Ziarah Kubur

Ziarah kubur merupakan kebiasaan-kebiasaan islami yang berdasar pada ayat Al-Quran dan berbagai riwayat dari Nabi Muhammad saw. dan para Imam Maksum.


zoom-inlihat foto
Warga-berziarah-kubur-di-makam-keluarganya-korban-Covid-19-di-TPU-Pondok-Ranggon-2452020.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berziarah kubur di makam keluarganya yang menjadi korban pandemi virus corona (Covid-19) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (24/5/2020). Keluarga korban Covid-19 melakukan ziarah kubur saat momen Hari Raya Idulfitri guna mendoakan keluarganya yang meninggal akibat tertular Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan

Ziarah kubur merupakan kebiasaan-kebiasaan islami yang berdasar pada ayat Al-Quran dan berbagai riwayat dari Nabi Muhammad saw. dan para Imam Maksum.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ziarah kubur merupakan kebiasaan-kebiasaan islami yang berdasar pada ayat-ayat Al-Quran dan berbagai riwayat dari Nabi Muhammad saw. dan para Imam Maksum, yang merupakan suatu perbuatan mustahab.

Ziarah kubur adalah amalan-amalan yang telah menarik perhatian kaum muslimin, dan terkait dengan hal ini tidak ada perbedaan pendapat di antara Ahlusunnah dan Syiah.

Sirah Nabi Muhammad saw., amalan sahabat, sirah kaum muslimin dan demikian juga fatwa-fatwa 4 ulama Ahlusunnah dan mazhab Syiah merupakan dalil-dalil yang paling terang atas fadhilah ziarah kubur.

Umumya di Indonesia ziarah kubur dilakukan pada saat menjelang bulan Ramadan maupun mendekati Idulfitri.

Menurut hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, melakukan ziarah kubur hukumnya adalah sunnah.

Hal itu karena ketika melakukan ziarah kubur maka secara tidak langsung akan mengingatkan kita kepada kematian yang bisa datang kapanpun dan dimanapun.

Pada dasarnya tidak ada ketentuan yang menyebutkan secara spesifik hari dan waktu yang tepat untuk melakukan ziarah kubur.

Ini penjelasan terkait ziarah kubur saat Lebaran di tengah pandemi Covid-19.
Ini penjelasan terkait ziarah kubur saat Lebaran di tengah pandemi Covid-19. (Tribunnews/Jeprima)

Baca: Idul Fitri

Baca: Lebaran

Namun menurut beberapa ulama, waktu yang tepat untuk melakukan ziarah kubur adalah pada hari Kamis setelah ashar dan pada hari Jumat.

Perlu diketahui, menurut agama Islam hari Jumat merupakan yang paling baik di antara hari-hari lain.

Salah satu hadis menyebutkan barang siapa yang melakukan ziarah ke makam orang tuanya pada setiap hari Jumat maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan dicatat sebagai bentuk bakti kepada orang tua.

  • Perkembangan


Tradisi ziarah kubur di tengah masyarakat muslim Indonesia sebenarnya telah terjadi ketika Islam mulai berkembang di Nusantara.

Walisongo adalah orang yang pertama mengembangkan tradisi nyekar atau ziarah kubur di Nusantara.

Sebenarnya, tradisi nyekar sudah ada dari zaman kerajaan Hindu atau Buddha, tetapi kemudian memperoleh sentuhan baru yang bersesuaian dengan ajaran Islam.

Menurut Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Nur Syam, di laman pribadinya, dalam Islam sendiri ziarah kubur semula dilarang oleh Nabi Muhammad saw. ketika akidah umat Islam belum kuat karena takut merusak akidah mereka.

Ini karena tradisi ziarah kubur pada masa pra-Islam ditandai dengan adanya permohonan kepada arwah orang yang meninggal.

Hal itu tentu sama dengan penyembahan terhadap arwah leluhur yang pada masa itu banyak dijumpai di berbagai belahan dunia.

Namun karena semakin kuatnya akidah umat Islam, maka Nabi Muhammad saw. kemudian membolehkan umatnya untuk ziarah kubur.

Maka, ketika Islam masuk ke wilayah yang memiliki kesamaan tradisi ziarah kubur, posisinya saling mengisi.

Hubungan ziarah makam, puasa dan Hari Raya Lebaran

Relasi ziarah dengan puasa dan Lebaran adalah sebagai prosesi mengingat kematian atau dzikr al maut.

Itu berkaitan karena puasa sendiri adalah sarana untuk tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, sementara Idul Fitri merupakan momentum saling memohon ampunan kepada sesama. Maka, ziarah adalah prosesi mengingat dzikr al maut.

Tak hanya itu, ziarah kubur di hari kemenangan merupakan momentum untuk mengingat akhir kehidupan manusia.

ILUSTRASI - Sejumlah warga melakukan ziarah kubur.
ILUSTRASI - Sejumlah warga melakukan ziarah kubur. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Pendapat Ulama

1. Imam Ahmad bin Hanbal

Ibnu Qudamah dalam kitabnya “al-Mughni” menceritakan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya pendapatnya tentang masalah ziarah kubur, manakah yang lebih utama antara ziarah kubur ataukah meninggalkannya.

Beliau Imam Ahmad kemudian menjawab, bahwa ziarah kubur itu lebih utama.

2. Imam Nawawi

Imam Nawawi secara konsisten berpendapat dengan hukum sunahnya ziarah kubur.

Imam Nawawi juga menjelaskan tentang adanya ijma’ dari kalangan ashabus Syafi’i (para pengikut Imam Syafi’i) tentang sunahnya ziarah kubur.

3. Doktor Said Ramadlan al-Buthi

Doktor Said Ramadhan al-Buthi juga berbendapat dengan pendapat yang memperbolehkan ziarah kubur.

Al-Buthi berkata, “Belakangan ini banyak dari kalangan umat Islam yang mengingkari sampainya pahala kepada mayit, dan menyepelekan permasalahan ziarah ke kubur.”

  • Dalil


قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ : نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا

Artinya : Rasulallah s.a.w bersabda: Dahulu aku telah melarang kalian berziarah ke kubur. Namun sekarang, berziarahlah kalian ke sana. (H.R. Muslim)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : اِسْتَأْذَنْتُ رَبِّيْ أَنْ أَسْتَغْفِر لأُمِّيْ ، فَلَمْ يَأذَنْ لِيْ ، وَاسْتأذَنْتُهُ أنْ أَزُوْرَ قَبْرَهَا فَأذِنَ لِيْ

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. Berkata, Rasulallah s.a.w. bersabda: Aku meminta ijin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengijinkan.

Kemudian aku meminta ijin kepada Allah untuk berziarah ke makam ibuku, lalu Allah mengijinkanku. (H.R. Muslim)

Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas bersama sang istri Sity Ruby Aliya Rajasa dan ketiga anaknya berziarah ke makam Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas bersama sang istri Sity Ruby Aliya Rajasa dan ketiga anaknya berziarah ke makam Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

وَفِى رِوَايَةٍ أُخْرَى : زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ اُمِّهِ, فَبَكَي وَاَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ (اَخْرَجَهُ مُسْلِمْ وَاْلحَكِيْم

Artinya : Dalam riwayat yang lain dari Abu Hurairah bahwa : Nabi s.a.w. ziarah ke makam ibunya kemudian menangis lalu menangislah orang-orang sekitarnya. (H.R. Muslim [hadits ke 2256], dan al-Hakim [hadits ke 1390]).

Jadi dengan demikian, menangis di dekat kubur tidaklah berimplikasi pada kekafiran, begitu juga tidak mendatangkan siksa bagi mayit yang ditangisi.

  • Tata Cara


Karena ziarah kubur hukumnya Sunnah, perlu diperhatikan tata caranya. Berikut adalah urutan tata cara ziarah kubur menurut Sunnah:

1. Diutamakan berwudhu

2. Mengucap salam kepada ahli kubur

3. Memanjatkan doa kepada Almarhum

4. Membaca ayat-ayat pendek Al-Quran

5. Jangan menginjak bagian atas kuburan

6. Jangan bertindak berlebihan

Baca: Nuzulul Quran

Baca: Malam Lailatul Qadar

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Ibadah Ziarah Kubur
Hukum Sunnah
Waktu Utama Hari Kamis setelah ashar dan hari Jumat
   


Sumber :


1. id.wikishia.net
2. nasional.kompas.com
3. islam.nu.or.id
4. www.suara.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved