Sejarah #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Masjid Agung Nur Sulaiman dibangun pada 1755 pada masa pemerintahan Adipati Banyumas Yoedanegara II.
Arsitek Masjid Agung Nur Sulaiman adalah Nur Daiman Demang Gumelem I yang sekaligus menjadi penghulu masjid pertama.
Tidak ada sumber tertulis yang pasti, namun menurut pengelola dan pemelihara Benda Cagar Budaya Masjid Agung Nur Sulaiman, Djoni M. Faried, nama Nur Sulaiman diambil dari Nur Daiman yang tidak lain adalah arsitek masjid tersebut. (1)
Pembangunan Masjid Agung Nur Sulaiman diperkirakan tidak lama pasca-pembangunan pendopo Bale Sopanji.
Awalnya, mustaka atau atap banunan Masjid Agung Nur Sulaiman dibuat dari anyaman daun tebu.
Namun seiring berjalannya waktu, karena anyaman daun tebu sulit didapatkan dan kurang awet maka atap masjid diganti dengan seng bergelombang.
Sedangkan lantai masjid yang semula berupa semen, diganti menjadi tegel pada 1929.
Pada tahun ini juga, masjid yang semula bernama Masjid Agung Banyumas ini diganti namanya menjadi Masjid Agung Nur Sulaiman seperti sekarang.
Masjid Agung Nur Sulaiman sudah mengalami beberapa kali pemugaran.
Pada prasasti yang ditemukan pada gapura sisi barat terdapat tulisan 1889.
Sedangkan di tembok tempat wudhu perempuan terdapat tulisan “Dipugar Ke-I 1889 Ke-II 1980”.
Prasasti tersebut menunjukkan kemungkinan besar 1889 merupakan tahun pemugaran pertama, bukan tahun pembangunan masjid.
Pada 1980, Masjid Agung Nur Sulaiman juga pernah diperbaiki.
Perbaikan tersebut meliputi pembongkaran tembok di serambi, pengecatan atap seng dan penggantian seng yang rusak, pengubahan teras serambi, penggantian kayu usuk serambi, perbaikan tempat wudhu sebelah utara masjid, perbaikan pagar tembok sisi barat dan selatan, serta pengecatan dinding dan tiang-tiang masjid.
Sementara itu, pada 1984 dilakukan pengecatan tembok masjid.
Tahun 1984, tempat wudu sebelah utara masjid kembali direnovasi sekaligus memberi hamparan kerikil di halaman masjid serta pemasangan jaringan air minum dan listrik.
Pada 1996/1997, Masjid Agung Nur Sulaiman kembali dipugar karena mengalami kerusakan pada konstruksinya.
Saat pemugaran, dilakukan penelitian untuk mengetahui permasalahan kerusakan masjid agar dapat ditanggulangi sehingga Masjid Agung Nur Sulaiman sebagai saksi sejarah Banyumas dapat terus dilestarikan. (2)
Pada 1927, ketika terjadi agresi militer dari Belanda, para apparat pemerintahan terpaksa pindah ke daerah pedalaman yang jauh dari kota di bawah komando militer.
Akibatnya, urusan-urusan seperti nikah, talak, cerai, dan rujuk dipindahkan ke Desa Dawuhan yang lebih jauh dari pusat kota.
Baru pada akhir 1949, setelah tentara Belanda menarik mundur pasukannya seluruh instansi pemerintahan kembali ke tempat masing-masing.
Kegiatan-kegatan nikah, talak, cerai, atau rujuk di wilayah Kecamatan Banyumas dan sekitarnya dapat kembali di lakukan di serambi Masjid Agung Nur Sulaiman. (3)
ArsitekturBagian serambi Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas. (http://wisatajateng.com) #
Masjid Agung Nur Sulaiman dibangun dengan gaya arsitektur Jawa, yaitu berbentuk limasan.
Masjid Agung Nur Sulaiman dibangun di atas tanah seluas 4.950 meter persegi.
Ruang utamanya memiliki luas 22 x 15,5 meter dan tinggi 5,9 meter.
Adapun mimbar yang berukuran 2,2 x 1,2 meter dan tinggi 1,67 meter serta maksura berukuran 2,3 x 2,3 meter.
Ada beberapa keunikan yang dimiliki oleh Masjid Agung Nur Sulaiman, diantaranya denah bujur sangkar, memiliki serambi, batur tinggi, serta memiliki maksura atau tempat salat khusus penguasa.
Sementara itu, mihrab atau ruang imam merupakan tajug susun dua yang dilengkapi mahkota mirip gada.
Masjid Agung Nur Sulaiman juga memiliki empat pilar utama yang bernama saka guru dan 12 pilar pendukung atau biasa disebut saka pengarak.
Selain itu, Masjid Agung Nur Sulaiman dibangun seperti masjid-masjid Kerajaan Mataram pada umumnya.
Posisi Masjid Agung Nur Sulaiman berada di sebelah barat alun-alun sebagai simbol kebaikan, berseberangan dengan letak penjara di sebelah timur alun-alun sebagai simbol kejahatan. (4)
Baca: Masjid Siti Aisyah
Menjadi Cagar BudayaPintu masuk utara Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas. (http://wisatajateng.com) #
Masjid Agung Nur Sulaiman merupakan satu di antara bangunan cagar budaya di Kabupaten Banyumas.
Penetapan ini setelah Masjid Agung Nur Sulaiman terdaftar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah pada 2004 dengan nomor 11-12/Bas/44/TB/04.
Karena telah menjadi bangunan cagar budaya, maka setiap perbaikan yang sifatnya besar harus dikomunikasikan dengan BP3. (5)
Sampai sekarang Masjid Agung Nur Sulaiman masih aktif digunakan baik untuk beribadah maupun wisata religi.
Berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan juga sering dilaksanakan di masjid bersejarah ini.
(TribunnewsWIKI/Widi)
Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWIKI Official
| Nama | Masjid Agung Nur Sulaiman |
|---|
| Nickname | Masjid Agung Banyumas |
|---|
| Alamat | Jalan Budi Utomo, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas |
|---|
| Posisi | Utara berbatasan dengan Jalan Sendanan, Desa Sudagaran, Banyumas |
|---|
| Selatan berbatasan dengan Jalan Jaya Sirayu, Desa Sudagaran, Banyumas |
| Timur berbatasan dengan Jalan Budi Utomo dan Alun-alun Kecamatan Banyumas |
| Barat berbatasan dengan Jalan Kulon, Desa Sudagaran, Banyumas |
| Titik Koordinat | 7°30'59.6 |
|---|
| Google Maps | https://goo.gl/maps/wnyumDjqBLjqBxuQA |
|---|
| Situs | https://masjidnursulaiman.wordpress.com/ |
|---|
Sumber :
1. dinporabudpar.banyumaskab.go.id
2. www.republika.co.id
3. masjidnursulaiman.wordpress.com
4. dinporabudpar.banyumaskab.go.id
5. dinporabudpar.banyumaskab.go.id