Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lailatul Qadar adalah malam yang mulia dan ditunggu-tunggu oleh umat muslim ketika bulan Ramadhan.
Pengertian dari malam Lailatul Qadar sendiri, berdasarkan surat Al Qadr berarti kemuliaan.
Kemuliaan yang didapat dari Lailatul Qadar disebutkan lebih baik daripada seribu bulan atau 83 tahun 4 bulan.
Pada malam 10 hari terakhir, banyak keutamaan yang dapat diraih.
Salah satunya yakni menghabiskan malam guna mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan, malam Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al Quran dari Lauful Mahfudz ke Baitul Izzah (langit) dunia.
Baca: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar yang Jatuh pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Baca: Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar yang Jatuh pada Malam Ganjil, Berikut Penjelasannya
Selain itu, lanjut Cholil, malam Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam yang sempit karena para malaikat turun ke Bumi.
Pada malam Lailatul Qadar, juga sebagai malam penentuan nasib sesorang.
Tanda-tanda #
Penceramah Ustaz Maulana menjelaskan beberapa hal mengenai tanda atau ciri datangnya malam Lailatul Qadar.
Diriwayatkan dari Imam Muslim, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Imam Muslim, 762).
Kemudian, riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda:
"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan." (HR. Al Baihaqi).
Baca: Penjelasan tentang Nuzulul Quran dan Malam Lailatul Qadar serta Hubungan Antara Keduanya
Baca: Hajar Aswad
Tanda-tanda lainnya yakni:
- Udara yang tenang dan sejuk
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata:Rasulullah SAW bersabda:
"Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
- Matahari terbit dengan teduh
Ciri-ciri malam Lailatul Qadar adalah cahaya mentari teduh, cerah tak bersinar kuat keesokannya.
Dasarnya dari hadis Ubay bin Ka'ab radliyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR. Muslim). (1)
Keistimewaan #
Lailatul qadar dipercaya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Baca: Mudik
Kebaikan yang diperoleh seorang muslim pada malam tersebut melebihi nilai dari jangka waktu seribu bulan atau 83 tahun.
Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad bersabda: "Di dalam bulan Ramadhan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan." (HR An Nasai No. 2106, shahih).
Disebutkan bahwa pada malam lailatul qadar, doa-doa yang dipanjatkan akan diaminkan oleh malaikat yang turun ke bumi, sehingga doa-doa akan terkabul.
Pada malam itu, seseorang mendapatkan keberkahan berupa pahala berlipat ganda, dan ditentukan segala urusan dan peraturan mulai tahun itu sampai tahun berikutnya.
Sebagian umat muslim menyambut lailatul qadar dengan ibadah, doa, bahkan melakukan itikaf di masjid, menjemput malam istimewa di bulan suci. (2)
Amalan #
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan saat malam lailatul qadar:
1. Tadarus Al Quran
Hadis tentang keutamaan membaca Al Quran yang terkenal adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud sebagai berikut:
"Abdullah ibn Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf," (HR. At-Tirmidzi).
Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan waktu turunnya Al Quran.
Untuk itu, umat musim sangat dianjurkan membaca atau tadarus Al Quran.
2. Memperbanyak Doa
Amalan yang paling mudah dilakukan di 10 hari terakhir ramadan adalah memperbanyak doa.
Rasulullah SAW juga memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu.
Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu anna" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).
3. Salat Malam
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam." (HR Muslim).
Salat malam merupakan salat yang paling utama setelah salat lima waktu.
4. Iktikaf
Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat muslim disunahkan untuk beriktikaf.
Iktikaf merupakan berdiam diri di masjid dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Zikir
Perintah untuk berzikir kepada Allah terdapat dalam beberapa surat di Al Quran, satu di antaranya pada surat Al Araf ayat 205.
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya."
Zikir merupakan amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, kapan pun dan di mana pun. (3)
Doa #
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allaahumma innaka ‘afuwwun uhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.
Dianjurkan juga membaca surah Al-Baqarah: 201.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar.
Artinya: Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka. (4)
(TribunnewsWiki.com/Puan)
| Nama | Malam Lailatul Qadar |
|---|
Sumber :
1. www.kompas.com
2. www.kompas.com
3. www.tribunnewswiki.com
4. www.tribunnews.com