Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKKI.COM - Bukchon Hanok Village merupakan deretan perumahan Hanok di kawasan Jongno-gu, Gahoe-dong, Seoul.
Hanok adalah rumah tradisional Korea Selatan pada era Dinasti Joseon.
Kawasan ini berada di antara Gyeongbokgung, Changdeokgung dan Jongmyo Shrine.
Di Bukchon Hanok Village anda tak hanya bisa menikmati wisata budaya, tetapi juga melihat secara langsung bangunan Korea Selatan pada zaman dahulu.
Untuk anda yang ingin berfoto dengan latar belakang rumah Hanok, anda bisa datangi Bukchon Hanok Village secara gratis. (1)
Di antara Gyeongbokgung dan Changdeokgung terdapat sebuah desa yang indah yang menampilkan lebih dari 400 rumah tradisional Korea, yang disebut hanok .
Desa ini memiliki kafe-kafe kecil, restoran, dan toko-toko yang menawarkan kerajinan tangan dan suvenir.
Anda juga dapat menemukan beberapa kedai teh tradisional di daerah ini. (2)
Sejarah #
Secara harafiah, Bukchon berarti “desa utara”. Nama ini disematkan kepada distrik ini karena lokasinya yang berada di sebelah utara dua ikon Seoul, Sungai Cheonggye dan Distrik Jongno.
Menurut kepercayaan Konfusianisme dan pungsu, lokasi desa ini sangat strategis, yakni di kaki selatan gunung yang menghubungkan Pergunungan Baegak dan Eungbongsan.
Desa ini juga dikelilingi hutan rindang dengan panorama yang indah.
Akar budaya dan tradisi desa ini adalah sekitar 600 tahun yang lalu pada era Dinasti Joeson (1392-1897).
Dahulu, desa ini hanya dihuni oleh para bangsawan bersama keluarga mereka. Hal ini karena desa ini dekat dengan dua istana kota. Para bangsawan tinggal di rumah hanok dengan arsitektur yang unik.
Rumah tradisional ini lengkap dengan elemen-elemen khas seperti atap panjang dan melengkung, serta lantai ondol untuk menjaga rumah tetap hangat di musim dingin.
Kejayaan desa ini sempat berakhir pada akhir masa Dinasti Joseon.
Alasan sosial ekonomi dan juga derasnya arus urbanisasi membuat tanah yang luas terbagi menjadi bangunan-bangunan kecil. Sejumlah hanok pun sempat dirobohkan.
Perubahan kondisi sosial membuat masyarakat biasa mulai menempati desa ini. Hanok bahkan dikaitkan dengan keluarga miskin karena mereka tidak mampu membeli rumah yang lebih modern.
Bangunan hanok banyak yang dirobohkan atau ditinggalkan ketika kaum urban berbondong-bondong menuju kompleks apartemen di Kota Seoul.
Hanok juga banyak dihancurkan untuk membangun jalan bagi perkantoran dan perumahan yang lebih modern.
Namun upaya konservasi, termasuk undang-undang yang ketat telah berhasil bangunan hanok yang tersisa.
Saat ini, ada sekitar 900 rumah tradisional Korea yang masih berdiri.
Masa lalu di tengah modernisasi Korea Kini Desa Bukchon Hanok menjadi daya tarik favorit para pemuda Korea.
Struktur hanok dan desa masa lalu menjadi tren yang digemari banyak orang.
Fasilitas di desa ini juga cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
Para pengusaha selama bertahun-tahun telah membuka sejumlah restoran mewah, wisma tamu yang nyaman, galeri seni, dan butik kelas atas.
Banyak di antaranya bertempat di hanok yang telah direnovasi.
Bangunan hanok pun juga dimanfaatkan sebagai museum budaya dan workshop para pengrajin yang mempraktikkan kerajinan tradisional.
Hal itu membuat kekayaan tradisi sejarah di distrik ini tetap lestari.
Selain hanok, lorong-lorong di Desa Bukchon Hanok ini menjadi satu hal yang digemari para pengunjung. Hanok dan lorong-lorong seolah mampu membawa jiwa dan raga kembali ke masa lalu Korea. (3)
Wisata di Bukchon Hanok Village #
Menyewa hanbok, pakaian tradisional khas Korea Selatan
Bukchon Hanok Village ini sangatlah istimewa karena unsur tradisional dari bangunannya yang masih sangat kental.
Jika datang ke tempat ini maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menyewa hanbok.
Karena kurang lengkap rasanya jika berfoto di area ini tapi tidak menggunakan hanbok atau pakaian tradisional Korea.
Dengan mengenakan hanbok maka akan membuat foto travel mates jadi terlihat lebih sepadan.
Membeli berbagai macam souvenir
Ada beberapa toko souvenir yang bisa datangi, bahkan dekorasi toko souvenir ini sangat cantik dan menawan.
Berbagai macam barang yang lucu dan menarik seperti boneka, scarf, gantungan kunci, dan masih banyak lagi tersedia disini.
Menginap di Hanok homestay
Jika ingin merasakan bagaimana rumah tradisional yang ada di Bukchon Hanok Village maka menginaplah di rumah tradisionalnya.
Karena ada beberapa rumah disana yang memang dijadikan sebagai homestay.
Anda dapat menginap dan mengambil paket 1 sampai 2 malam di tempat ini, rasakan seperti tidur di rumah-rumah jaman Joseon.
Jangan lupa juga untuk makan, karena di sekitar Bukchon Hanok Village ini terdapat berbagai macam jenis restaurant atau kedai makanan yang menjual makanan khas Korea Selatan. (4)
Baca: Owabong Waterpark Purbalingga
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
| Nama Tempat | Bukchon Hanok Village |
|---|
| Jenis | Desa Tradisional (Pusat Kebudayaan) |
|---|
| Alamat | Kawasan Jongno-gu, Gahoe-dong, Seoul, Korea Selatan |
|---|
Sumber :
1. travel.tribunnews.com
2. travel.tribunnews.com
3. travel.kompas.com
4. blog.his-travel.co.id