Kenali Masker Palsu Berisiko Tularkan Covid-19, Berikut Jenis yang Direkomendasikan WHO

Tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes


zoom-inlihat foto
wuhan-china-004.jpg
Hector RETAMAL / AFP
Penumpang yang mengenakan masker pelindung sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19 (virus corona baru) diperiksa kode kesehatannya, di Bandara Internasional Tianhe di Wuhan, di provinsi Hubei tengah Tiongkok pada 27 Januari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Waspada masker medis palsu, berisiko tinggi tertular Covid-19, berikut jenis yang direkomendasikan.

Di tengah wabah Covid-19, masyarakat harus waspada masker medis palsu yang marak beredar.

Pasalnya penggunaan masker palsu tersebut sangat berisiko tinggi tertular Covid-19.

Plt Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memakai masker di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini banyak beredar masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus corona.

Ia menjelaskan, jenis masker medis adalah masker bedah dan masker respirator.

Masker bedah berbahan material Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Masker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan, digunakan untuk menutupi mulut dan hidung.

Sementara, masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95 menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete / charge polypropylene.

Masker jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah, yang umumnya digunakan oleh tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien Covid-19.

“Kalau dia sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah"

"Atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan,” kata dia dalam konferensi pers virtual yang digelar Kemenkes, Minggu (4/4/2021).

Pakai 2 Masker Cegah Covid-19
Pakai 2 Masker Cegah Covid-19 (kompas.com)

Penggunaan masker merupakan salah satu upaya mencegah penularan Covid-19.

Saat ini tercatat sudah ada 996 industri masker medis yang sudah memiliki nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Ketika produk masker sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan maka masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat.

Pasalnya, mereka telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95%,” tutur drg. Arianti.

Untuk menindaklanjuti masker ilegal, Kemenkes melakukan upaya melalui mekanisme kerjasama dengan aparat hukum.

Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan medis dan non medis secara fisik sulit dibedakan secara fisik.

Guna hindari kesalahan pemilihan masker medis, maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved