Viral Pendaki Ditinggal Rombongan Saat Mendaki Gunung Lawu, Padahal Kaki Tengah Cidera

Viral seorang pria ditinggalkan oleh rpombongan sata mendki Gunung Lawu gara-gara kakinya cidera


zoom-inlihat foto
Viral-Pendaki-Cedera-di-Gunung-Lawu-Malah-Ditinggal-Teman-Ini-Pesan-SAR-Karanganyar.jpg
Tangkap layar instagram
Viral Pendaki Cedera di Gunung Lawu, Malah Ditinggal Teman Ngopi


Syafanu kemudian melanjutkan perjalanan dengan rombongan lain dari Jakarta.

Ia bertemu dengan enam rekannya yang turun di Plawangan.

Enam rekannya kemudian menunggu Syafanu di Pos 3.

Setelah menunggu selama 3 jam dan Syafanu tak juga terlihat, rombongan tersebut memutuskan turun dan tiba di basecamp Bambangan pada Minggu (6/12/2020).

Mereka kembali menunggu Syafanu hingga Minggu malam.

Karena khawatir, ketua rombongan melapor ke pengelola.

Baca: Viral Pendaki Capai Puncak Gunung Merapi, Kepala TNGM: Dia Terkenal, Sudah Menguasai Medan

Baca: Kronologi Pendaki Gunung Rinjani Tewas Jatuh ke Jurang, Diduga Salah Pilih Jalur

Tak setelah berjam-jam, Syafanu tetap tak terlihat.

"Tapi sampai Magrib korban tidak kunjung turun, sehingga ketua rombongan melapor ke pengelola basecamp Bambangan bahwa seorang teman sesama pendaki ada yang belum turun," kata Sugito.

Tim SAR pun turun tangan mencari Syafanu dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Senin sekitar pukul 23.55 WIB.

Jasad Syafanu kemudian dievakuasi dan tiba di Puskesmas Karangreja pada Selasa (8/12/2020) pagi.

"Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek, berjaket dan tidak mengenakan alas kaki," kata Sugito.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Karangreja dan Inafis Polres Purbalingga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Korban kemungkinan meninggal dunia karena mengalami hipotermia atau kedinginan," jelas Sugito.

Setelah diperiksa, jasad Syafanu diserahkan ke pihak keluarga.

"Jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga," ujar Sugito.

Cuaca buruk, jalur pendakian ditutup

Sementara itu dua jalur pendakian Gunung Slamet dari Kabupaten Purbalingga ditutup sejak Senin (7/12/2020).

Penutupan jalur pendakian Bambangan dan Gunungmalang dilakukan karena beberapa hari terakhir, cuaca buruk terjadi di wilayah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Junior Manager Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur Sugito.

"Beberapa hari lalu teman-teman di basecamp melaporkan bahwa kondisi di atas hujan badai. Malam Senin saya ditelepon, katanya kondisinya buruk sekali, tim yang naik beberapa hari terakhir melaporkan hujan terus menerus dan badai," kata Sugito saat dihubungi, Selasa (8/12/2020).

Gunung Slamet dari kejauhan. (Steemit.com)
Gunung Slamet dari kejauhan. (Steemit.com) (Steemit.com)




Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved