Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Balanitis merupakan peradangan yang terjadi di kelenjar atau kepala penis.
Kondisi ini umum terjadi pada anak laki-laki di bawah 4 tahun atau pada pria yang tidak disunat.
Balanitis biasanya terjadi karena infeksi jamur, meski dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus (termasuk virus yang menyebabkan PMS seperti gonore).
Akan tetapi, balanitis bukanlah infeksi menular seksual, bahkan penyakit ini tidak menular.
Terdapat beberapa tipe balanitis berdasarkan gejala dan penyebabnya. Umumnya, balanitis akan menimbulkan gejala berupa perasaan tidak nyaman dan nyeri pada area infeksi.
Balanitis biasanya tidak menyebabkan hal yang serius. Kondisi ini dapat diobati dengan krim antijamur, antibiotik, penyesuaian gaya hidup, dan di beberapa kasus dengan menjalani sunat/khitan.
Baca: Aktinomikosis Paru
Baca: Alkalosis
Gejala #
Berdasarkan gejalanya, balanitis dibagi ke dalam tiga tipe, yakni:
• Zoon's balanitis, ditandai dengan munculnya peradangan pada kepala penis dan kulup. Kondisi ini biasanya menyerang pria paruh baya yang belum disunat.
• Circinate balanitis, biasanya terjadi akibat artritis reaktif
• Keratotik pseudoepitheliomatous dan micaceous balanitis, yang ditandai dengan munculnya lesi kulit bersisik seperti kutil di kepala penis
Secara umum, gejala lainnya yang ditimbulkan oleh balanitis adalah:
• Sakit pada saat buang air kecil
• Penis yang terasa sakit, gatal, dan berbau
• Penumpukan cairan kental pada penis
• Penis yang berwarna kemerahan dan bengkak
Penderita balanitis biasanya datang ke dokter dengan keluhan sebagai berikut:
• Kesulitan buang air kecil atau tidak dapat menahan buang air kecil
• Ketidakmampuan untuk memasukkan kateter Foley
• Muncul bercak kemrahan (eritema) pada kelenjar penis
• Demam dan mual (jarang terjadi)
Baca: Demam Tifoid (Tifus/Tipes)
Baca: Hipospadia (Kelainan)
Penyebab #
Balanitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti:
• Sariawan
• Kebersihan yang buruk, dan mengarah pada penumpukan smegma (cairan putih di penis)
• Iritasi kulit karena sabun atau gel mandi
• Iritasi di bawah kulup akibat buang air kecil
• Gangguan kulit seperti eksim, lichen sclerosus, dan psoriasis
• Kebiasaan memainkan kulup (biasanya pada anak-anak)
• Artritis reaktif
• Infeksi menular seksual
Baca: Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Virus Corona: Lidah Tak Nyaman, Ada Bercak Seperti Sariawan
Baca: Infeksi Nosokomial
Pengobatan #
Dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat untuk meringankan gejala balanitis, antara lain:
• Krim anti jamur, contohnya seperti clotrimazole atau miconazole, jika balanitis disebabkan oleh candida,
• Krim steroid seperti hidrokortison untuk meringankan penyakit balanitis akibat reaksi alergi atau penyakit kulit
• Antibiotik misalnya erythromycin atau penisilin untuk balanitis yang disebabkan oleh bakteri
• Sunat, jika gejala semakin memburuk
• Terapi pengelolaan diabetes. Jika Anda menderita diabetes, dokter akan merawat diabetes gar balanitis tidak kembali terjadi.
• Menjaga kebersihan dengan sering membasuh dan mengeringkan kulup bagian bawah untuk mengurangi risiko balanitis kembali.
Pencegahan #
Anda dapat mencegah ataupun mengurangi risiko terkena balanitis dengan melakukan beberapa hal, seperti:
• Menggunakan pengganti sabun seperti emolien
• Menjaga kebersihan penis
• Menghindari sabun keras dan iritasi kulit lainnya
• Menggunakan kondom bebas lateks jika memiliki alergi terhadap lateks
• Melakukan aktivitas seksual yang aman untuk menghindari infeksi menular seksual.
Baca: Ternyata Ini Berbagai Penyebab Rasa Gatal di Selangkangan, Salah Satunya Iritasi
(Tribunnewswiki.com/Septiarani)
| Gejala | Sakit saat buang air kecil, penis gatal, nyeri dan berbau |
|---|
| Pengobatan | Obat-obatan dan tindakan medis |
|---|
| Komplikasi | Jaringan parut pada bukaan penis, pasokan tidak memadai, fimosis |
|---|
| Dokter | Urologi |
|---|