Pusamania

Pusamania adalah suporter klub Liga 1 Indonesia, Borneo FC. Pusamania berdiri sejak 1994.


zoom-inlihat foto
Pusamania.jpg
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Pusamania, suporter Borneo FC. Warna kebesaran Pusamania adalah Oranye

Pusamania adalah suporter klub Liga 1 Indonesia, Borneo FC. Pusamania berdiri sejak 1994.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusamania adalah suporter sepak bola di Kalimantan Timur, Indonesia.

Pusamania merupakan suporter atau kelompok pendukung klub Liga 1 Indonesia, Borneo FC.

Pusamania identik dengan warna kebesarannya yakni orange.

Bahkan Pusamania juga dijuluki Republik Orange.

Pusamania sudah mendukung klub tercintanya ini sejak 1994.

Pusamania berasal dari kata Putra Samarinda Mania.

Kecintaannya terhadap klub yang mempunyai julukan Pesut Mahakam ini terbukti melalui dukungan setiap Borneo FC menjalani bertandingan.

Bahkan tour luar kota pun mereka sambangi demi memperlihatkan kecintaan mereka terhadap Borneo FC. [1]

Baca: Kabomania

  • Sejarah #


Pusamania sudah berdiri sejak 9 April 1994.

Ketua Pusamania yang pertama adalah Adi Karya dan wakilnya ialah Tommy Ermanto.

Respon yang luar biasa saat itu ditunjukkan masyarakat Samarinda yang menganggap Pusamania sebagai kebanggaan. [2]

Pada 1994, Smarinda punya klub bernama PS Putra Samrinda.

Salah satu pemain yang bermain saat itu adalah Bambang Nurdiansyah.

Ia kagum dengan militansi suporter di Samarinda.

Saat itu terjadi pertemuan antara Bambang Nurdiansyah dengan Suriansyah (Manajer PS Putra Mahakam saat itu) dan Tommy Ermanto.

Bambang Nurdiansyah bercerita terkait The Commandos, suporter Pelita Jaya kala itu.

Kemudian terbesit untuk mendirikan kelompok suporter serupa di Samarinda.

Pusamania diambil dari nama Putra Samarinda Mania.

Pusamania memiliki warna kebesaran orange, mereka juga dijuluki Republik Orange.

Pusamania adalah salah satu suporter tertua di Indonesia.

Pusamania juga tercatat sebagai anggota resmi Asosiasi Suporter Kalimantan Timur (AS Kaltim). [3]

Baca: Bobotoh

  • Menjadi Sorotan #


Beridiri sejak 1994, lambat laun nama Pusamania semakin membesar, dan semakin dominan.

Namun, pada Liga Kansas di 1996/1997 nama baik Pusamania sempat menjadi sorotan.

Penyebabnya adalah kerusuhan yang melibatkan Pusamania dengan aparat keamanan.

Awal mula pecahnya kerusuhan terjadi akibat rasa persaudaraan yang tinggi diantara anggota Pusamania.

Saat itu Pusamania tidak terima dengan sikap aparat yagn dinilai berlebihan dengan seorang pendukung Pesut Mahakam.

Pusamania secara serentak berontak saat melihat rekannya menjadi bulan-bulanan aparat.

Laga pun sempat terhenti, meski akhirnya dilanjutkan hingga peluit tanda berakhirnya laga, walau dengan resiko aksi brutal Pusamania.

Kesalahpahaman ini tak hanya terjadi di dalam lapangan.

Tak puas dengan aksinya di dalam stadion, amarah Pusamania semakin menjadi diluar Stadion Segiri.

Bahkan, saat itu keberhasilan Pusam FC meraih kemenangan 4-0 atas tamunya Persegres Gresik, tak menjamin amarah Pusamania mereda.

Hampir disemua jalan sekitar Stadion Segiri hancur akibat amukan Pusamania.

Beberapa daerah yang tak luput dari amarah Pusamania diantaranya, Jl Kesuma Bangsa, Jl Pahlawan, Jl Agus Salim dan Jl Bhayangkara. Fasilitas kota yang terdapat didaerah tersebut tak luput dari aksi anarkis.

Traffic Light, pot bunga, kaca-kaca perkantoran serta mobil berplat merah pun menjadi sasaran amarah.

Kejadian yang dikenal “Tragedi Segiri” itu jelas membuat jajaran pengurus Pusamania terhenyak.

Organisasi suporter ini ternyata telah sedemikian besar.

Memiliki kekompakan serta kekuatan yang tak terduga. [3]

Baca: Aremania

  • Sempat akan Dibubarkan #


Melihat kericuhan Pusamania saat itu, ultimatum “Bubarkan Pusamania” dilontarkan Walikota Samarinda saat itu, H Lukman Said.

Pusamania menentang, pasalnya Pusamania dibentuk bukan karena dan oleh pejabat yang ingin sesuatu kepentingan.

Maka tidak satu orang pun yang berhak membubarkan Pusamania, siapapun dia dan apapun jabatannya.

“Pusamania dibentuk atas kehendak Allah swt,” jawab ribuan Pusamania saat itu.

Negosiasi pun dilangsungkan antara jajaran Muspida Samarinda dan Pusamania. Disepakati, bahwa pembubaran Pusamania tidak akan dilakukan.

Namun, Pusamania juga harus tetap menjaga agar aksi serupa tak terulang kembali.

Hal inipun menegaskan bahwa eksistensi Pusamania dalam bangkit dari keadaan sulit dan intimidasi dari berbagai pihak tidak mampu merobohkan solidaritas pendukung setia sepak bola Samarinda. Kejadian ini, lantas dijadikan pelajaran Pusamania.

Evaluasi besar-besaran dilakukan di intern organisasi dan akhirnya disepakati nama Tommmy Ermanto Pasemah sebagai ketua Pusamania mengantikan Adi Karya. [3]

Baca: Panser Biru

  • Solidaritas #


Beberapa aksi solidaritas pernah ditunjukkan Pusamania.

Kasus kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar pada 2017 mendapat atensi dari suporter Borneo FC, Pusamania.

Pusamania turut mengecam aksi kekerasan terhadap etnis Ronhingya.

Menyadari hal itu, Pusamania membulatkan tekad meringankan beban etnis Rohingya dengan cara menggalang bantuan dana.

Aksi tersebut dilakukan di satu titik, di simpang lampu merah Jl Kesuma Bangsa, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/9/2017) pukul 17.00 -19.00 Wita.

Salah satu dedengkot Pusamania, Hendrik, mengatakan kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Pusamania terhadap kasus kemanusiaan di dunia.

"Pusamania mengutuk keras atas tragedi pembantaian etnis Rohingya. Anak-anak Muslim jadi korban. Kami ingin menggalang dana sebanyak-banyaknya untuk membantu warga Rohingya. Semua korwil turun ke jalan 2-3 hari akan kita galang dana," kata Hendrik kepada Tribunkaltim.

Ia menjelaskan si penggalangan dana ini merupakan wujud program sosial Borneo FC yang selama ini rutin diselenggarakan.

"Ini bagian dari program sosial Pusamania. Sebelumnya kita juga turun ke jalan galang dana untuk musibah kebakaran, banjir, dan orang tidak mampu yang terkena penyakit," ucapnya. [4]

Saat Borneo FC melawan Sriwijaya FC di Stadion Segiri, Kalimantan Timur, Sabtu (5/8/2017), Pusamania mengibarkan bendera Palestina saat pertandingan berlangsung.

Sebelumnya Pusamania juga pernah membentuk Koreogradi bendera Palestina.

Salah satu pentolan Tribun Selatan Pusamania, Bidin mengatakan pihaknya menyiapkan ribuan bendera kecil Palestina yang akan dikibarkan saat pertandingan berlangsung.

Pusamania saat itu menyiapkan ribuan bendera kecil Palestina yang dikibarakn saat pertandingan berlangsung.

Aksi mengibarkan bendera Palestina itu sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina yang situasi negara tersebut saat itu mencekam.

Tujuan aksi itu juga menyampaikan aspirasi, Pusamania dalam mendukung kebebasan Palestina.

Selain Itu, Pusamania Tribun Selatan juga membentangkan spanduk bergambar dan bertuliskan RIP Ricko Andrean.

Bobotoh yang tewas akibat pengeroyokan saat laga Persib melawan Persija. [5]

Baca: Borneo FC

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



Nama Pusamania
Suporter Borneo FC
Didirikan 9 April 1994
Warna Kebesaran Orange
   


Sumber :


1. www.facebook.com
2. www.facebook.com
3. suportermilitan.blogspot.com
4. kaltim.tribunnews.com
5. www.borneofc.id


Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved