Taman Ujung Sukasada

Taman Ujung merupakan taman yang dimiliki oleh kerajaan Bali Kuno yang menjadi sebuah tempat peristirahatan raja dan keluarga Kerajaan Karangasem di Bali.


zoom-inlihat foto
taman-Ujung-Bali.jpg
tempatwisatadibali
taman Ujung Bali

Taman Ujung merupakan taman yang dimiliki oleh kerajaan Bali Kuno yang menjadi sebuah tempat peristirahatan raja dan keluarga Kerajaan Karangasem di Bali.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Taman Ujung atau Taman Sukasada berada di Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.

Taman Ujung merupakan taman yang dimiliki oleh Kerajaan Bali Kuno yang menjadi sebuah tempat peristirahatan raja dan keluarga Kerajaan Karangasem di Bali.

Selain itu, Taman Ujung juga dijadikan sebagai tempat bersemedi dan menjamu tamu kerajaan.

Taman Ujung dibangun oleh Raja Karangasem, yaitu I Gusti Bagus Jelantik pada tahun 1909 dengan arsitek Van Den Hentz seorang Belanda dan Loto Ang seorang Tiongkok.

Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921 dan pada tahun 1937 Taman Ujung Karangasem diresmikan dengan sebuah prasasti marmer yang ditulis dalam naskah aksara Latin dan Bali dan dua bahasa, yaitu Melayu dan Bali.

Taman Ujung pada masa Hindia Belanda dikenal dengan nama waterpaleis atau istana air.

Taman Ujung Karangasem bali
Taman Ujung Karangasem bali

Baca: Taman Mini Indonesia Indah

Baca: Taman Tempuran Cikal

  • Sejarah


Taman Ujung Soekasada dibangun oleh Raja karangasem, bernama I Gusti Bagus Jelantik yang memiliki gelar dengan nama, Agung Anglurah Ketut Karangasem.

Taman Ujung Soekasada dibangun pada tahun 1901 dengan nama kolam Dirah, artinya kolam tempat pembuangan, bagi orang yang menguasai ilmu hitam. 

Kemudian pada tahun 1909, raja Karangasem memerintahkan seorang arsitektur Belanda, bernama Van Den Hentz dan arsitektur orang Tiongkok, bernama Loto Ang, untuk mengembangkan kolam Dirah, menjadi tempat peristirahatan Raja Karangasem.

Pembangunan dari Taman Ujung Soekasada, juga dibantu oleh arsitektur orang Bali dari Kerajaan Karangasem.

Selain untuk tempat peristirahatan raja, dibangun juga tempat untuk raja Karangasem bersemedi dan tempat untuk menjamu tamu kerajaan Karangasem.

Pembangunan dari Taman Ujung Soekasada, selesai pada tahun 1921.

Baca: Keraton Surakarta Hadiningrat

Baca: Istana Siak Sri Indrapura

  • Fasilitas


Apabila wisatawan menaiki kurang lebih 100 anak tangga, di atasnya terdapat bangunan pilar tanpa atap.

Dari atas bangunan pilar tanpa atap inilah, wisatawan akan melihat keistemewaan pemandangan yang ditawarkan oleh tempat wisata taman Ujung Karangasem.

Di arah tenggara, wisatawan akan melihat lautan biru dan pantai Ujung.

Di bagian timur dengan melihat ke bawah, pesona dan keunikan dari arsitektur taman Ujung Soekasada, akan terlihat.

Selain itu di bagian timur atas, wisatawan akan melihat bukit hijau, bernama bukit Bisbis.

Di taman Ujung Soekasada terdapat 3 kolam besar yang terdapat dalam satu tempat, hanya letak kolam dipisah-pisah. 1 kolam berada di bagian selatan dan 2 kolam berada di bagian utara.

Di tengah kolam bagian selatan, terdapat sebuah bangunan yang berada di tengah kolam, nama dari bangunan ini adalah Bale Bengong dimana bangunan ini tidak menggunakan dinding.

Kolam yang berada di Utara, luasnya lebih besar dari pada kolam yang berada di selatan.

Di tengah-tengah kolam di bagian utara, terdapat jembatan yang digunakan untuk melintasi kolam.

Di tengah kolam yang dihubungkan oleh jembatan, terdapat bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja Karangasem.

Karena bagunan peristirahatan raja ini terlihat menggantung, maka masyarakat setempat menyebutnya dengan nama istana gantung.

Taman Soekasada Bali
Taman Soekasada Bali

  • Arsitekur


Arsitektur dari istana peristirahatan Raja Karangasem memiliki keunikan tersendiri, karena penggabungan dari arsitektur Eropa jaman pertengahan dan arsitektur Bali.

Ciri khas dari arsitektur Eropa dapat dilihat dari terdapatnya kaca warna warni, yang terdapat di dinding bangunan peristirahatan raja, mirip seperti desain dari gereja yang ada di Eropa.

Dari jendela dalam kamar peristirahatan raja, wisatawan dapat melihat kolam dengan bunga tujung/lotus yang berwarna putih dan merah.

Arsitektur dari taman Ujung Soekasada, saat ini tidak seperti aslinya.

Hal ini dikarenakan terjadi berbagai peristiwa sejarah, membuat arsitektur dari Taman Ujung Soekasada mengalami kerusakan.

Seperti pada peristiwa penjajahan Jepang di Bali.

Pagar besi digunakan untuk senjata berperang oleh masyarakat sekitar.

Kerusakan terparah terjadi pada tahun 1963, pada saat Gunung Agung (gunung tertinggi di Bali) meletus.

Semenjak saat itu, Taman Ujung Soekasada, tidak mendapat perawatan.

Pada tahun 2000, Puri Karangsem dan Pemerintah Kabupaten Karangasem melakukan perbaikan tanpa merubah bentuk asli dari taman Ujung Soekasada water palace.

Baca: Pantai Kuta

Baca: Candi Borobudur

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Alamat Taman Ujung, Br. Dinas, Tumbu, Kec. Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80811
Pendiri I Gusti Bagus Jelantik
Dibangun Tahun 1901
Arsitektur Campuran budaya Eropa dan Bali
   


Sumber :


1. dictionary.basabali.org
2. www.rentalmobilbali.net








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved