European Super League, Bentuk Perlawanan Dari Para Tim Elite Untuk UEFA

European Super League gagasan kompetisi baru bagi klub-klub elite Eropa sebagai protes kepada UEFA.


zoom-inlihat foto
esl.jpg
Twitter
Sedang geger pembentukan European Super League (ESL) terdiri dari 12 tim elit Inggris, Spanyol dan Italia. Diduga pembentukan ESL sebagai protes terhadap mafia UEFA. Pihak UEFA sendiri mengecam ESL.


Sebenarnya Siapa Di balik European Super League ini.

Florentino Perez sejak 2009 sudah menggaungkan ide ESL ini dengan mengkritik sistem Liga Champions.

Menurut Perez kala itu, harus ada jaminan bahwa tim terbaik selalu bertarung dengan tim terbaik pula, dan hal itu tidak terjadi di Liga Champions.

Dikutip dari Times Presiden dari Real Madrid Florentino Perez, akan menjadi Presiden dari European Super League tersebut.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez
Presiden Real Madrid, Florentino Perez (Kompas.com)

Dan akan didampingi oleh John W. Henry(Liverpool), Stan Kroenke(Arsenal), Joel Glazer(Man United) dan, Andrea Agnelli(Juventus) sebagai wakil presiden ESL.

Dengan jajaran pemilik klub yang menjadi pengurus ESL akan membuat kompetisi ini bisa bersih dan akan menguntungkan untuk seluruh klub peserta kompetisi.

John W henry, Stan Kroenke, dan Joel Glazer terkenal sebagai pebisnis asal Amerika Serikat yang memang tujuan dari kepemilikan klub Eropa adalah untuk bisnis.

Sementara Andrea Agnelli yang merupakan presiden Juventus, mendukung rencana diadakannya ESL karena Juventus yang berlaga di Italia tidak dapat bersaing dengan tim-tim Eropa lainnya karena nilai valuasi dari Liga Italia kecil dibanding Liga Inggris bahkan Jerman.

Sehingga Agnelli merasa Juventus butuh pemasukan selain dari Serie-A dan Liga Champions yang dinilainya masih kurang sehingga butuh kompetisi lain untuk dapat bersaing dengan raksasa Eropa lainnya.

Baca: Lulus Sidang Tesis Lisensi UEFA Pro, Andrea Pirlo Kini secara Penuh Jadi Pelatih Kepala Juventus


Bank invesatsi asal Amerika Serikat, JP Morgan, disinyalir menjadi penyokong dana utama dari penyelenggaraan Liga Super Eropa yang bernilai miliaran euro.

New York Times telah mengabarkan bahwa JP Morgan akan menggelontorkan dana sebesar 6 miliar dollar AS, atau setara dengan 87,3 triliun rupiah.

Klub yang akan mengikuti kompetisi ini akan mendapatkan suntikan dana sebesar 3,5 miliar Euro atau setara Rp 61,2 triliyun.

Dengan sang juara ESL akan mendapat hadiah 400 juta euro atua setara Rp 7 triliyun.

Selain itu, DAZN juga telah siap sebagai pemegang hak siar ESL dengan investasi tambahan untuk rencana infrastruktur sebesar 3,5 miliar dollar AS atau setara Rp 50 triliun.

Tentu dengan diisi oleh klub-klub elite benua biru akan membuat banyak sponsor yang masuk dan membuat nilai dari kompetisi ini bisa lebih besar lagi.

Hal tersebut bisa saja menjadi pukulan telak bagi para petinggi UEFA, yang akan kehilangan tim-tim besar Eropa yang membuat kompetisi sendiri. 

Keseriusan dari para pemilik klub elite Eropa ditambah adanya dukungan dana dari JP Morgan tentu akan membuat ESL bisa menandingi gemerlap dari Liga Champions yang berada dibawah naungan UEFA

Baca selengkapnya soal European Super League di sini

(Tribunnewswiki.com/Khairul)

 

Baca berita seputar UEFA lainnya DISINI

 




BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved