Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jumlah daerah dalam zona oranye sebanyak 277 kabupaten/kota atau lebih dari 59 persen dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, seperti dikutip situs covid-19.go.id, Kamis (4/3/2021), via Kompas.
"Zona oranye, awalnya hanya mendominasi pulau Jawa saja dan sebagian di pulau Kalimantan dan Sumatera, perkembangannya terlihat signifikan," paparnya.
Sebagai informasi, risiko kenaikan kasus Covid-19 di daerah ditunjukkan dengan warna berbeda-beda.
Berikut warna-warna yang digunakan untuk menandai risiko kenaikan kasus Covid-19:
Merah: risiko tinggi
Oranye: risiko sedang
Kunung: risiko rendah
Hijau: tidak ada kasus dan tidak terdampak
Hingga saat ini ada 12 daerah (2.33%) yang mempunyai risiko tinggi penularan Covid-19.
Untuk daerah risiko sedang menunjukkan ada 277 (53.89%).
Sementara ada 211 daerah atau 41.05% masuk dalam risiko rendah.
Sementara untuk zona hijau terbagi dua, yakni tidak ada kasus dan tidak terdampak.
Baca: Bupati dan Wakil Bupati Gresik Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru: Pandemi Covid-19 Hemat Anggaran
Baca: Ashanty Sembuh dari Covid-19, Miliki Penyakit Autoimun yang Sempat Picu Kondisinya Makin Parah
Dikutip dari covid19.go.id ada 11 daerah yang tidak ada kasus atau sebesar 2.14%.
Sedangkan untuk wilayah tidak terdampak ada 3 daerah, dengan presentase 0.58 persen.
Berikut adalah 12 daerah dengan risiko penularan Covid-19 tinggi:
Zona risiko tinggi
1. Nusa Tenggara Timur
- Kupang
- Kota Kupang
2. Jawa Tengah
- Cilacap
- Banyumas
- Wonosobo
- Wonogiri
- Rembang
- Kota Surakarta
3. Daerah Istimewa Yogyakarta
- Bantul
4. Bali
- Tabanan
- Badung
- Kota Denpasar
Sebagai informasi Peta Zonasi Risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. (Tribunnewswiki.com)