Alkalosis

Berdasarkan penyebabnya, terdapat empat macam alkalosis. Mulai dari alkalosis respiratorik (pernapasan), alkalosis metabolik, alkalosis hipokloremik, dan alkalosis hipokalemik.


zoom-inlihat foto
Alkalosis-Gejala-Penyebab-Cara-Mengobati-dll.jpg
DokterSehat
Alkalosis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dll

Berdasarkan penyebabnya, terdapat empat macam alkalosis. Mulai dari alkalosis respiratorik (pernapasan), alkalosis metabolik, alkalosis hipokloremik, dan alkalosis hipokalemik.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Darah dalam tubuh kita terbentuk dari unsur asam dan basa. Keduanya harus dalam keadaan seimbang.

Bila terjadi ketidakseimbangan asam basa dalam tubuh, kondisi ini akan menimbulkan masalah kesehatan. Salah satunya alkalosis.

Asam basa semua larutan termasuk darah diindikasikan dengan ukuran pH. Ukuran ini bervariasi dari angka 0 (sangat asam) sampai 14 (sangat basa).

Sementara angka pH darah normal adalah 7,35-7,45.Pada kondisi normal, darah manusia memiliki unsur basa yang lebih tinggi dibandingkan asam.

Namun bila kondisi basa sudah berlebihan, terjadilah kondisi yang disebut alkalosis.

Berdasarkan penyebabnya, terdapat empat macam alkalosis. Mulai dari alkalosis respiratorik (pernapasan), alkalosis metabolik, alkalosis hipokloremik, dan alkalosis hipokalemik.

Alkalosis - Gejala, penyebab dan mengobati – Alodokter
Alkalosis - Gejala, penyebab dan mengobati – Alodokter

Baca: Varises Esofagus

Baca: Asidosis

  • Gejala


Gejala alkalosis bervariasi sesuai derajat keparahannya. Mulai dari ringan hingga berat.

Gejala alkalosis ringan

• Mual

• Sensasi kebas atau mati rasa

• Spasme atau kejang otot yang berkepanjangan

• Kedutan pada otot

• Tangan gemetaran

Gejala alkalosis berat

• Pusing

• Kesulitan bernapas

• Kebingungan atau linglung

• Penurunan kesadaran sampai koma

Baca: Batu Empedu (Kolelitiasis)

Baca: Hemophobia

  • Penyebab


Penyebab alkalosis adalah terlalu rendahnya kadar karbondioksida dalam darah atau peningkatan kadar bikarbonat darah. Berikut pemicunya berdasarkan jenisnya:

Alkalosis respiratorik

Alkalosis respiratorik adalah keadaan di mana kadar karbondioksida dalam darah terlalu rendah, sehingga menyebabkan pH darah menjadi basa. Penyebabnya bisa meliputi:

• Demam.

• Berada di ketinggian.

• Kurang mendapat oksigen.

• Penyakit hati.

• Penyakit paru yang menyebabkan pernapasan menjadi lebih cepat.

• Keracunan aspirin.

Alkalosis metabolik

Alkalosis metabolik terjadi akibat terlalu banyaknya bikabonat dalam darah. Kondisi ini biasanya muncul karena gangguan fungsi ginjal.

Alkalosis hipokloremik

Alkalosis hipokloremik disebabkan oleh terlalu sedikitnya senyawa klorida dalam darah, yang terjadi akibat muntah-muntah berkepanjangan.

Alkalosis hipokalemik

Alkalosis hipokalemik terjadi sebagai respons ginjal terhadap kadar kalium dalam tubuh yang terlalu rendah. Kondisi ini dapat terjadi pada penggunaan pil diuretik.

Alkalosis terjadi karena asam dan basa tubuh yang tak seimbang
Alkalosis terjadi karena asam dan basa tubuh yang tak seimbang

  • Pengobatan


Penanganan alkalosis akan disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut contohnya:

• Pada alkalosis respiratorik akibat napas cepat karena kecemasan, penanganannya adalah dengan bernapas lebih dalam dan lambat.

• Bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar oksigen yang rendah, kondisi ini akan ditangani dengan pemberian oksigen melalui masker napas.

• Untuk alkalosis karena kekurangan zat kimiawi (seperti klorida atau kalium), dokter akan memberikan obat atau suplemen guna menggantikan zat yang telah hilang tersebut.

Baca: Sesak Napas

Baca: Demam Tifoid (Tifus/Tipes)

 

  • Pencegahan


Pencegahan alkalosis dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Mulai dari konsumsi makanan sehat dan seimbang, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi.

Memilih makanan tinggi nutrisi dan kalium dapat mencegah terjadinya kekurangan elektrolit.

Bahan-bahan pangan bernutrisi tinggi dan kaya kalium meliputi wortel, pisang, susu, kacang-kacangan, bayam, dan banyak lagi.

Selain makanan, Anda juga perlu memenuhi kecukupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Pasalnya, dehidrasi juga bisa menyebabkan alkalosis.

Pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cara-cara berikut:

• Minum 8-10 gelas (2 liter) cairan per hari.

• Minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

• Konsumsi minuman yang mengandung elektrolit sehabis melakukan olahraga dengan intensitas berat.

• Hindari soda atau jus yang tinggi gula. Keduanya dapat menyebabkan dehidrasi semakin buruk.

• Kurangi konsumsi kafein. Tak hanya kopi, soda, cokelat, dan teh juga bisa mengandung kafein.

Baca: Barotrauma

Baca: Agorafobia (Agoraphobia)

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Gejala Mual, sensasi kebas atau mati rasa, kesulitan bernapas
Pengobatan Pemberian oksigen, obat-obatan, elektrolit
Obat Suplemen kalium atau klorida, elektrolit
Komplikasi Gangguan irama jantung, koma
Dokter Penyakit Dalam


Sumber :


1. www.sehatq.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Baca Juga






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved