Tentang #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Canting berasal dari bahasa Jawa yang berarti alat untuk melukis batik tulis.
Canting batik terdiri dari tiga bagian yaitu cucuk, nyamplung dan pegangan.
Cucuk atau carat fungsinya seperti mata pena sebagai ujung keluarnya cairan malam (lilin).
Nyamplung fungsinya sebagai tempat untuk memasukkan malam panas.
Cucuk dan nyamplung terbuat dari tembaga, karena tembaga merupakan material yang baik sebagai penghantar panas.
Baca: Museum Batik Pekalongan
Bagian canting batik yang ketiga adalah pegangan canting batik yang terbuat dari bambu atau kayu.
Canting adalah alat pokok dalam membatik yang menentukan apakah hasil pekerjaan itu disebut batik atau bukan batik.
Canting dipergunakan untuk menulis (melukiskan cairan malam), membuat motif motif batik yang diinginkan.
Membatik dapat dikatakan suatu penerapan teknologi karena proses melekatkan lilin pada kain harus menggunakan canting, selain itu batik juga disebut seni karena gambaran motifnya merupakan ekspresi perasaan, keinginan atau suasana hati seorang pembatik.
Baca: Batik Jlamprang Pekalongan
Pemilihan canting dalam pembatikan sangat menentukan baik dan tidaknya motif batik yang dihasilkan.
Hal ini dikarenakan setiap titik dan garis dalam motif batik memiliki ukuran (canting) yang telah ditentukan.
Sehingga dalam sebuah motif batik bukan hanya menampilkan susunan warna-warna yang indah, namun juga menampilkan karakter garis yang diwujudkan melalui bentuk motif-motifnya. (1)
Filosofi #
Canting bukan hanya sekedar alat untuk membatik saja.
Bagi masyarakat Jawa, canting juga memiliki nilai filosofis yang cukup luhur.
Gagang adalah pondasi atas keyakinan pada Tuhan, sedangkan nyamlung menandakan kebesaran hati. Sementara, cucuk melambangkan kehati-hatian dan "banyak kerja ketimbang bicara".
Selain canting, batik juga sarat akan muatan kejiwaan yang menjadi latar seni dan keindahan. Kata batik berasal dari amba (luas) dan titik (titik). Bisa dibilang, batik adalah kumpulan titik yang membentuk suatu makna pada selembar kain yang luas.
Dalam sejarahnya, para pembatik yang kebanyakan adalah perempuan menuangkan lilin dengan penuh suka cita, sekaligus jengah di tengah kehidupan.
Baca: International Batik Center (IBC) Pekalongan
Saat amarah memuncak, membatik menjadi media untuk meredakannya, karena membatik menuntut keluwesan, keprigelan, dan kesabaran.
Konon, saat Pakubuwono III nggak lagi memberikan cinta dan kehangatan pada permaisurinya, Ratu Beruk menuangkan keresahannya dalam selembar kain.
Inilah ihwal mula motif batik Truntum yang berarti timbul atau berkumpul, menandakan mekarnya kembali cinta raja pada sang istri. (2)
Jenis-Jenis #
1. Canting Reng-Rengan
Digunakan sebagai proses awal membatik, yaitu proses membuat pola.
Sebelumnya pola sudah dibuat terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan canting reng-rengan.
Canting ini memiliki cucuk tunggal dengan diameter 1mm-2,5mm
2. Canting Isen
Canting isen memiliki arti ‘isi’. Canting isen berfungsi untuk memberikan motif tambahan pada kain batik.
Ada pula motif batik yang dimaksud seperti garis maupun titik.
Canting isen memiliki cucuk tunggal dengan diameter 0,5mm-1,5mm dan digunakan untuk detail yang lebih kecil.
3. Canting Klowong
Digunakan untuk membuat pola utama dari batik yang mana membutuhkan detail yang lebih besar dan motif yang mendominasi dari batik secara keseluruhan.
4. Canting tembok
Biasa juga disebut sebagai Canting blok. Canting tembok memiliki bagian cucuk yang lebih lebar.
Cucuk yang lebar berfungsi agar mempermudah proses membatik untuk mengeblok motif secara keseluruhan.
Biasanya digunakan untuk menutup motif batik yang memiliki ukuran yang lebih besar. (3)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Informasi |
|---|
| Nama | Canting |
|---|
| Fungsi | Alat untuk membatik |
|---|
Sumber :
1. laundry.drop.id
2. inibaru.id
3. digilib.isi.ac.id
4. www.instagram.com