Di New Delhi, ambulans membawa jenazah korban Covid-19 ke fasilitas krematorium darurat di taman-taman dan halaman-halaman parkir umum.
India juga sangat membutuhkan suplai oksigen, dimana pasien Covid-19 tak tertolong akibat keluarga mereka gagal mendapatkan oksigen.
India Kehabisan Vaksin
Sementara itu, sejumlah negara bagian di India melaporkan kehabisan vaksin Covid-19.
Gelombang kedua Covid-19 India yang sangat parah membuat negara tersebut kekurangan oksigen medis dan ranjang rumah sakit.
BBC melaporkan, sekitar 150 juta dosis vaksin corona telah didistribusikan di India, atau setara 11,5 persen dari 1,3 miliar penduduknya.
Namun, walau India sendiri adalah produsen vaksin terbesar di dunia, mereka justru mengalami kekurangan stok di dalam negeri.
Alhasil, mereka pun kini menghentikan sementara ekspor vaksin AstraZeneca agar kebutuhan domestik terpenuhi.
Lebih dari 13 juta orang berusia 18-45 tahun telah mendaftar diri untuk mendapatkan vaksin.
Namun, negara-negara bagian termasuk Madhya Pradesh dan Maharashtra yang terdampak paling parah mengatakan mereka kehabisan stok.
Dengan demikian rencana vaksinasi kelompok usia ini yang semula akan dilakukan pada 1 Mei harus diundur.
Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengimbau warganya tidak mengantre vaksin dulu, sebab ibu kota India tersebut belum menerima barangnya.
"Begitu vaksin tiba kami akan memberitahu Anda, lalu Anda bisa datang untuk disuntik," ujarnya, dikutip dari BBC pada Sabtu (1/5/2021).
"Kami mengimbau Anda untuk tidak memadati pusat vaksin dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Para pakar menyebutkan India harus meningkatkan vaksinasi di daerah-daerah dengan penularan tinggi.
Ahli biostatistik di Universitas Michigan Bhramar Mukherjee mengatakan, India perlu menyuntikkan 10 juta vaksin virus corona setiap hari dan tetap waspada meski sudah ada 3 juta dosis per hari seperti sekarang.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
SIMAK ARTIKEL KASUS COVID-19 INDIA DI SINI