Infeksi Nosokomial

Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang berkembang di lingkungan rumah sakit


zoom-inlihat foto
infeksi-nosokomial-adalah-suatu-infeksi-yang-berkembang-di-lingkungan-rumah-sakit.jpg
halodoc
Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang berkembang di lingkungan rumah sakit

Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang berkembang di lingkungan rumah sakit




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang berkembang di lingkungan rumah sakit.

Seseorang dikatakan terkena infeksi nosokomial jika penularannya didapat ketika berada di rumah sakit, termasuk juga infeksi yang terjadi di rumah sakit dengan gejala yang baru muncul saat pasien pulang ke rumah, dan infeksi yang terjadi pada pekerja di rumah sakit.

Infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri yang ada di rumah sakit
Infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri yang ada di rumah sakit

Beberapa penyakit yang umum terjadi akibat infeksi nosokomial, antara lain infeksi aliran darah primer (IADP), pneumonia, infeksi saluran kemih (ISK), serta infeksi luka operasi (ILO).

Baca: Bronkopneumonia

  • Gejala


Gejala yang dialami oleh pengidap harus timbul setelah perawatan di rumah sakit dan tidak sesuai dengan keluhan awal saat masuk rumah sakit.

Beberapa gejala umum infeksi nosokomial, antara lain:

  • Batuk dengan dahak kental.
  • Demam atau menggigil.
  • Jantung berdebar cepat (takikardia).
  • Tubuh terasa lemas.
  • Nyeri punggung bawah atau perut bawah.
  • Sesak napas.

Baca: Pneumotoraks

  • Penyebab


Infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri yang ada di rumah sakit.

Bakteri tersebut bisa didapat dari orang lain yang ada di rumah sakit, bakteri yang menjadi flora normal (bakteri yang secara normal ada di dalam tubuh dan pada keadaan normal tidak menyebabkan gangguan) orang itu sendiri, atau bakteri yang mengontaminasi lingkungan dan alat-alat di rumah sakit.

Selain bakteri, jamur, virus, atau parasit juga dapat menjadi penyebab infeksi nosokomial.

Bakteri yang resisten adalah ketika antibiotik menjadi kurang efektif untuk membunuh bakteri tersebut.

Hal ini disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter.

Infeksi Nosokomial 2
Seseorang dikatakan terkena infeksi nosokomial jika penularannya didapat ketika berada di rumah sakit, termasuk juga infeksi yang terjadi di rumah sakit dengan gejala yang baru muncul saat pasien pulang ke rumah, dan infeksi yang terjadi pada pekerja di rumah sakit.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan mengakibatkan bakteri yang ada di dalam tubuh manusia berubah karakter dan menjadi tahan terhadap antibiotik.

Rumah sakit merupakan tempat berbagai jenis pasien, sehingga bakteri yang resisten tersebut dapat menyebar di lingkungan rumah sakit dan akan lebih sulit untuk ditangani bila menjangkiti seseorang.

Baca: Rubella

  • Pencegahan


Beberapa upaya pencegahan infeksi nosokomial, antara lain:

  • Mencuci tangan dengan cara dan waktu yang tepat
  • Menempatkan pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah atau pengidap yang berpotensi untuk menularkan penyakit di ruang isolasi.
  • Menggunakan alat atau selang yang menempel pada tubuh seperti alat bantu napas atau kateter urine, serta melakukan tindakan medis lainnya sesuai dengan indikasi.
  • Mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) setiap melakukan tindakan dengan menggunakan pelindung standar (sarung tangan, masker, atau perlengkapan lain) yang dianjurkan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit dengan menggunakan cairan pembersih atau disinfektan dengan frekuensi 2-3 kali per hari untuk lantai dan 2 minggu sekali untuk dinding.

Pengobatan awal untuk infeksi nosokomial adalah pemberian antibiotik secara empiris, yaitu pemberian antibiotik yang tidak spesifik sebelum ada hasil dari kultur.

Setelah ada hasil pemeriksaan kultur, pemberian antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri secara lebih spesifik.

Antijamur maupun antivirus juga dapat diberikan jika dicurigai penyebabnya adalah jamur atau virus.

Seluruh alat yang menempel pada tubuh dan mengakibatkan infeksi seperti kateter, selang napas, selang infus, atau lainnya jika memungkinkan segera dicabut.

Terapi suportif seperti pemberian cairan, oksigen, atau obat untuk mengatasi demam dapat diberikan.

Prosedur operasi debridement dapat dilakukan untuk infeksi pada luka operasi, dengan cara memotong atau mengangkat jaringan yang tidak sehat.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Penyakit Infeksi Nosokomial
Faktor Risiko Orang dengan usia lanjut di atas 70 tahun
Daya tahan tubuh lemah
Gejala Batuk dengan dahak kental
Demam atau menggigil








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved