Hari Ini dalam Sejarah 21 Maret: Amerika Serikat Memboikot Olimpiade Musim Panas di Moskow

Pemboikotan ini membuat banyak warga negara AS merasa kasihan dengan para atlet yang sudah bekerja keras mempersiapkan diri.


zoom-inlihat foto
Emblem-Olimpiade-1980-di-Moskow.jpg
Wikimedia Commons
Emblem Olimpiade 1980 di Moskow

Pemboikotan ini membuat banyak warga negara AS merasa kasihan dengan para atlet yang sudah bekerja keras mempersiapkan diri.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter pada 21 Maret 1980 atau tepat 41 tahun silam mengumumkan bahwa AS akan memboikot Olimpiade Musim Panas di Moskow.

Pengumuman tersebut muncul setelah Uni Soviet gagal memenuhi tenggat waktu penarikan pasukannya dari Afganistan yang diberikan oleh Jimmy Carter.

Pemboikotan ini membuat banyak warga negara AS merasa kasihan dengan para atlet yang sudah bekerja keras mempersiapkan diri.

Di sisi lain, pemboikotan ini juga menunjukkan komitmen warga AS dalam melawan rezim Soviet yang dianggap antidemokrasi dan menindas.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Maret: Perang Irak Melawan AS & Pasukan Koalisi Dimulai

 

  • Soviet dan Afganistan


Militer Soviet menginvasi Afganistan tahun 1979 untuk mendukung pemerintahan komunis Afganistan dalam konflik melawan gerilyawan muslim.

Setahun sebelumnya, pemerintahan Afganistan di bawah Presiden Mohammad Daud Khan digulingkan oleh perwira militer sayap kiri bernama Mohammad Taraki.

Presiden AS Jimmy Carter
Presiden AS Jimmy Carter (Wikimedia Commons)

Kekuasaan kemudian terbagi menjadi dua, yakni antara Partai Khalq dan Partai Parcham. Keduanya beraliran Marxist-Leninist.

Pemerintahan baru itu membangun hubungan erat dengan Uni Soviet, dan melawan semua oposisi dalam negeri.

Reformasi dalam bidang sosial dan agraria yang dilakukan secara besar-besaran tidak disukai oleh kalangan muslim taat dan antikomunis.

Akibatnya, sejumlah pemberontakan melawan pemerintah dilakukan oleh kelompok yang dikenal sebagai mujahidin.

Hal ini membuat Soviet memutuskan menginvasi negara itu pada bulan Desemeber 1989 dan mengirimkan 30.000 pasukannya.

Soviet berusaha menguatkan pemerintahan komunis Afganistan dalam melawan para pemberontak.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Maret: Ledakan Gas Alam di Texas Menewaskan Ratusan Murid Sekolah

  • Tanggapan Carter dan pemboikotan


Presiden Carter mencela invasi Soviet ini, mengatakannya sebagai upaya yang dilakukan pemerintah atheis yang kuat untuk menundukkan masyarakat Islam yang merdeka.

Invasi itu juga dianggap kembali meningkatkan ketegangan dalam Perang Dingin, yang sebelumnya telah menurun.

Carter memberi Soviet tenggat waktu hingga 20 Februari 1980 untuk menarik pasukannya dari Afganistan.

Namun, Soviet tidak memenuhi permintaan AS sampai batas waktu yang ditentukan.

Sebagai tanggapan, Carter pada 21 Maret 1980 mengumumkan bahwa AS akan memboikot Olimpiade Musim Panas di Moskow yang digelar tahun itu.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 17 Maret: Presiden Filipina Ramon Magsaysay Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Carter juga memberlakukan embargo dagang terhadap Soviet. Dia menyerukan PBB untuk memberikan bantuan militer, makanan, dan lainnya kepada tetangga Afganistan (khususnya Iran dan Pakistan) untuk menahan gerak maju Soviet.

Kanada, Jerman Barat, dan Jepang ikut dalam aksi boikot itu. Carter juga mengancam akan mencabut paspor atlet AS yang berusaha ikut bertanding.

Reaksi terhadap keputusan Carter beragam. Banyak warga AS yang merasa kasihan terhadap para atlet yang sudah bekerja keras mempersiapkan pertandingan.

Namun, pada waktu yang sama, pemboikotan itu juga menjadi simbol komitmen warga AS untuk melawan rezin Soviet yang dianggap menindas dan antidemokrasi.

Sebagai gantinya, Soviet memboikot Olimpiade 1984 yang digelar di Los Angeles.[3]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa AS memboikot Olimpiade 1980
Tanggal 21 Maret 1980
   


Sumber :


1. www.britannica.com
2. www.history.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved