TRIBUNNEWSWIKI.COM - Larangan mudik lebaran 2021 dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei.
Lantaran hal tersebut, para pemudik mecuri start untuk pulang ke kampung halaman sebelum tanggal yang telah ditetapkan.
Aksi pemudik itu dianggap dapat mengancam pertahanan kesehatan dan bukan tidak mungkin akan mengarah seperti kejadian di India, dimana kasus positif Covid-19 melambung tinggi.
Dilansir oleh Tribunnews.com, Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo memberi tanggapannya mengenai aksi pemudik yang curi start itu.
"Harus diwaspadai potensi mudik di luar ketentuan resmi, karena akan mengancam pertahanan kesehatan kita. Kasus di India harus menjadi cermin kita bersama," papar Rahmad pada Selasa (20/4/2021).
Baca: Demi Cegah Pemudik, 14 Titik Penyekatan Disiapkan oleh Polda Jateng
Baca: Nekat Colong Start Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Siap-siap Dikarantina di Tempat Ini Selama 5 Hari
Menurutnya perlu langkah dan antisipasi nyata dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghindari peningkatan kasus Covid-19 seperti di India. Satu di antara caranya mematuhi larangan mudik.
Rahmad mengingatkan pandemi setiap saat bisa meledak jika masyarakat lengah dan abai terhadap ketentuan pemerintah.
"Bila nekat mudik, perlu langkah tegas dari aparat desa dan petugas keamanan untuk melarang masuk wilayah tujuan. Bila nekat, ya diminta pulang lagi," tutur Rahmad.
Sementara itu Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga diri, mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan WHO.
"Kita harus berkaca pada negara lain, di mana banyak sekali orang yang terpapar Covid-19 yang justru tidak selamat. Di India masyarakatnya sangat kesulitan karena tingkat penyebaran virus mencapai 100 ribu per hari," ujar Saleh.
Saleh berharap kondisi di India tidak terjadi di Indonesia.
Baca: BRI Menutup Seluruh Operasional di Aceh, Bagaimana Nasib Para Layanan Nasabah?
Baca: Bos Sriwijaya Air Angkat Bicara Soal Larangan Mudik Lebaran 2021
"Satu-satunya cara untuk mengantisipasi adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan," tuturnya.
Saleh menilai pemerintah perlu mengimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat tinggal masing-masing alias tidak mudik.
Karena penyebaran virus Covid-19 sangat tergantung pada tingkat mobilitas masyarakat.
"Karena itu, masyarakat tetap di tempat tinggal masing-masing, tidak ada kontak antara satu orang dengan orang tertentu kepada orang lain di daerah lain," kata Saleh.
Sebagai antisipasi bagi masyarakat yang nekat mudik, ia meminta pemerintah konsisten melakukan penyekatan di perbatasan.
Saleh sepakat masyarakat yang nekat mudik diisolasi ketika tiba di daerah tujuan.
"Tidak mudik dulu untuk mengendalikan Covid-19. Itu yang harus dipahami masyarakat kita. Memang tidak mudah, tapi saya kira kalau dikerjakan masih ada harapan," tandas Saleh.
Baca lengkap soal larangan mudik lebaran di sini
(TribunnewsWiki.com/Puan)