TRIBUNNEWSWIKI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan sembilan varian virus corona baru.
Tiga varian baru virus corona masuk kategori variant of concern (VoC) atau yang perlu diwaspadai.
Enam varian baru masuk kategori variant of interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian.
Berikut daftar sembilan virus corona baru yang diumumkan WHO:
Tiga varian baru virus corona yang masuk kategori VoC
1. B.1.1.7 pertama kali ditemukan di Inggris
2. B.1.351 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan
3. B.1.1.28.1 alias P.1 pertama kali ditemukan di Brasil dan Jepang
Enam varian baru virus corona yang masuk kategori VoI
1. B.1.525 pertama kali ditemukan di Inggris dan Nigeria
2. B.1.427/B.1.429 pertama kali ditemukan di Amerika Serikat
3. B.1.1.28.2 alias P.2 pertama kali ditemukan di Brasil
4. B.1.1.28.3 alias P.3 pertama kali ditemukan di Filipina dan Jepang
5. B.1.526 dengan E484K atau S477N pertama kali ditemukan di Amerika Serikat
6. B.1.616 pertama kali ditemukan di Prancis
Baca: Juliari Batubara Didakwa KPK Terima Suap Rp32 Miliar Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19
Baca: Daftar Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Kini Berkurang Hampir Setengahnya
WHO telah menetapkan sistem untuk mendeteksi "sinyal" VoI atau VoC potensial, termasuk peristiwa tidak biasa yang berhubungan dengan varian baru.
"Penilaian ini berdasarkan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat global," demikian pernyataan WHO, seperti dilansir dari Kontan.co.id.
Sejumlah sinyal tersebut saat ini sedang dalam penilaian.
WHO pun berkomitmen untuk menyoroti hal tersebut guna mendukung prioritas pemantauan dan penilaian lebih lanjut untuk menentukan VoI atau VoC baru.
Semua virus, termasuk virus corona baru atau SARS-CoV-2, kata WHO, berubah seiring waktu.
Hal ini menyebabkan munculnya varian baru.
Namun, sebagian besar tidak berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
WHO juga menjelaskan mereka bekerjasama dengan otoritas nasional, lembaga, dan peneliti, secara rutin menilai varian SARS-CoV-2 dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan COVID-19 yang terbit 20 April.
"Menilai varian SARS-CoV-2 yang mengakibatkan perubahan dalam penularan, presentasi klinis dan keparahan, atau jika berdampak pada kesehatan masyarakat dan tindakan sosial," imbuh WHO.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 12 Maret: WHO Keluarkan Peringatan Global Wabah SARS
Baca: Para Ilmuwan Ungkap Kemampuan Daya Rusak Virus Corona Setara SARS dan HIV yang Digabung Jadi Satu
Baca: Dokter China Ungkap Fakta Mengejutkan Bahaya Virus Corona: Kombinasi SARS dan AIDS & Rusak Paru-paru
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka)