Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Yogyakarta Sebabkan Baliho dan Pohon Roboh

Sejumlah pohon dan baliho di Jalan Gejayan roboh dan menutup setengah akses jalan.


zoom-inlihat foto
Hujan-deras.jpg
Twitter @kabarsleman
Hujan deras dan angin kencang menyebabkan banyak pohon di DI Yogyakarta roboh.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa titik wilayah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kerusakan akibat hujan deras yang disertai angin kencang pada Minggu, (4/4/2021), sore.

Sejumlah pohon dan baliho di Jalan Gejayan, Kecamatan Depok, Sleman, roboh.

Dilansir oleh TribunJogja.com, Kepala Seksi Mitigasi BPBD Sleman, Joko Lelono, mengatakan insiden baliho roboh terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Papan iklan berukuran besar itu bahkan sampai menutup setengah akses jalan setempat.

"Baliho roboh di Jalan Affandi (Gejayan) diakibatkan hujan deras disertai angin kencang. Insiden ini memang sempat mengganggu para pengguna jalan. Namun, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, ya," kata Joko.

BPBD Sleman pun segera melakukan pembersihan sehingga akses Jalan Gejayan dapat dipulihkan.

Baliho ambruk
Baliho yang mabruk akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi di DI Yogyakarta

Baca: Sungai Benenai Meluap Sebabkan Rumah Warga di Kabupaten Malaka NTT Terendam Banjir

Baca: Bibit Siklon 99S atau Seroja Diperkirakan Masih Menguat Hari Ini, NTT Waspada Ancaman Banjir Lagi

Joko juga mengatakan penanganan dan perbaikan lebih lanjut akan diserahkan kepada pemiliki baliho yang tumbang tersebut.

"Untuk sementara penanganan ke pemiliiknya. Kami melaporkan ke BPKAD, untuk menghubungi pemilik, sehingga nantinya perbaikan dilakukan oleh pemilik," imbuhnya.

"Jadi, BPBD tidak melakukan penanganan baliho ambruk, ya, tapi sebatas mengantisipasi untuk kelancaran jalannya saja, atau dengan pembersihan," kata Joko.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengatakan kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang ini terjadi di enam kapanewon sekaligus, di antaranya Depok, Ngaglik, Gamping, Prambanan, Minggir, dan Berbah.

Hujan deras disertai angin kencang itu juga menyebabkan atap rumah roboh serta pohon tumbang yang menimpa kabel listrik di Depok.

Ilustrasi, di musim hujan seperti ini diperlukan cara yang tepat untuk mengamankan rumah dari angin kencang dan hujan lebat
Ilustrasi, di musim hujan seperti ini diperlukan cara yang tepat untuk mengamankan rumah dari angin kencang dan hujan lebat (Kompas)

Baca: Mengenal Bibit Siklon Seroja, Penyebab Banjir di NTT, Ini Rekomendasi BMKG untuk Antisipasi Bencana

Baca: 62 Warga NTT Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor, 4 Orang Masih Dalam Pencarian

Pohong tumbang menimpa area parkir Gereja Santo Petrus di Ngaglik. Pohon juga menimpa rumah di Gamping.

Pohong tumbang juga melintang di Jalan Prambanan dan Minggir, dan beberapa pohon jati yang roboh di komples TNI AU Adisutjipto.

"Dampak dari hujan deras dan angin kencang itu sebagian sudah terkondisi, tapi sebagiannya lagi masih dalam proses," kata Makwan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, pun ikut buka suara terkait hujan deras dan angin kencang yang menimpa DIY.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima hingga pukul 18.15 WIB, bencana hidrometeorologi melanda seluruh kabupaten/kota di DI Yogyakarta.

Biwara mengatakan di Kabupaten Bantul, dampak hujan deras dan angin kencang dirasakan di tiga kapanewon, yakni Kasihan, Piyungan, dan Banguntapan.

Kerusakan yang ditimbulkan meliputi enam pohon tumbang, tiga rumah rusak, tiga titik jaringan listrik rusak, empat titik akses jalan rusak, dan satu tempat usaha alami kerusakan.

"Untuk korban jiwa nihil," katanya.

Di Kota Yogyakarta hujan angin sempat mengguyur Kemantren Kota Gede, Gondokusuman, dan Umbulharjo.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved