TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gara-gara diceplok telur saat ulang tahun, 2 anak kecil tewas tenggelam dan hanyut saat membersihkan diri di sungai Ciawuning.
Mereka adalah AA (8) dan SA (7).
Korban AA berhasil ditemukan sejauh sekitar 3 km dari titik awal tenggelam dalam kondisi meninggal dunia.
Sedangkan korban SA sampai Minggu (21/3/2021) malam masih hilang.
"Korban sudah diketemukan atas nama AA 3 km dari titik kejadian di lokasi Jembatan Cibeber 1 dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan SA belum ditemukan. Untuk operasi pencarian hari ini sudah dihentikan karena mengingat tidak ada SOP pencarian malam hari, dilanjut besok," urai Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhammad Adam Hamdani, Minggu (21/3/2021) malam.
Kejadian tragis ini bermula korban AA sedang membersihkan rambutnya yang kotor karena ceplok telur di Sungai Ciawuning, Kampung Gunung Tangkil Timur, RT 02/05, Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
"Saudari AA berulang tahun, lalu diberikan kejutan kepala korban dengan ceplok telur," kata Adam.
Kejadian surprise ceplok telur ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.
Diketahui SA bercanda dengan mendorong AA ke aliran Sungai Ciawuning.
Kemudian AA jatuh dan ikut menarik SA yang akhirnya keduanya terseret aliran Sungai Ciawuning.
"Lalu Saudari AA yang jatuh ke sungai berusaha menarik Saudari SA hingga akhirnya kedua korban tersebut terbawa hanyut aliran Sungai Cianiwung," terang Adam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.
Tim SAR gabungan diterjunkan untuk mencari dua korban setelah dilaporan hilang.
Baca: Balita Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Ibu Kandung Tengah Tidur Pulas dengan Pacar
Baca: Dua Balita Tewas Tenggelam dalam Septic Tank ketika Ibu Kandung Asik Karaoke
Iseng Bercanda Rayakan Ulang Tahun Teman, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Underpass Kulur Kulon Progo
Dua orang remaja tewas tenggelam di genangan air underpass Kulur yang terletak di Kapanewon Temon, Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020).
Sejak delapan tahun lalu, underpass Kulur atau yang sering dikenal underpass Kulon Progo ini berubah menjadi kolam ketika musim penghujan.
Dua remaja yang meninggal tersebut ialah Riyan Hariyanto (15) asal Sogal 2, Wates dan Tegar Koruhman (15) warga Tawangsari, Pengasih.
Satu korban lagi bernama Ramli Saparudin atau Apang (15) pelajar asal Bojong Kulur, yang hingga kini masih dalam keadaan kritis.
Dikutip dari Tribun Jogja, Kapolsek Temon, Kompol Setyo Heri Purnomo mengatakan kejadian naas tersebut terjadi pukul 16.15 WIB.
“Semuanya ada tiga, dua meninggal satu selamat,” jelas Kapolsek Temon, pada Sabtu (22/2/2020).