Qasr Al-Basha

Qasr Al-Basha dikenal sebagai Radwan Kastil atau Napoleon Fort merupakan sebuah istana besar dan tempat sekolah putri serta museum yang terletak di Kota Tua dari Gaza.


zoom-inlihat foto
Qasr-Al-Basha-2.jpg
EMMANUEL DUNAND - AFP
Qars Al Basha

Qasr Al-Basha dikenal sebagai Radwan Kastil atau Napoleon Fort merupakan sebuah istana besar dan tempat sekolah putri serta museum yang terletak di Kota Tua dari Gaza.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Qasr Al-Basha dikenal sebagai Radwan Kastil atau Napoleon Fort merupakan sebuah istana besar dan tempat sekolah putri serta museum yang terletak di Kota Tua dari Gaza.

Menjadi salah satu istana terakhir di tengah konflik perebutan tanah milik Palestina.

Sejak akhir abad ke 19 gencatan bersenjata dari para zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina.

Zionis Israel berusaha merebut Gaza demi menemukan Tabut Perjanjian yang dipercayai berisi Sepuluh Perintah Allah dengan menghancurkan berbagai bangunan Palestina.

Qasr Al-Basah merupakan satu peninggalan istana megah yang berubah menjadi museum yang menyimpan kenangan Palestina. (1) 

Baca: Dome of the Rock

Seorang pria Palestina berjalan di tengah puing-puing pada 12 Mei 2021 di depan Menara Al-Jawhara yang rusak parah di Kota Gaza yang dilanda serangan udara Israel semalam.
Seorang pria Palestina berjalan di tengah puing-puing pada 12 Mei 2021 di depan Menara Al-Jawhara yang rusak parah di Kota Gaza yang dilanda serangan udara Israel semalam. (AFP/MAHMUD HAMS)

  • Periode Mamluk


Lantai pertama Qasr Al-Basha dibangun oleh sultan Mamluk Zahir Baibars pada pertengahan abad ke-13.

Jasadnya memperlihatkan landmark Baibars yang merupakan patung relief dua singa yang saling berhadapan.

Pola geometris dan kubah, kipas dan kubah silang merupakan ciri khas arsitektur Mamluk di bawah pemerintahan Bahri.

Pada abad ke-13 M, ketika Baibars masih menjadi jenderal yang memerangi Tentara Salib dan Mongol di seluruh Levant, dia melewati Gaza pada beberapa kesempatan.

Tempat kunjungannya, Baibars diyakini telah menikah di Gaza dan membangun rumah besar untuk istri dan anak-anaknya dari Gaza. Dikatakan bahwa Qasr Al-Basha adalah sisa-sisa rumah ini. (2)

Baca: Afghanistan

  • Periode Ottoman


Lantai kedua bangunan ini sebagian besar dari konstruksi era Ottoman.

Pada abad ke-17, Qasr Al-Basha berfungsi sebagai benteng rumah dari dinasti Radwan yang berkuasa, maka dari itu dinamai "Kastil Radwan" .

Pasha merupakan gubernur yang ditunjuk oleh gubernur Ottoman di Provinsi Damaskus.

Selama ini benteng dilengkapi dengan celah panah dan lorong bawah tanah sebagai alat pertahanan.

Di dalam kompleks terdapat penginapan tentara, masjid , lumbung, gudang senjata, dan meriam.

Ketinggian struktur tersebut menjadikan Qasr al-Basha sebagai titik strategis di Gaza. (1)

Baca: Zhurong

  • Periode modern


Selama periode Mandat Inggris di Palestina digunakan sebagai kantor polisi, dan selama pemerintahan Mesir di Gaza, Qasr Al-Basha diubah menjadi sekolah yang dikenal sebagai Sekolah Putri Ferial untuk Anak Perempuan.

Setelah Farouk I dari Mesir digulingkan di Kairo , sekolah tersebut diubah namanya menjadi Sekolah Menengah untuk Putri al-Zahra.

The United Nations Development Programme (UNDP) melakukan proyek, yang didanai oleh hibah dari Jerman Bank Pembangunan (KFW) , untuk transformasi Qasr Al-Basha menjadi museum.

UNDP membangun fasilitas baru untuk sekolah perempuan, dan pemulihan Istana Pasha dimulai di bawah pengawasan ketat Departemen Purbakala dan Warisan Budaya Otoritas Palestina. (2)

Baca: Damaskus

 

  • Qasr Al-Basha Beralih Fungsi Jadi Museum


Qasr Al-Basha bertransformasi menjadi museum.

Proyek tersebut dikelola oleh The United Nations Development Programme (UNDP) atau jaringan pembangunan global PBB.

Sumber dana proyek diperoleh dari hibah German Development Bank (KfW). UNDP membangun fasilitas baru bagi sekolah perempuan dan pemulihan Istana Pasha.

Proyek ini dibawah pengawasan ketat Departemen Purbakala dan Warisan Budaya Otoritas Palestina.

Pertama kali yang dikerjakan adalah halaman museum, pemasangan pintu, jendela, dan gerbang baru serta memperbaiki bagian depan Istana. Untuk tahap kedua, penataan etalase dan furnitur di museum.

Barang-barang tersebut berupa berbagai koleksi milik Qasr Al-Basha, termasuk sekitar 350 artefak peninggalan Neolitik, Mesir Kuno, Fenisia, Persia, Helenistik, dan Romawi.

Bangunan kecil di depan istana juga direnovasi menjadi pintu gerbang museum. Selain menjadi museum, tempat ini menyelenggarakan kegiatan budaya dan pendidikan bagi masyarakat Gaza. (1)

Baca: Nablus (Palestina)

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Alamat
Lokasi Gaza
Jam buka 07.00-14.30
   


Sumber :


1. www.scmedia.id
2. www.ps.undp.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved