Hari Ini dalam Sejarah 27 Maret: Nikita Krushchev Menjadi Perdana Menteri Uni Soviet

Nikita Khrushchev menjadi pemimpin pertama setelah Joseph Stalin yang memegang dua jabatan tinggi di Uni Soviet secara bersamaan.


zoom-inlihat foto
Nikita-Khruschev-2.jpg
Wikimedia Commons
Nikita Khruschev

Nikita Khrushchev menjadi pemimpin pertama setelah Joseph Stalin yang memegang dua jabatan tinggi di Uni Soviet secara bersamaan.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Pertama Uni Soviet, Nikita Khrushchev, menjadi Perdana Menteri Uni Soviet pada 27 Maret 1958 atau tepat 63 tahun silam.

Pada hari itu Nikita Khrushchev menggantikan perdana menteri sebelumnya, Nicolay Bulganin.

Nikita Khrushchev menjadi pemimpin pertama setelah Joseph Stalin yang memegang dua jabatan tinggi di Uni Soviet secara bersamaan.

Pada tahun 1964 Nikita Khrushchev meninggalkan jabatannya setelah ada kudeta yang dilakukan oleh Leonid Brezhnev.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 24 Maret: Wafatnya Elizabeth I, sang Ratu Perawan

  • Karier awal


Nikita Sergeyevich Khrushchev lahir tanggal 15 April 1894 di Kalinovka, Russia, di dekat perbatasan Ukraina.

Dia berasal dari keluarga petani.

Khrushchev bekerja di sebuah pabrik setelah mendapat pendidikan selama beberapa tahun di sekolah pedesaaan.

Nikita Khruschev dan John F. Kennedy
Nikita Khruschev dan John F. Kennedy tahun 1961.

Pada tahun 1918 di bergabung dengan Partai Komunis dan bertempur bersama Tentara Merah selama Revolusi Rusia.

Setelah perang dia mendapat pendidikan teknis dan menjadi pengikut setia komunisme.

Kariernya naik cepat di dalam Partai Komunis, dan menjadi anggota Komite Sentral.

Beberapa tahun kemudian dia terpilih menjadi anggota Politburo. Selama Perang Dunia II Khrushchev dan militer bekerja sama untuk menguatkan kendali Soviet atas Polandia dan Ukraina.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 23 Maret: Ikon Hollywood, Elizabeth Taylor, Meninggal pada Usia 79 Tahun

  • Destalinisasi dan menjadi perdana menteri


Setelah Joseph Stalin meninggal tahun 1953, Khrushchev bersaing dengan George Malenkov untuk posisi Sekretaris Pertama Partai Komunis.

Malenkov kemudian menjadi perdana menteri, tetapi pada tahun 1955 digantikan oleh Bulganin.

Khrushchev mencela Stalun dan kebijakan totaliternya, yang pada akhirnya menyebabkan pembebasan jutaan tawanan politik.

Dia berusaha menjalankan progran destalinisasi, tetapi ditentang oleh sejumlah anggota Partai Komunis.

Namun, dia berhasil menyingkirkan lawan-lawan politiknya di dalam partai.

Pada 27 Maret 1958 terpilih sebagai Perdana Menteri Soviet, menggantikan Nicolay Bulganin.

Dia menjadi pemimpin pertama setelah Joseph Stalin yang memegang dua jabatan tinggi sekaligus.

Dalam urusan luar negeri Soviet di bawah Khrushchev berusaha hidup berdampingan secara damai dengan barat.

Namun, hubungan Soviet dengan barat memanas pada awal dekade 1960-an.

Perang nuklir antara Soviet dan Amerika hampir meletus karena krisis rudal Kuba.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Maret: Amerika Serikat Memboikot Olimpiade Musim Panas di Moskow

  • Meninggal


Krisis pertanian, masalah krisis Kuba, dan memburuknya hubungan Soviet-China membuat Khrushchev mendapat tekanan dari lawan politiknya.

Pada 14 Oktober 1964 Leonid Brezhnev menjalankan kudeta terhadap dirinya.

Kudeta ini sukses dan Khruschchev turun dari jabatan Sekretaris Pertama dan Perdana Menteri Soviet.

Dia pensiun dan tinggal di luar Moskow. Nikita Khrushv meninggal tahun 1971.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Maret: Perang Irak Melawan AS & Pasukan Koalisi Dimulai

(Tribunnewswiki/Tyo)

Baca artikel lainnya tentang Hari Ini dalam Sejarah di sini.



Peristiwa Nikita Khrushchev menjadi Perdana Menteri Uni Soviet
Tanggal 27 Maret 1958
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.biography.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved