Batik Jlamprang Pekalongan

Di Indonesia terdapat daerah-daerah yang terkenal akan batiknya, daerah-daerah tersebut antara lain, Solo, Lasem, Lampung, Pekalongan, Yogyakarta, Makasar, Kalimantan dan Toraja.


zoom-inlihat foto
Batik-Jlamprang-Pekalongan.jpg
cintapekalongan.com
Batik Jlamprang Pekalongan

Di Indonesia terdapat daerah-daerah yang terkenal akan batiknya, daerah-daerah tersebut antara lain, Solo, Lasem, Lampung, Pekalongan, Yogyakarta, Makasar, Kalimantan dan Toraja.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di Indonesia terdapat daerah-daerah yang terkenal akan batiknya, daerah-daerah tersebut antara lain, Solo, Lasem, Lampung, Pekalongan, Yogyakarta, Makasar, Kalimantan dan Toraja.

Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda.

Salah satu daerah yang cukup terkenal dengan batiknya yaitu Pekalongan, bahkan Pekalongan mendapat julukan sebagai kota batik (Falah, 2018).

Batik di Pekalongan mempunyai ciri bewarna-warni dan juga naturalistik (mengambil motif dari tumbuhan dan hewan).

Wilayahnya yang terletak di pesisir membuat batik Pekalongan banyak dipengaruhi oleh budaya-budaya dan agama dari negara lain seperti Arab, Cina, dan India (Wahyu, 2012 : 24).

Sebagai kota batik, Pekalongan memiliki beberapa motif yang terkenal diantaranya Jlamprang, Semen dan Liong.

Namun diantara motif-motif khas tersebut, motif yang paling terkenal adalah motif Jlamprang (Falah, 2018).

Batik Jlamprang punya ciri khas yakni warnanya yang cerah dengan motif titik-titik.

Zaman dahulu masyarakat Pekalongan kuno mengenakan batik ini untuk upacara keagamaan khususnya Hindu Syiwa aliran tantra.

Hal ini karena secara kosmologis batik Jlamprang ialah jalan menuju dunia para Dewa. (Asa, 2006 : 80).

Batik Jlamprang Pekalongan
Batik Jlamprang Pekalongan (jakmall.com)

  • Sejarah


Awal mulanya sekitar pada abad 17, para saudagar dari India yang datang ke kota-kota yang dekat dengan pantai Utara Jawa salah satunya adalah Kota Pekalongan yang mereka singgahi.

Para pedagang dari India ini membawa berbagai macam barang dagangan, salah satunya ialah kain sutra.

Dari beberapa kain sutra yang mereka bawa, antara lain ada kain patola, sembagi dan polikat.

Kain tenun ganda atau yang disebut dengan kain patola merupakan barang dagangan yang sangat diminati oleh golongan masyarakat menengah ke atas.

Kain tersebut memiliki ragam hias yang diberi makna oleh masyarakat setempat sesuai dengan keyakinan mereka.

Kemudian pada saat terjadi kelangkaan pasokan kain patola di pasaran, para pengusaha Pekalongan yang berasal dari keturunan Arab, Cina maupun pribumi membuat inisiatif kain yang beragam hias kain tenun patola menggunakan proses batik.

Kain tersebut disebut dengan batik Jlamprang (Asa, 2006: 79).

Oleh sebab itu, Makna simbolik Batik Jlamprang adalah merupakan motif batik asli Kota Pekalongan dengan makna lambang-lambang agama Hindu-Syiwa yang beraliran Tantra.

Aliran Tantra merupakan salah satu aliran pemujaan terhadap Dewa Syiwa dan masyarakat Pekalongan Kuno menggunakan Batik Jlamprang sebagai benda upacara pada saat kepercayaan itu berkembang setelah Kota Pekalongan ditinggalkan wangsa Sanjaya ke Jawa Timur pada abad 10 Masehi.

Batik Jlamprang
Batik Jlamprang (Tokopedia)

  • Motif


Motif Batik Jlamprang adalah suatu motif yang berbentuk semacam nitik dari Yogyakarta yang disebut juga dengan motif batik geometris biasanya berupa lingkaran maupun segitiga.

Motif Batik Jlamprang Pekalongan mendapatkan inspirasi motif batik yang berasal dari para pedagang asal Gujarat, India.

Motif tersebut berasal dari kain tenun yang berbahan sutra khas Gujarat yang dibuat dengan teknik ikat dobel atau patola.

Kemudian oleh masyarakat Pekalongan diadopsi ke dalam motif batik yang serupa motif tenun tersebut.

Jadilah Motif Jlamprang berupa ceplok yang terdiri dari bentuk bujur sangkar dan persegi panjang yang disusun menyerupai anyaman pada kain tenun patola.

Ditambah dengan warna-warna khas Batik Pesisir Pekalongan, terciptalah motif jlamprang yang indah.

  • Fungsi


Kegunaan motif batik Jlamprang dalam bentuk pemakaian kain batik ini secara sakral menyimbolkan jika batik jlamprang merupakan media yang digunaka untuk menghubungkan antara dunia manusia dan dunia dewa karena bentuk motifnya merupakan simbol mistis yang bisa diterima oleh dunia “Hyang” yang menjadi dunianya “Den Anyu Lanjar”.

Dengan kata lain, Batik Jlamprang adalah warisan budaya kosmologis yang dipakai sebagai medium untuk menghubungkan dunia manusia (dunia bawah) dengan dunia para dewa (dunia atas atau dunia kayangan).

Masyarakat Kota Pekalongan menyebut dunia atas dengan sebutan dunia “Den Ayu Lanjar” sebagai peenguasa kosmis pantai utara.

Oleh karena itu, berdasarkan alam mitologi Ratu Laut Jawa ini, maka sangatlah wajar kalau Batik Jlamprang disukai oleh penguasa Laut Utara yaitu Den Ayu Lanjar.

Ada sebagaian dari masyarakat Kota Pekalongan yang masih menggunakan Batik Jlamprang sebagai benda untuk upacara atau ritual seperti Sadranan atau Nyadran untuk menyatakan syukur kepada Tuhan sebagai penguasa alam.

Menurut masyarakat Kota Pekalongan, alat-alat upacara tersebut termasuk Batik Jlamprang dimaksudkan sebagai persembahan kepada Ratu Laut Utara yaitu Den Ayu Lanjar.

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Batik Jlamprang Pekalongan
   


Sumber :


1. eprints.ums.ac.id
2. www.cintapekalongan.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved