Tjahjo Kumolo juga menjadi satu di antara menteri yang layak diganti versi survei IPO.
Politikus asal PDI-Perjuangan itu menjadi sosok yang dipertahankan Jokowi dalam periode keduanya.
Ia hanya berpindah kementerian.
Di era Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.
5. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate (29%)
Masih merujuk hasil survei IPO, sebanyak 29 persen responden menganggap Menkominfo, Johnny G Plate juga perlu diganti.
Johnny G Plate adalah politikus Partai NasDem yang diangkat menjadi menteri oleh Jokowi di kabinet Indonesia Maju.
Berasal dari kalangan partai membuat beberapa kalangan meragukan Johnny G Plate yang tidak memiliki latar belakang industri telekomunikasi atau yang berkaitan dengan Kominfo.
Beberapa waktu lalu, Johnny G Plate menuai sorotan saat mengkritik Netflix yang dinilai lebih banyak menyediakan konten asing dibanding film dalam negeri.
Bahkan, Johnny G Plate meminta agar Netflix tidak memuat film atau serial original produksi luar Indonesia.
"Kita minta Netflix original jangan dulu, lah di Indonesia, gunakan dulu hasil kreativitas anak Indonesia sendiri dulu, kalau bisa," kata dia.
Pernyataan ini mendapat kritikan dari warganet.
Banyak di antara mereka mengatakan, film Indonesia sudah banyak tersedia di Netflix, meski tidak sebanyak film-film asing.
6. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki (28,5%)
Nama menteri lain yang dilayak diganti adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki.
Sama seperti Yasonna Laoly dan Tjahjo Kumolo, Teten Masduki adalah menteri dari PDI-Perjuangan.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015.
Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Luhut Panjaitan.
Namun, Teten Masduki kena reshuffle dan mengakhiri jabatannya sebagai KSP pada 17 Januari 2018.
Jabatan Teten Masduki akhirnya diisi oleh Moeldoko hingga kini.