Menteri Hukum dan HAM, Yasonna berada di urutan pertama dalam daftar menteri yang patut diganti versi IPO.
Ini adalah kedua kalinya menteri asal PDI-Perjuangan ini masuk dalam daftar tersebut dari lembaga survei yang sama.
Yasonna H Laoly adalah Menteri Hukum dan HAM yang dipertahankan Jokowi di periode keduanya menjabat.
Satu kasus yang membuat Yasonna H Laoly menjadi sorotan adalah kasus suap komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang melibatkan caleg dari PDI Perjuangan, Harun Masiku.
Di kasus ini, Yasonna yang juga kader PDI Perjuangan sempat dituduh merintangi penyidikan terkait simpang-siur keberadaan Harun Masiku yang kemudian dibantahnya.
2. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah (46%)
Menteri kedua yang layak diganti berdasarkan hasil survei adalah Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.
Ida Fauziyah adalah menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia menggantikan koleganya separtai, Hanif Dhakiri yang menjadi Menteri Tenaga Kerja (Menaker) saat periode pertama Jokowi.
Wanita kelahiran Mojokerto ini juga pernah maju sebagai calon wakil gubernur bersama Sudirman Said dalam Pilkada Jawa Tengah 2018.
Namun, ia kalah oleh pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.
3. Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali (41,2%)
Selanjutnya, ada nama Zainudin Amali yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Zainudin Amali berasal dari Partai Golkar dan pernah menduduki berbagai jabatan di DPR.
Dilihat dari rekam jejaknya, Zainudin Amali pernah beberapa kali diperiksa KPK terkait sejumlah kasus.
Salah satu di antaranya, seperti dikutip dari Kompas.com, adalah kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.
Zainudin Amali pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK terkait kasus suap Akil pada 2013.
Dalam putusan kasus itu, Zainudin Amali disebut melakukan komunikasi dengan Akil untuk kepentingan sengketa Pilkada Jawa Timur.
Saat itu dia sedang menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur.
4. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo (34%)