KPK Akan Lelang Emas 1.900 Gram yang Sempat Dicuri Stafnya

KPK akan melelang emas batangan seberat 1,9 kilogram yang sempat dijarah pegawai berinisial IGA.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-emas-batangan-1223.jpg
Pixabay - hamiltonleen / 14 foto
FOTO: Ilustrasi emas batangan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGA mencuri barang bukti sitaan berupa emas batangan dengan berat 1.900 gram (1,9 Kg).

IGAS merupakan pegawai KPK yang bertugas sebagai anggota Satuan Tugas pada Direktorat Barang Bukti dan Eksekusi.

Akibat perbuatannya itu, Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sanksi berat kepada IGA, yakni pemberhentian secara tidak hormat.

KPK akan melelang emas batangan seberat 1,9 kilogram yang sempat dijarah pegawai berinisial IGA.

Plt Juru Bicara Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan, emas barang bukti perkara korupsi atas nama Yaya Purnomo, mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu tengah berada dalam pengelolaan komisi antikorupsi.

"Terkait barang bukti tersebut saat ini berada dalam pengelolaan KPK untuk proses lelang yang akan dilakukan."

"Kami pastikan prosesnya tidak terkendala akibat peristiwa ini," kata Ipi dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK (KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)

Baca: Pegawai KPK Nekat Curi Barang Bukti Sitaan Emas 1,9 Kg, Langsung Diberhentikan Secara Tidak Hormat

Di sisi lain, KPK kata Ipi, menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh IGA merupakan kesalahan dan telah merusak reputasi lembaga antirasuah tersebut.

Tapi, katanya, KPK memilih untuk membukanya sehingga menjadi pelajaran bersama, dan merupakan tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran dengan jujur dan terbuka.

"KPK tegas memproses semua pelanggaran etik melalui Dewas."





Halaman
1234
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved