Pamerkan Desain Istana Negara 'Garuda' untuk Ibu Kota Baru, Jokowi: Ini Cerminan Kemajuan Bangsa

Desain Istana Negara berbentuk burung Garuda ini juga menimbulkan pro dan kontra.


zoom-inlihat foto
Pradesain-Istana-Negara-Ibu-Kota-Baru.jpg
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Pradesain Istana Negara di ibu kota yang baru di Kalimantan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Melalui akun Instagram pribadinya, Presiden Joko Widodo memamerkan video animasi rancangan desain istana berbentuk burung Garuda pada, Jumat (2/4/21).

Jokowi mengatakan desain itu akan digunakan untuk sebagai desain Istana Negara di ibu kota negara yang baru di Kalimantan.

Ia mengatakan pada tahun 2020 lalu Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah mengundang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan dan gagasan mengenai bangunan ikonik di ibu kota negara yang baru.

Menurutnya, ada beberapa usulan yang masuk, salah satunya adalah pradesain istana negara karya seniman patung kenamaan Nyoman Nuarta ini.

Jokowi menyebut kalau usulan dari Nyoman itu sarat akan filosofi.

"Usulan beliau sarat dengan filosofi,lambang Burung Garuda sebagai pemersatu bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika" ujarnya.

Namun, Jokowi mengatakan usulan tersebut masih dalam tahap pradesain.

Presiden Jokowi saat memaparkan kondisi ekonomi Indonesia, Jumat (26/2/2021).
Presiden Jokowi saat memaparkan kondisi ekonomi Indonesia, Jumat (26/2/2021). (Instagram/jokowi)

Baca: Pamerkan Pradesain Istana Negara untuk Ibu Kota Baru, Jokowi Minta Masukan Masyarakat

Karena itu, ia sangat mengharapkan masukan dari masyarakat Indonesia mengenai pradesain istana negara tersebut.

"Saya ingin istana negara tidak hanya dikenang sebagai tempat presiden bekerja atau menjadi simbol kebanggaan bangsa saja, melainkan juga mencerminkan kemajuan bangsa" ucapnya.

Dengan masukan-masukan tersebut, katanya, akan dijadikan sebagai bahan pengkayaan pradesain menjadi basic desain istana negara.

Desain istana baru tersebut juga menuai pro dan kontra.

Dilansir oleh Tribunnews.com, berikut fakta-fakta dari pro dan kontra yang masuk.

1. Dikritik kalangan arsitek

Kalangan arsitek mengkritik desain istana baru yang berbentuk burung garuda.

Ada lima asosiasi arsitek yang menyampaikan kritik yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Landskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perancangan Wilayah dan Kota (IAP).

Baca: Disebut Tak Cerminkan Kemajuan Peradaban, Desain Istana Ibu Kota Baru Kena Kritik 5 Asosiasi Arsitek

I Ketut Rana Wiarcha, Ketua IAI, mengatakan rancangan istana berbentuk burung Garuda justru kurang mencerminkan kemajuan peradaban, terutama pada era digital seperti sekarang.

Menurutnya, sudah menjadi keharusan gedung istana menjadi contoh bangunan yang secara teknis mencirikan bagaimana prinsip pembangunan rendah karbon.

Senada dengan IAI, Prasetyoadi, anggota GBCI mengatakan desain seperti ini tidak fungsional.

Ia juga mempertanyakan kapasitas rancangan desain milik Nyoman Nuarta yang seorang pematung dan pernah menggarap proyek Garuda Wisnu Kencana Bali, bukan seorang arsitektur.

Desain Istana Negara yang baru.
Desain Istana Negara yang baru. ()

Selain itu, ia juga menyatakan keresahannya karena pembangunan gedung ini dilakukan secara tertutup.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved