Menteri Agama Larang Mudik dan Takbir Keliling Lebaran 2021, Dahulukan yang Wajib bukan yang Sunnah

Mudik itu paling banter hukumnya sunnah, sedangkan menjaga kesehatan diri, kesehatan keluarga dan lingkungan itu wajib


zoom-inlihat foto
Yaqut-Cholil-Qoumas-19421.jpg
https://www.youtube.com/sekretariatpresiden
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sedang memberikan keterangan pers pada Senin (19/4/21).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Larangan mudik kembali disampaikan oleh pejabat pemerintahan.

Kali ini larangan mudik disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melalui konferensi pers pada Senin (19/4/21).

Yaqut menilai bahwa mudik itu paling banter hukumnya sunnah, sedangkan menjaga kesehatan diri, kesehatan keluarga dan lingkungan itu wajib.

"Jangan sampai hal yang wajib itu di gugurkan oleh yang sunnah" ujarnya. 

ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja.
ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja. (Tribunnews/Herudin)

Baca: Nekat Colong Start Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Siap-siap Dikarantina di Tempat Ini Selama 5 Hari

Yaqut menambahkan bahwasanya, larangan mudik ini semata-mata untuk melindungi diri kita dan seluruh warga negara dari penularan Covid-19.

Tak hanya itu, Ia juga menyoroti tradisi malam takbiran Idul Fitri yang biasa dilakukan oleh masyarakat Islam di Indonesia.

Menurutnya, malam takbiran nanti jangan mengadakan takbir keliling dijalan raya.

Hal ini Ia khawatirkan akan menimbulkan kerumunan seperti halnya yang terjadi di sejumlah daerah yang mana bisa berakibat pada penularan Covid-19.

"Maka silakan lakukan takbiran di masjid atau musala, itupun tetap dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala tersebut" pungkasnya. 

Ilustrasi penyekatan pemudik
Ilustrasi penyekatan pemudik (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

 





Halaman
123
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Pulau Bawean

    Pulau Bawean adalah sebuah pulau yang berada di
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved