Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-Azhar merupakan masjid yang bertempat di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dibangun pada 1953-1958.


zoom-inlihat foto
Masjid-Agung-Al-Azhar.jpg
kubahgrc.com
Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar merupakan masjid yang bertempat di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dibangun pada 1953-1958.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masjid Agung Al-Azhar merupakan masjid yang bertempat di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Masjid ini mulai dibangun pada 1953 atas prakarsa sejumlah tokoh partai Masyumi dan selesai dibangun pada 1958.

Nama Al-Azhar diberikan oleh Imam Besar Al-Azhar Mahmud Syaltut saat berkunjung pada 1960.

Penamaan ini merujuk pada pencapaian imam besar masjid, Abdul Malik Karim Amrullah (atau dikenal sebagai Hamka), seorang ulama dan aktivis Islam yang dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Universitas Al-Azhar, Mesir.

Masjid Agung Al-Azhar pernah menyandang status sebagai masjid terbesar di Jakarta sebelum pembangunan Masjid Istiqlal selesai pada 1978.

Dalam perkembangannya, masjid ini merambah menjadi kompleks lembaga pendidikan,dari taman kanak-kanak hingga terbentuknya Universitas Al Azhar Indonesia.

Masjid Raya Al-Azhar ditetapkan sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta dan cagar budaya nasional pada 19 Agustus 1993.

interior Masjid Agung Al-Azhar
interior Masjid Agung Al-Azhar

Baca: Masjid Ramlie Musofa

Baca: Masjid Agung Tuban

  • Sejarah


Gagasan untuk membangun masjid dan sekolah di Kebayoran Baru diprakarsai oleh 14 orang tokoh partai Masyumi.

Pada 7 April 1952, atas anjuran Menteri Sosial Syamsudin, mereka mendirikan Yayasan Pesantren Islam (YPI) yang akan menaungi masjid dan sekolah.

Kementerian Agama menyediakan sedikit dana sebagai stimulus, sementara Gubernur Jakarta menyumbangkan tanah seluas empat hektare di pinggiran Kebayoran Baru.

Atas saran Hamka, seorang ulama Indonesia dan aktivis Islam, disarankan agar sebuah masjid dibangun terlebih dahulu ketimbang sekolah, "tetapi bangunlah masjidnya dengan banyak ruang untuk kantor dan rapat supaya sewaktu sekolah dibangun, masjidnya tetap bisa beraktivitas penuh, termasuk kelas pendidikan."

Pembangunan masjid dimulai pada 19 November 1953 dan selesai pada 1958. Pada saat penyelesaiannya, masjid ini menjadi yang terbesar di Jakarta.

Panitia pembangunan awalnya menunggu Presiden Soekarno menggunting pita sebagai tanda dibukanya masjid secara resmi.

Namun, Hamka membujuk panitia untuk tak menunggu presiden dan mulai mengadakan salat jemaah di sana, termasuk salat Jumat.

Pada 1959, Hamka diminta menjadi imam besar. Pada 1960, Imam Besar Al-Azhar Syekh Mahmud Syaltut, dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, mengusulkan agar masjid ini dinamai Masjid Agung Al-Azhar sebagai pengakuan atas peran dan ketokohan Hamka.

Di bawah kepemimpinan Hamka, Masjid Al-Azhar menjadi pusat dakwah dan kebangkitan Muslim.

Baca: Masjid Agung Demak

Baca: Masjid Agung Jawa Tengah

  • Arsitektur


Masjid Al-Azhar memiliki kubah bawang bercat putih, mengikuti ciri arsitektur masjid di Timur Tengah dan dilengkapi sebuah menara.

Masjid Al-Azhar didirikan tidak hanya sebagai masjid tetapi sekaligus sebagai pusat kegiatan sosial dan dakwah.

Keberadannya tercatat sebagai salah satu masjid "modern" pertama di Indonesia, ditandai dengan kelengkapan fasilitas seperti perpustakaan Islam, ruang kuliah dan seminar, klinik kesehatan, ruang kelas untuk mata pelajaran agama dan umum, serta asrama. (1)

Universitas Al-Azhar
Universitas Al-Azhar

  • Kegiatan Awal


Pada tahun 1960 Prof. Dr. Mahmoud Syaltout (Rektor Universitas Al-Azhar Mesir) dalam kunjungannya ke Masjid Agung Kebayoran Baru Jakarta, memberikan kuliah umum kepada jamaah masjid, dan memberi nama ”Al-Azhar” kepada Masjid ini, yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama ”Masjid Agung Kebayoran Baru”.

Pada tahun 1962 dalam kiprahnya membina pemuda dan pemudi Islam, MAA mengadakan kegiatan Pramuka Gugus Depan dan sore harinya Pendidikan Islam Al-Azhar (PIA). Setelah Orde Lama tumbang lalu lahirlah Orde Baru yang membawa angin segar bagi dakwah Islam khususnya bagi umat Islam.

MAA mulai mendirikan lembaga pendidikan formal (th 1967), diawali dengan TK Islam Al-Azhar dan seterusnya susul menyusul mendirikan SDIA, SMPIA, SMAIA dan pada akhirnya mendirikan Universitas Al-Azhar Indonesia.

  • Visi & Misi


Dalam anggaran dasar YPI Al-Azhar ( pasal 4 ) digariskan bahwa ada dua tujuan utama didirikannya Yayasan ini, yang tak dapat dipisahkan dari didirikannya MAA yakni :

• Membina dan mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam dalam arti kata yang seluas-luasnya

• Membentuk masyarakat yang berilmu, beramal dan bertaqwa dalam rangka Izzul Islam wal Muslimin.”

Dari tujuan utama YPI Al-Azhar ini kami jabarkan visi MAA sebagai berikut : “ Menjadikan Masjid Agung Al-Azhar sebagai pusat pembinaan umat, dakwah dan budaya Islam menuju masyarakat yang ramah,berilmu, beramal dan bertaqwa demi kejayaan Islam dan kaum muslimin.”

Dijabarkan pula Misi MAA sebagai berikut :

1. Al-amru bi al-ma’ruf wa al-nahyu ‘an al-munkar yakni mendordong kebaikan dan mencegah kemunkaran berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Sunnah Rasulullah SAW dengan cara yang lebih bijak ( Al-Hikmah ), nasehat yang santun ( Al-Mau’izhoh Hasanah ), dialog yang lebih beradab ( Al-Jadal bi Al-Ahsan ).

2. Al-Tathwir wa Al-Tatsqif yakni memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada umat Islam melalui program pendidikan, pelatihan, pengajian, khutbah dan kajian ilmiah.

3. Al-Khidmah wa Al-Amnu yakni memberikan pelayanan dan ketenteraman kepada umat Islam dalam mengatasi berbagai persoalan hidup dan kehidupan mereka, sehingga dapat beribadah dan menjalankan ajaran Islam sesuai dengan tuntunan syari’ah.

4. Al-Ri’ayah yakni meningkatkan mutu pemeliharaan dan pengawalan terhadap aqidah umat Islam dari bahaya pemurtadan, aliran-aliran sesat, pola pikir dan gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

Cita-cita dakwah sudah diabadikan dalam QS 3 : 110 “ Kamu adalah ummat terbaik yang ditampilkan ke tengah ummat manusia, bertugas melakukan amar makruf dan nahi munkar serta beriman kepada Allah SWT.”

Sedangkan benang merah dakwah tertera dalam QS 3 : 104 “Dan hendaklah ada diantara kamu suatu organisasi yang teratur (ummat) yang mengajak kepada kebaikan, melakukan amar makruf dan nahi munkar. Dan mereka inilah orang-orang yang menang. “

Masjid Agung Al-Azhar (MAA)
Masjid Agung Al-Azhar (MAA)

Baca: Masjid Agung Banten

Baca: Masjid Agung Nur Sulaiman

  • Tujuan


Tujuan Umum

1.    Mewujudkan dan memelihara Masjid Agung Al-Azhar sebagai tempat Ibadah yang agung dan menjadi kebanggaan umat

2.    Menjadikan Masjid Agung Al-Azhar sebagai pusat pembinaan dan pengembangan dakwah Islam sehingga terwujud jamaah yang berilmu, beramal dan bertaqwa demi kejayaan Islam dan umatnya.

3.     Menjadi pusat pelayanan jamaah dalam berbagai bidang kehidupan seperti pelayanan sosial, menghimpun dan mengelola dana umat, pengembangan seni-budaya islam dan konsultasi keagamaan

Tujuan Khusus

1.    Terpeliharanya suasana ibadah yang kondusif, tertib dan sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Al-Sunnah Rasulullah

2.    Terpeliharanya bangunan Masjid Agung Al-Azhar dengan segala sarana dan prasarananya sehingga terlihat bersih, rapi, indah dan rindang

3.    Terpeliharanya tertib administrasi, organisasi dan keuangan Masjid Agung Al-Azhar sehingga senantiasa amanah, tabligh (transparan), dan shidqu (jujur ). I. dan Perbaikan (Ri’ayah) (2)

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Alamat Jl. Sisingamangaraja No.1, RT.2/RW.1, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110
Lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Arsitektur Gaya Timur Tengah
Didirikan 1953-1958
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.al-azhar.or.id


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved