakni kiamat sugro (kecil) dan kiamat kubro (besar).
Kiamat sugro adalah terjadinya kejadian hancurnya jagat raya dengan skala yang kecil, seperti bencana alam tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan sebagainya.
Kiamat kubro adalah kiamat yang sesungguhnya, yaitu proses hancurnya alam semesta beserta seluruh penghuninya.
Kiamat kubro ini merupakan salah satu tanda dimulainya kehidupan akhirat.
Dengan demikian, manusia akan mulai ditimbang dan dipertanggungjawabkan segala amalnya di dunia.
Tanda-tanda hari kiamat kubro ini ialah munculnya Dajjal, turunnya Yakjuj dan Makjuj, terbitnya matahari dari barat dan lain-lain.
6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Takdir sendiri terbagi menjadi dua yaitu tetap, sebagai contoh yaitu kematian, jodoh, dan rezeki.
Sementara yang kedua adalah dapat diubah dengan berusaha serta berdoa kemudian diiringi ketaqwaan.
Manusia perlu meyakininya sebagai rujukan bahwa semua hal merupakan kehendak dan kuasa Allah SWT.
Qadha bermakna sesuatu yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu.
Sedangkan Qadar bermakna sesuatu yang telah ditentukan Allah SWT sejak zaman azali. (2) (3)
Baca: Asmaul Husna
Baca: Takbiran
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Pengertian | Pilar keimanan |
|---|