Satgas Covid-19 Keluarkan Aturan Baru Perjalanan Dalam Negeri, Berlaku Mulai 22 April 2021

Aturan ini berlaku efektif mulai 22 April hingga 5 Mei 2021 dan 18 Mei hingga 24 Mei 2021


zoom-inlihat foto
terminal-3-bandara-soekarno-hatta-tangerang-banten-selasa-1252020.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Para penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). Satgas Covid-19 mengeluarkan aturan baru perjalanan dalam negeri.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan aturan baru terkait perjalanan domestik atau dalam negeri.

Aturan atau pengetatan persyaratan perjalanan ini tercantum dalam Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Aturan ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19, dan berlaku dari 22 April hingga 5 Mei 2021 dan 18 Mei hingga 24 Mei 2021,
 
“Adendum SE ini berlaku efektif mulai 22 April sampai 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan situasi terakhir di lapangan,” kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo dalam surat edaran.

Selama Ramadan dan mendekati Idulfitri, ada peluang peningkatan mobilitas masyarakat.

Peningkatan mobilitas ini juga akan meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Ilustrasi para pemudik yang menggunakan jalur darat.
Ilustrasi para pemudik yang menggunakan jalur darat. (Tribunnews/Herudin)

Baca: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tak Unggah Sertifikat Vaksinasi ke Media Sosial

Selain itu, hasil Survei Pasca Penetapan Peniadaan Mudik Selama Masa Lebaran 2021 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan menemukan masih ada sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik.

“Tujuan Adendum Surat Edaran ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan,” sebut Doni.

Adendum SE 13/2021 menambahkan beberapa ketentuan protokol perjalanan berupa ketentuan khusus pengetatan mobilitas pelaku perjalanan dalam negeri:

  • Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau, surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di bandara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau, surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Baca: Cara Dapatkan Surat Izin Perjalanan (SIKM) untuk Perjalanan ke Luar Kota saat Lebaran

  • Pelaku perjalanan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau, surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di stasiun kereta api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

"Anak-anak di bawah usia lima tahun tidak wajib untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan," demikian tertulis di dalam Adendum SE 13/2021.

Sementara itu, khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi tidak wajib menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Baca: Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Beri Sanksi untuk Warganya yang Nekat Mudik

Begitu juga dengan perjalanan rutin dengan transportasi darat, baik pribadi maupun umum, dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak wajib untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Namun, khusus perjalanan rutin tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Daerah akan melakukan tes acak bila diperlukan. Pelaku perjalanan transportasi umum darat juga akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19.

Sementara pelaku perjalanan transportasi darat pribadi diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

Baca: Gelombang Pemudik yang Curi Start Dianggap Mengkhawatirkan & Mengancam Pertahanan Kesehatan

Bila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan wajib untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Perjalanan orang selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri dikecualikan untuk kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

Keperluan mendesak itu misalnya bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didamping oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. 

Namun "Harus dilengkapi surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat," demikian tertulis dalam Adendum SE 13/2021.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kontan/SS. Kurniawan)

Baca berita lainnya terkait mudik di sini.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Berlaku mulai 22 April, ini aturan baru perjalanan darat laut udara"

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved