Aksi tak terekam CCTV
Korban sempat kebingungan karena motor itu milik istrinya yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
"Di lokasi tak ada cctv. Kami cek cctv di beberapa ruas jalan dekat lokasi juga tak terekam," terangnya.
Tanpa berpikir panjang hari itu juga korban didampingi pemilik barbershop lekas melapor ke pihak kepolisian.
Selang tiga hari kemudian,pelaku pencurian dapat terungkap, tepatnya pada Selasa (1/6/2021) siang.
Proses pengungkapan pelaku pencuri motor juga terhitung unik lantaran karena tak sengaja.
Awalnya ada seorang pedagang angkringan dekat barbershop melihat dua bocil mengendarai sepeda motor melintas di depan rumahnya.
Pedagang tersebut merasa tak asing dengan motor yang dikendarai pelaku.
Dia pun berinisiatif mefoto motor itu dan mengirimkan ke korban melalui whatsapp.
Ternyata benar meski tanpa pelat nomor dan spion pemilik mudah mendeteksi motornya sebab ada ciri khusus berupa stiker dan goresan bekas terjatuh di bodi motor.
Para bocil pencuri motor lantas diamankan oleh warga.
"Awalnya pelaku mengelak namun selepas diinterogasi warga akhirnya mau mengakui perbuatannya," katanya.
Dia mengungkapkan, pelaku sudah tiga kali mencuri sepeda motor di wilayah Karangayu.
Hanya saja kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan karena pelaku masih anak-anak.
Pelaku dihadapan warga mengaku ingin memiliki sepeda motor sehingga nekat mencuri.
Motor hanya digunakan buat gaya-gaya agar keren bukan untuk dijual.
"Korban sebenarnya ingin kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan namun pelakus sudah melakukan aksinya berulang kali," katanya.
Baca: Disorot karena Beri Hukuman Tak Wajar, Pria Penyeret Anak yang Curi Kotak Amal di Aceh Minta Maaf
Baca: Viral Bocah di Aceh Diseret karena Curi Kotak Amal Buat Makan, Warganet Serang Pemberi Hukuman
Sementara itu, pedagang angkringan, Saiful menjelaskan, sempat curiga saat pelaku mengendarai motor mirip dengan milik karyawan babershop yang belum lama hilang.
Dia pun mengikuti pelaku dan memfoto motor tersebut saat pelaku berada di rumah temannya di wilayah Krobokan, Semarang Barat.
Setelah korban mengkonfirmasi kebenaran kendaraan miliknya mereka lantas mengejar pelaku dengan membawa STNK dan BPKB.