"Yang dipanggil oleh polisi itu peristiwa pidana, jangan menggiring, ini menggiring ini," ungkap Munarman.
"Mbak Nana, itu dalam teori hukum itu namanya pertanyaan jebakan, Anda tidak boleh melakukan pertanyaan jebakan, itu berbahaya buat opini," imbuhnya.
Baca: Sosok Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II yang Tutup Usia di Umur 99 Tahun
Baca: Masuki Bulan Suci, Shopee Hadirkan Big Ramadan Sale, Banyak Penawaran Menarik
Akan tetapi perdebatan tersebut ditengahi oleh Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI 2011-2013, Soleman B Ponto.
“Kalau kehadiran seperti itu apa alasannya pemanggilan? Kita harus meletakan ini duku dalam situasinya apa?,” kata Soleman B Ponto.
Soleman menyebut kehadiran Munarman itu merupakan indikasi.
Namun indikasi itu akan diperbincangkan secara tertutup.
“Kalau bagi saya intelegent, ini indikasi. Dan indikais ini akan saya perbincangkan tertutup.
Jadi kehadiran itu hanya indikasi. Tidak mungkin saya bisa memutuskan ini ada pelanggaran atau tidak, nanti itu akan kembali,” jelasnya.
Baca: Jokowi Minta Rekrutmen ASN 2021 Mengurangi Tenaga Administrasi, Tjahjo Kumolo: Itu yang Diinginkan
Baca: Piala Menpora 2021: Laga Sengit, PSM Makassar Singkirkan PSIS Lewat Adu Penalti
Lebih lanjut, Soleman berkata jika hal tersebut tidak boleh dipublikasikan.
Sebab jika salah bisa membahayakan kedua belah pihak.
"Hanya Indikasinya apa, kalau kita berbicara indikasi, indikasi bahwa FPI ada hubungan dengan ISIS atau apa, dari indikasi itu kita nyatakan warning, ingin tidak boleh keluar, ini sifatnya rahasia.
Karena apa bisa benar bisa salah"
"Inilah akibatnya, jika berita dari Intelejen keluar terjadilah kekacauan ini," kata Soleman.
(Tribunnewswiki.com/SO)