TRIBUNNEWSWIKI.COM - Permasalahan antara guru dan perangkat desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi terus bergulir.
Guru yang diketahui namanya sebagai Pak Eko itu diketahui mendapat ancaman dari para perangkat desa.
Hal itu dikarenakan dirinya ketahuan mengunggah foto jalanan rusak di Desa Cijalingan.
Foto tersebut akhirnya membuat beberapa perangkat desa marah.
Entah apa alasannya, mereka datang tak terima jika Pak Eko mengunggah foto jalan rusak tersebut.
Salah satu perangkat desa pun bahkan sempat membentak dan menuding-nuding Pak Eko.
Ia pun mengatakan jika Pak Eko sengaja menantang para pejabat.
Ketua DPRD Sukabumi, Yuda Sukmagara, menyebut kejadian itu membuat guru dari SMPN 1 Cijalingan merasa takut.
Pak Eko lantas meminta bantuan terhadap Yuda agar mendapat perlindungan.
Pasalnya, akibat bentakan dan tantangan itu, Pak Eko mengaku mengalami trauma.
Ia bahkan sempat mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf karena telah mengunggah foto jalan rusak.
"Jadi pak guru ini datang menemui saya, karena dia masih mengalami ketakutan dan trauma, setelah kejadian tersebut, dan meminta perlindungan dari DPRD Kabupaten Sukabumi," ucap Yuda pada Jumat (12/3/2021).
Bahkan saat ini guru yang mengkritik kondisi jalan rusak itu, sudah tidak berani keluar rumah dan ketika akan mengajar ke sekolah pun merasa ketakutan.
Baca: Guru Posting Jalanan Rusak, Perangkat Desa Datang Maki-maki: Jangan Nantang Kamu!
Baca: Viral Perjuangan Bidan Sebrangi Laut Bantu Ibu Hamil, Tulis Pesan Menyentuh buat Warganet Baper
"Kami di sini akan memberikan dukungan dengan segala upaya, untuk memberiikan pengamanan kepada dia bahkan keluarganya. Bahkan Pak Eko mengaku sudah tidak berani untuk mengkritik dan main facebook," ucapnya.
Ia mengatakan, sebagai pelayan masyarakat sudah sejawarnya mendapatkan kritik, dan kritikan tersebut untuk membangun mari tunjukan dengan kinerja jangan sampai melakukan intimidasi.
"Saya berharap hal seperti ini tidak kembali terjadi, apabila ada yang kritik, jangan sampai arogan dan mengintimidasi," ucapnya.
Menurut Yuda, pihaknya akan melalukan rapat dengar pendapat kasus itu dengan sejumlah pihak antara lain.
Yakni dengan aparatur Desa Cijalingan, guru yang bersangkutan bersama Pemdes, Inspektorat dan PGRI.
"Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, dan telah viral juga, dan nantinya hasil rapat dengar pendapat ini akan disampaikan juga pada publik, supaya tidak ada hal yang tidak dingikan," katanya.
Sebelumnya, video viral para perangkat desa membentak guru SMPN 1 Cicantayan menjadi perdebatan publik.