Yoyok Hery Wahyono

Yoyok Hery Wahyono adalah pengusaha yang dikenal sebagai pemilik Waroeng Spesial Sambal (SS).


zoom-inlihat foto
Yoyok-Hery-Wahyono.jpg
Instagram/Yoyokhw
Yoyok Hery Wahyono sedang memberikan motivasi kepada para karyawannya.

Yoyok Hery Wahyono adalah pengusaha yang dikenal sebagai pemilik Waroeng Spesial Sambal (SS).




  • Tentang


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Yoyok Hery Wahyono adalahpemilik Waroeng Spesial Sambal (SS).

Yoyok, begitu sapaan akrabnya, memulai bisnis Waroeng SS ini dengan tenda kaki lima di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sesuai dengan namanya, di warung tersebut sambal sebagai sajian utamanya. 

Terdapat berbagai jenis sambal di sini, mulai sambal dabu-dabu kuah, sambal jamur, jengkol, terong, hingga matah. sebagainya. 

Baca: Erlyanie

Waroeng SS diawali dengan hanya satu lapak tenda di Jalan Kaliurang yang berada di wilayah kampus UGM, tepatnya di trotoar sebelah barat gedung Grha Sabha Pramana

Warung ini buka pertama kali pada tanggal 20 Agustus 2002.

Delapan belas tahun kemudian Waroeng SS sudah berkembang menjadi 98 cabang tersebar di lebih dari 40 kota meliputi wilayah Jawa–Bali, dan ada 2 cabang berada di Kuala Lumpur.

Adalah Yoyok Hery Wahyono, putra asli Boyolali kelahiran 2 September 1973, pria hebat di balik berkibarnya bisnis Waroeng SS. 

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Teknik Kimia UGM itu memulai usahanya disebabkan oleh semacam ‘kecelakaan’, bukan benar-benar murni bisnis yang direncanakan. 

Yoyok Hery Wahyono sedang berada di dapur.
Yoyok Hery Wahyono sedang berada di dapur. (Instagram/YoyokHW)

Baca: Dewa Eka Prayoga

Saat itu studinya mengalami stagnan dan terancam tidak lulus. 

Yoyok mulai khawatir jika tidak lulus bagaimana nanti bisa memperoleh pekerjaan.

Sebenarnya pada waktu itu Yoyok sudah punya usaha dalam bidang event organizer

Pendapataanya cukup besar, tetapi tidak tetap. Dia ingin mempunyai usaha yang bisa menghasilkan pendapatan yang tetap meskipun tidak terlalu besar. 

Baca: Jaya Setiabudi

Setelah dipikir secara saksama, dengan pertimbangan dunia masak-memasak adalah passionnya dan hasil masakannya khususnya yang berbahan sambal disukai oleh teman-temannya, maka Yoyok akhirnya mendirikan warung tenda pertamanya di Jalan Kaliurang dengan sajian andalan sambal pedas yang diberi nama Waroeng Spesial Sambal.

Modal Awal

Saat merintis Waroeng SS tahun 2002 bersama 5 karyawannya, modal Yoyok hanya Rp9 juta. 

Modal tersebut Rp3 juta dari tabungannya sendiri dan Rp6 juta dari modal saudara sepupunya. 

Sambal dipilih sebagai jualan utamanya karena menurut Yoyok sebenarnya pangsa pasar sambal di Yogyakarta masih sangat luas, tetpau kebanyakan dijual dengan cita rasa pedas manis. 

Baca: Yasa Singgih

Pilihannya menyediakan menu sambal pedas berbagai jenis rupanya sangat tepat. 

Tak butuh waktu lama, warungnya laris manis dikunjungi banyak penggemar kuliner pedas. 

Namun laris di sini bukan berarti ia meraup keuntungan banyak karena memang yang lebih dulu dikejar adalah larisnya dan mempopulerkan brand Waroeng SS bukan laba.

Satu setengah tahun merintis usaha dalam bidang kuliner, Yoyok belum mendapatkan keuntungan, tetapi tetap bisa berjalan karena uang perolehan penjualan masih bisa diputar sebagai modal, dengan omzet Rp30 juta setiap bulannya waktu itu. 

Keuntungan didapat setelah menjalankan langkah-langkah efisiensi dalam pembelian bahan baku, cara memasak, penghematan bahan bakar dll. Jadi. keuntungan tidak didapat dari menaikkan harga produk.

Baca: Rico Huang

Karena menjalankan bisnis dengan otodidak, Yoyok berjualan sembari masih belajar. 

Kombinasi mau belajar dan bekerja keras akhirnya yang berhasil membesarkan Waroeng SS dan menjadi semakin berkembang. 

Satu demi satu cabang baru berdiri menyebar luas meliputi wilayah Jawa–Bali. 

Dukungan para ‘Big Boss’, sebutan WSS untuk para konsumen, juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. 

Meski manajemen Waroeng SS sudah memiliki standar masakan maupun standar pelayanan, tetapi tanpa dukungan ‘Big Boss’ belum tentu perusahaan akan menjadi seperti sekarang ini. 

Baca: Saptuari Sugiharto

 

  • Perkembangan


Yoyok tidak pernah berpuas diri karena akan membuat terlena dan akhirnya termakan oleh pesaing.

Ia menyadari kehidupan terus bergerak, berputar seperti roda. 

Waroeng SS juga harus terus bergerak mengikuti zaman. 

Seiring kesuksesannya rupanya Waroeng SS tidak melupakan berbagi kepada sesama. 

Kebijakan yang diterapkan manajemen, Waroeng SS wajib menyisihkan 1 persen dari omzet untuk  kegiatan sosial.

Program sosial yang dibantu Waroeng SS cukup luas cakupannya, antara lain bantuan untuk panti asuhan, pondok pesantren, beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, bantuan pembangunan rumah ibadah, dukungan terhadap kegiatan mahasiswa dan perguruan tinggi, pemberdayaan penyandang disabilitas, pemberdayaan usaha mikro-kecil, pembangunan fasilitas umum seperti jalan, sumur, korban bencana alam, dan lain sebagainya.

Dana sosial Waroeng SS disalurkan ke seluruh daerah tempat Waroeng SS membuka usahanya.

Dalam menyalurkan dana sosialnya, selain menyalurkannya secara langsung, Waroeng SS juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial yang terpercaya.

Yang menarik meski cabangnya sudah mendekati 100, warung tenda bersejarah di Jl. Kaliurang masih dipertahankan sampai sekarang, karena ia adalah penanda jaman yang sangat penting dan menjadi tonggak sejarah atas pencapaian yang telah diraih oleh Waroeng SS.[1]

Sampai dengan saat ini Waroeng SS miliknya memiliki 98 cabamg di 43 kota, bahkan sudah memiliki cabang di Malaysia.

Total karyawan yang ia miliki mencapai 3.600 orang.[2]

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Info Pribadi
Nama Yoyok Hery Wahyono
Profes Pengusaha
Bisnis Waroeng Spesial Sambal (Waroeng SS)
   


Sumber :


1. banten.tribunnews.com
2. kagama.id






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved