Gadis 14 Tahun Jadi Korban Kebejatan Ayahnya, Tak Diberi Jatah Ibu Lampiaskan ke Anak

Seorang gadis berusia 14 tahun jadi korban kebejatan ayahnya hanya gara-gara permintaan berhubungan intim ditolak sang ibu


zoom-inlihat foto
ilustrasi-ibu-hamil.jpg
Unsplash - ???????? Janko Ferli? @itfeelslikefilm
FOTO: Ilustrasi hamil


"Dari keterangan korban, predator anak ini mencabuli mereka sejak Oktober 2020 hingga Desember 2020," kata Tobing, Selasa (12/1/2021) siang.

Ilustrasi
Ilustrasi (CAPTURE VIDEO)

Setelah ditangkap, Edi mengaku melakukan pencabulan ke lima orang lain.

5 orang tersebut ternyata masih teman dari 2 korban sebelumnya.

Kepada polisi, Edi mengaku menggunakan modus sebagai orang sakti atau paranormal untuk merayu korbannya.

Ia meyakinkan seluruh korbannya jika dirinya mempunyai kekuatan khusus yang dapat membuka aura.

Dukun cabul yang juga predator anak tersebut mengatakan dirinya bisa membuka aura agar masa depan korban lebih cerah.

“Jadi tersangka ini mengaku dirinya sebagai paranormal yang memiliki ilmu sakti dapat membuka aura para korban agar masa depannya nanti lebih baik. Tersangka juga menjanjikan mampu menjadi korban disegani masyarakat setelah auranya dibuka,” ujar Tobing.

Baca: Ayah Tiri Tega Cabuli Anaknya yang Masih Berusia 10 Tahun, Korban: Saya Takut Ngomong

Baca: Mantan Anggota DPRD NTB Cabuli Anak Kandung, Manfaatkan Suasana Sepi Ketika Istri Positif Covid-19

Namun Pardi memiliki taktik agar modusnya tak dikenali.

Ia mulanya menawarkan jasanya secara gratis.

Edi pun terus membujuk korban saat bertemu di pengajian yasinan hingga di warung makan.

Korban yang tertarik pun akhirnya dicabuli oleh Edi.

Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing didampingi Kasat Reskrim, Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang memberikan penjelasan kasus predator seksual yang memakan tujuh korban siswa SMA di Wonogiri, Selasa (12/1/2021)
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing didampingi Kasat Reskrim, Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang memberikan penjelasan kasus predator seksual yang memakan tujuh korban siswa SMA di Wonogiri, Selasa (12/1/2021) (KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI)

Lebih lanjut Tobing mengatakan, korban yang terbujuk Edi pun akhirnya mengikuti apa yang diinginkan pelaku.

Pria yang hidup sendiri ini lalu membuat skenario agar korbannya mau dicabuli.

Edi mengatakan korban harus mau diaktifkan jin qodam dalam tubuhnya.

“Tersangka lalu berdalih untuk membuka aura itu harus diaktifkan terlebih dahulu jin qodam yang berada diri masing-masing korban. Caranya korban harus mau dicabuli sehingga aura dan jin qodamnya dapat diaktifkan dalam diri korban,” jelas Tobing.

Hingga saat ini baru tujuh korban yang melapor menjadi korban percabulan Pardi.

Namun, diyakini masih banyak korban lantaran Pardi sudah melakukan aksinya itu sejak sepuluh tahun yang lalu.

“Tersangka mengaku sudah menjadi paranormal sejak sepuluh tahun lalu. Bisa jadi korban lebih banyak dari terungkap saat ini,” jelas Tobing.

Tobing menduga banyak warga lain yang menjadi korban namun enggan melapor lantaran malu.

Untuk itu ia berharap warga yang menjadi korban percabulan predator anak itu segera melapor ke aparat kepolisian terdekat.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved