Masih Menunggu Restu MUI untuk Izin Edar, Vaksin AstraZeneca Disebut Kedaluwarsa Kurang dari 3 Bulan

Disebut kadaluarwa pada Mei 2021, BPOM masih melakukan uji kualitas vaksin AstraZeneca yang dikabarkan membuat pembekuan darah.


zoom-inlihat foto
astrazeneca-05.jpg
Khaled DESOUKI / AFP
Seorang pekerja medis Mesir memberikan dosis vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) pada 4 Maret 2021 di Kairo pada hari pertama vaksinasi di Mesir.


Dengan proses vaksinasi yang sudah mencapai hingga 300 ribu orang per hari, Siti yakin bahwa Astra Zeneca akan habis dipakai sebelum masa simpannya berakhir.

"Mungkin pada populasi-populasi tertentu kita anggap misalnya 200 ribu saja per hari kan akan selesai dalam 5 hari," katanya.

Astra Zeneca sendiri juga sedang menunggu penentuan target vaksinasi dari BPOM.

Pantau KIPI

BPOM juga menyebutkan jika nantinya vaksin AstraZeneca sudah didistribukan, tetap akan dilakukan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Baca: BPOM: Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Kehati-hatian, Ikuti Jejak Thailand dan Negara Eropa

Baca: Peneliti Sebut Varian Covid-19 N439K Kemungkinan Tidak Bisa Diatasi Dengan Vaksin yang Ada Saat Ini

"Kami kan ada mekanisme penanganan KIPI. Jadi, walaupun vaksin Astra Zeneca digunakan, penanganan dan monitoring KIPI-nya dari BPOM masih berlangsung," kata Siti Nadia.

Artinya, dia melanjutkan, mekanisme pemantauan tetap ada.

Sehingga, bukan berarti tak ada monitoring setelah vaksin Astra Zeneca disuntikkan.

"Mekanisme itu tetap berjalan, baik dari BPOM dan Komisi Nasional KIPI terkait gejala klinis yang timbul akibat penyuntikan vaksin," ujarnya.

Baca selengkapnya soal Vaksin Covid-19 AstraZeneca di sini

(TribunnewsWiki.com/Restu)

Sebagian artikel telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "Kementerian Kesehatan Tunda Distribusi Vaksin AstraZeneca"





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved