Damaskus

Damaskus atau Damsyik merupakan ibu kota dan kota terbesar di Suriah dimana kota ini merupakan salah satu kota tertua yang dihuni manusia, selain Al-Fayyum, dan Gaziantep.


zoom-inlihat foto
Damaskus-Ibu-Kota-Suriah.jpg
banjarmasin.tribunnews.com
Kabar Terkini dari Damaskus Ibu Kota Suriah, Mahasiwa Indonesia dalam Kondisi Aman

Damaskus atau Damsyik merupakan ibu kota dan kota terbesar di Suriah dimana kota ini merupakan salah satu kota tertua yang dihuni manusia, selain Al-Fayyum, dan Gaziantep.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Damaskus atau Damsyik merupakan ibu kota dan kota terbesar di Suriah dimana kota ini merupakan salah satu kota tertua yang dihuni manusia, selain Al-Fayyum, dan Gaziantep.

Damaskus dibangun sekitar 3.000 tahun SM. Populasinya saat ini diperkirakan sekitar 3.67 juta jiwa.

Secara geografis, Damaskus terletak di sebelah Barat Daya Suriah.

Ibu kota Republik Arab Suriah itu berada di oasis suatu dataran separuh gersang.

Damskus juga berbatasan dengan Pegunungan Anti-Lebanon di sebelah Timur.

Di sebelah Tenggara, kota ini berdekatan dengan Beirut, Lebanon.

Damaskus juga dilalui Sungai Barada yang telah mengalirkan air selama ribuan tahun.

Berganti zaman, berganti pula penguasa Damaskus. Secara bergantian, kerajaan Assyria, Yunani, Romawi dan Bizantium menguasai wilayah ini.

Islam mulai menginjakkan pengaruhnya di kota itu pada era kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab.

Suasana di sekitar Gerbang Damaskus
Suasana di sekitar Gerbang Damaskus (AFP)

Baca: Negara Palestina

Baca: Palestine Liberation Organization (PLO)

Panglima perang seperti Khalid bin Walid, Amr bin AS, Abu Ubaidah bin Jarrah, Yazid bin Abu Sufyan berhasil menunaikan tugasnya untuk menaklukan Suriah dan Palestina dari kekuasaan Romawi.

Secara resmi, Damaskus berada dalam kekuasaan Islam pada September 635 M.

  • Etimologi


Nama Damsyik pertama kali muncul dalam daftar geografi raja Thutmose III sebagai T-m-ś-q pada abad ke-15 SM.

Etimologi nama kuno "T-m-ś-q" tidak jelas, diduga pre-Semitik.

Ditulis sebagai Dimašqa dalam bahasa Akkadia, T-ms-ḳw dalam bahasa Mesir, Damaśyq dalam bahasa Aram kuno dan Damesyeq  dalam bahasa Ibrani.

Ejaan Akkadia dijumpai dalam Surat-surat Amarna, dari abad ke-14 SM. Kemudian nama Aram sering kali ditambahi huruf resh (huruf r), mungkin dipengaruhi akar kata dr, artinya "tempat tinggal", menjadi ejaan Qumranik Darmeśeq dan Darmsûq dalam bahasa Syria.

Nama bahasa Inggris dan Latin, "Damascus" diimpor dari bahasa Yunani: Δαμασκός, yang berasal dari nama Aram "tempat yang diairi dengan baik".

Dalam bahasa Arab, kota ini disebut Dimashqu-sh-Shām (دمشق الشام), meskipun sering disingkat menjadi Dimashq atau ash-Shām oleh penduduk Damsyik serta negara-negara Arab tetangganya.

Ash-Shām adalah istilah Arab untuk "utara" dan untuk "Suriah"; negara Suriah pernah disebut Bilādu-sh-Shām (بلاد الشام / "tanah utara").

Baca: Mahmoud Abbas

Baca: Israel Defense Forces (IDF)

Masjid Umayyah di Kota Damaskus, Suriah.
Kota Damaskus dikenal sebagai kota pemurah dan dermawan. Masjid Umayyah di Kota Damaskus, Suriah.

  • Sejarah


Damaskus berada dalam kekuasaan Islam pada September 635 M.

Proses Islamisasi berlangsung damai dan lancar. Penguasa Islam tetap menghormati kebebasan beragama.

Sejak itulah, Suriah menjadi salah satu provinsi pemerintahan Khulafa Rasyidin yang berpusat di Madinah.

Gubernur pertama Suriah adalah Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Pada era kepemimpinannya, Usman bin Affan kerap berkunjung ke provinsi itu.

Ketika konstelasi politik di dunia Islam berubah, pada tahun 661 M Mu'awiyah bin Abu Sufyan mendirikan Dinasti Umayyah dan mendapuk Damaskus sebagai ibu kota pemerintahannya.

Salah satu agenda Dinasti Umayyah adalah memperluas wilayah penyebaran Islam hingga ke Afrika Utara, Spanyol, Asia Tengah, Persia, serta India.

Menjadikan wilayah kekuasaan Islam pada abad pertengahan semakin meluas.

Sekitar tahun 750 M, Dinasti Umayyah digulingkan Dinasti Abbasiyah dan ibu kota pemerintahan berpindah ke Baghdad.

Ketika kekuasaan Abbasiyah memudar, pada 875 M penguasa Mesir Ahmad ibnu Tulun mengambil alih kota itu.

Pada 945 M, Dinasti Hamdanids mengambil alih Damaskus. Sekitar tahun 968 M dan 971 kota itu dikuasai Qaramita.

Setelah itu, Dinasti Fatimiyyah di Kairo menguasai Damaskus. Sejak abad ke-11, Dinasti Seljuk menguasai kota itu.

Pada 1260 M bangsa Mongol menaklukan Damaskus. Tiga abad berikutnya, Turki Usmani berkuasa di kota itu.

Pada 1946 Suriah memproklamirkan kemerdekaannya. Hingga kini, Damaskus tetap menjadi ibu kotanya.

Baca: Jalur Gaza

Baca: Arab Saudi

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Luas 105 km²
Perkotaan 77 km²
Populasi 2,079 juta (2019)
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved