TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para pekerja seks komersial (PSK) di Kota Belo Horizonte di Brasil tenggara telah melakukan aksi mogok selama seminggu.
Mereka meminta dimasukkan ke dalam kelompok pekerja yang diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19.
Dilansir dari Channel News Asia, ada ribuan PSK di kota itu yang terdampak pandemi.
Karena hotel-hotel tutup, mereka terpaksa mencari pelanggan di jalan.
"Kami adalah pekerja di garis depan, menggerakkan ekonomi dan kami berisiko," kata Cida Vieira, presiden perkumpulan PSK di negara bagian Minas Gerais, kepada AFP.
"Kami perlu divaksinasi," kata dia.
Viera dan yang lainnya menggelar aksi protes pada Minggu, (5/4/2021), di jalan yang berdekatan dengan hotel tempat mereka biasa bertransaksi.
Baca: Kematian akibat Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus 3 Juta, Seperlimanya Ada di AS
Mereka membawa plat bertuliskan "Pekerja seks adalah pekerja profesional" dan "Pekerja seks dan kesehatan".
Luciomara Costa, salah satu PSK yang ikut dalam aksi protes, mengatakan mereka adalah bagian dari kelompok prioritas.
Hal ini karena, kata dia, mereka berurusan dnegan bermacam orang dan kehidupannya sedang dalam risiko.
Pemerintah Brasil saat ini memprioritaskan tenaga medis, guru, lansia, orang pribumi, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan untuk mendapat vaksin.
Pemerintahan Presiden Bolsonaro berharap dapat memvaksinasi sekitar 77 juta orang yang masuk dalam kelompok prioritas pada pertengahan tahun ini.
Namun, para ahli mengatakan target ini mungkin baru akan tercapai pada bulan September karena kurangnnya dosis vaksin.
"Kami kelompok prioritas, kami edukator kesehatan, rekan edukator. Kami bagian dari kelompok itu karena kamu memberikan informasi tentang penyakit menular seksual kepada pria, menyalurkan kondom ...." kata Viera.
Baca: Italia Gelar Penyelidikan Pembunuhan terhadap Guru yang Meninggal Sehari Seusai Divaksin AstraZeneca
Seperti di wilayah lain di Brasil, negara bagian Minas Geras sedang menghadapi gelombang kedua pandemi.
Namun, angka kematian per 100.0000 penduduk di negara bagian itu hanya 121 atau terendah di Brasil.
Angka kematian akibat Covid-19 tembus 3 juta
Jumlah kematian yang terkait dengan Covid-19 di seluruh dunia menembus angka 3 juta pada Selasa, (7/4/2021), berdasarkan hitungan dari Reuters.
Laju infeksi Covid-19 dan kematian akibat Covid-19 juga menunjukkan kenaikan, terutama di Brasil dan India.
Para pejabat kesehatan mengaitkan kenaikan ini dengan kemunculan varian virus corona yang lebih menular.
Varian yang dimaksud adalah varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan Afrika selatan.
Dilansir dari Reuters, butuh setahun agar jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai 2 juta.
Sementara itu, dari 2 juta menjadi 3 juta kematian hanya perlu waktu sekitar tiga bulan.
Jumlah kasus kematian harian di Brazil terbanyak di dunia, dan menyumbang satu dari empat kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia tiap hari.
Baca: Kenali Masker Palsu Berisiko Tularkan Covid-19, Berikut Jenis yang Direkomendasikan WHO
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan Brasil berada dalam kondisi sangat kritis dan dan sistem kesehatannya kewalahan.
"Situasi yang benar-benar serius sedang terjadi di Brazil saat ini," kata epidemiolog WHO Maria van Kerkhove, Selasa, (6/4/2021).
Maria mengatakan ada banyak rumah sakit yang ruang ICU-nya hampir penuh.
India
India melaporkan kenaikan kasus Covid-19 pada Senin, (5/4/2021).
Negara pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi ini menjadi negara kedua setelah AS yang mencatat lebih dari 100.000 kasus dalam sehari.
Negara bagian di India yang terdampak paling parah, Maharashtra, pada hari Senin mulai menutup pusat perbelanjaan, bioskop, restoran, bar, dan tempat ibadah karena rumah sakit mulai dibanjiri pasien.
Eropa
Kawasan Eropa, yang meliputi 51 negara, memiliki jumlah kematian hampir 1,1 juta.
Lima negara Eropa, termasuk Inggris, Rusia, Prancis, Italia, dan Jerman menyumbang sekitar 60% total kematian yang terkait dengan Covid-19.
AS
AS menjadi negara dengan jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia.
Berdasarkan hitungan Reuters, kematian di AS mencapai 550.000 atau menyumbang 19 persen dari jumlah kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia.
Kenaikan kasus terjadi selama tiga pekan terakhir. Namun, pejabat kesehatan percaya bahwa laju vaksinasi yang cepat dapat mencegah kenaikan angka kematian.
Seperti penduduk AS sudah menerima vaksin dosis pertama.
Setidaknya sudah ada 370,3 juta orang atau hampir 4,75% penduduk dunia yang telah menerima dosis vaksin pertama per Minggu, (4/4/2021).
WHO mendesak berbagai negara untuk mendonasikan lebih banyak dosis vaksin agar target vaksinasi, untuk kalangan yang paling rentan, di negara-negara miskin bisa tercapai.
(Tribunnewswiki/Tyo)
Baca berita lainnya tentang vaksin Covid-19 di sini.