"Paling tidak kita boleh pulang, ngapain di sini? Terutama untuk kami berdua (dan Mohammad Ahsan)," kata Hendra Setiawan.
"Buang-buang waktu, buang-buang uang juga. Kami kan biaya sendiri. Belum sampai di Jakarta isolasi lagi," tuturnya.
Baca: Kronologi Tim Indonesia Mundur dari All England 2021, Kini Jalani Isolasi Mandiri 10 Hari
Baca: Keras, Marcus Gideon Tuding Penyelenggara All England 2021 Tak Adil : Lebih Baik Jangan Gelar Event
Jonatan Christie mengaku kecewa
Sementara pemain tunggal putra, Jonatan Christie juga meluapkan isi hatinya di Instagram.
Jojo menilai, harusnya Federasi Bultangkis Dunia (BWF) belajar dari Thailand Open pada 2020 lalu.
Pada acara tersebut, para pemain dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum hari pertandingan.
"Bagaimana dengan pemain yang menggunakan lapangan yang sama dengan pemain Indonesia? Bagaimana dengan lawan mereka? yang berdiri (dengan jarak) kurang dari satu meter di depan net?" tulis Jojo, dikutip TribunnewsWiki dari unggahan instagram story-nya.
Menurut dia, harusnya BWF bisa menunda turnamen dan melakukan karantina terhadap semua yang berpartisipasi di acara tersebut untuk meminimalisir risiko.
"Ini sangat tidak adil!!!" tambah Jojo.
"Untuk turnamen besar sekelas All England, saya pikir harusnya organisasi lebih tahu dan dapat belajar dari turnamen di Thailand atau NBA," pungkasnya.
Pemain Indonesia mendapatkan diskriminasi
Pemain ganda campuran Praveen Jordan turut buka suara terkait hal ini.
Ia mengaku kecewa dengan keputusan National Health Service (NHS), di bawah Pemerintah Inggris dan juga Badminton World Federation (BWF).
Praveen Jordan merasa kecewa atas perlakuan tidak adil yang diterima tim Indonesia.
Ia menceritakan kronologi kejadian dimana tim Indonesia dipaksa mundur dari turnamen tersebut.
Kabar mengejutkan itu mereka dapatkan pada Rabu, 17 Maret 2021, tepat ketika mereka sedang bertanding.
Baca: Ahsan dan Hendra Sempat Kalahkan Tuan Rumah Sebelum Dipaksa Mundur dari All England 2021
Baca: Keras, Marcus Gideon Tuding Penyelenggara All England 2021 Tak Adil : Lebih Baik Jangan Gelar Event
“Pada hari pertama (17 Maret 2021), saat sebagian pemain Indonesia sudah / sedang melangsungkan game dan ada juga yang masih menunggu match.
Kami mendapatkan kabar ini, tim Indonesia (medis, physiotherapist, dan beberapa atlet yang sedang cooling down) dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel tanpa menggunakan akses yang disediakan,” tulis seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari akun Instagramnya, Kamis (18/3/2021).
Padahal ia serta seluruh tim Indonesia telah melakukan tes dan juga vaksinasi sebelum berangkat ke Birmingham, Inggris.
“Seluruh tim Indonesia yang berangkat ke Birmingham untuk mengikuti All England 2021 SUDAH melakukan 2x vaksin,” tegas Praveen.